
Para dewa melesat menuju lembah kematian.
"kalau kau ingin bertarung ikuti kami!" teriak dewa angin.
Soma tersenyum licik, dia malah turun ke bawah menuju perbatasan langit.
"Gawat, sepertinya Soma tau rencana kita," ucap Dewa bintang.
Para dewa pun berbalik arah. Soma mengeluarkan ribuan panah emas untuk menghancurkan dinding pelindung itu.
"Para pendekar kultivasi, bantu kami mempertebal dinding ini!" seru dewi bulan.
"Gawat Soma akan menyerang dinding pelindung!",seru dewa hujan.
"Kita harus segera menghentikan Soma!" pekik dewa bintang.
Namun, Soma sudah manghujamkan ribuan panah emas itu melesat ke arah penduduk. Para pendekar bumi sekuat tenaga bertahan di tengah gempuran panah emas itu.
"Kalian bertahanlah!" seru dewi bulan.
__ADS_1
Dinding pelindung itu mulai retak, para dewa bergegas membantu menambal dinding energi yang retak itu.
"Hahaha ... ini benar-benar menyenangkan. Teruslah gunakan energi ki kalian sampai habis. Panah emasku ini akan terus menghujam sampai semua orang merasakan penderitaan." Soma terus menambah panah emas seolah tidak ada habisnya.
"Maafkan aku, suamiku." Jiarong yang membantu memulihkan energi Astara terpaksa menggunakan kekuatan dewinya untuk menahan serangan panah emas itu.
Suli yang membantu menahan panah emas itu melihat Soma yang terlihat berbeda. Dia membuat Suli bergidik saat merasakan energi ki yang jahat. Dengan perasaan marah tidak menentu Suli membangkitkan ekor sembilannya yang merupakan tehnik tertinggi dari siluman rubah. Sembilan ekor itu menyelimuti seluruh dinding pelindung.
"Ini adalah energi ki siluman rubah ekor sembilan. Dia berhasil mencapai kekuatan tertinggi seorang dewi," ucap dewa bintang.
Para manusia dan dewa dibuat takjub dengan ekor yang besar dan panjang yang membuat hangat untuk melindungi mereka.
"Tubuhku terasa hangat dan bersemangat," ucap dewa pagoda.
"Semuanya, Kita serang Soma dengan kekuatan penuh!" perintah dewa bintang.
Para pendekar, siluman, dewa dan raja asyura berjibaku mengahantam bola energi dari Soma.
"Dewa bintang, bisakah anda menahan serangan ini. Aku akan terbang menghadapi Soma," ucap Suli melakukan telepati.
__ADS_1
"Serahkan kepada kami," jawab dewa bintang.
Suli melesat menghampiri Soma yang berada di atas. Suli menatap Soma berkaca-kaca dengan ekor sembilan yang melindunginya.
"Jadi kau yang menahan panah emasku?" Soma tersenyum menyeringai.
"Hari ini aku akan mengalahkanmu. Kau telah membuat kerusakan yang hebat di tiga dunia. Membunuhmu adalah cara terbaik!" Mata Suli menyala keemasan.
Soma tertawa lepas. "Membunuhku? Aku adalah makhluk terhebat di tiga alam. Kekuatanku tidak terbatas, siluman sepertimu mana mungkin bisa membunuhku," ucap Soma yang meremehkan Suli.
Suli pun melesat menyerang Soma dengan energi api emas.
"Soma, cepat menghindar," ucap aura kegelapan yang ada di dalam diri Soma.
Soma pun menghindari serangan itu.
"Tidak biasanya kau menyuruhku menghindari serangan," ucap Soma.
"Itu adalah api emas, jika kau terkena api itu, aku tidak bisa menyembuhkanmu dalam waktu singkat," jawab aura kegelapan.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Soma.
"Kita serang dengan jarak jauh, jangan sampai kau terkena api emas itu," jawab Aura kegelapan.