
Suli tengah meningkatkan energi api birunya. Dengan energi api biru, daya tahan tubuhnya kembali pulih.
"Kau sudah pulih, Suli?" tanya Bailin.
Suli mengangguk tersenyum kepada Bailin.
"Bagus, kita bisa melanjutkan perjalanan," ucap Bailin.
"Sebaiknya kita tunggu pendekar Astara," balas Suli.
"Baiklah."
Suli mendongak. "Kenapa awan di langit terlihat bergerak memutar membentuk sebuah lorong?"
Bailin pun terkejut. Dua orang dewa keluar menuju arah timur.
"Itu dewa pagoda dan dewa hujan. Pasti mereka diperintah Soma," jawab Bailin.
"Kenapa dua dewa itu menuju ke arah timur, bukankah kaisar kegelapan tau kalau kita ada di negeri pasir?" tanya Suli.
"Aku tidak tau pasti, sepertinya mereka sedang menuju negeri bambu," ucap Bailin.
"Kita harus mengikuti dewa itu, aku khawatir dengan Astara."
__ADS_1
Bailin mengangguk. "Kita ikuti lewat jalur darat."
"Aku telah berhasil mencium bau mereka, jadi kita tidak akan kehilangan jejaknya," ucap Suli.
"Kau bilang bisa mencium bau dewa pagoda dan dewa hujan?" tanya Bailin memicingkan matanya.
Suli mengangguk mantap.
"Terus kenapa saat kau mencium bau Astara mendekat dan meraba dadanya?" tanya Bailin dengan nada tinggi.
"Aku hanya ingin cari perhatian dengan pendekar Astara saja, soalnya dia tampan." Suli tersenyum nyengir.
"Dasar kau siluman genit." Bailin menonyor kepala Suli.
Lukanya benar-benar serius butuh beberapa hari untuk memulihkannya dengan ganoderma merah. Xiao Yu yang sedang meditasi menjaga pintu ruang waktu merasa terganggu dengan bau darah yang tidak asing baginya. Xiao Yu membuka matanya, lalu berjalan melihat dewa bintang sedang merawat seseorang.
"Xiao Yu, kenapa kau bangun dari meditasi?" tanya dewa bintang.
"Aku mencium darah pendekar Astara," jawab Xiao Yu.
dewa bintang menghela napas. "Maafkan aku mengganggu konsentrasimu."
"Jadi orang yang tidur di sana pendekar Astara?" Xiao Yu berlari melihat Astara tidur dengan punggung yang terluka.
__ADS_1
"Kau tidak usah panik, Xiao Yu. Astara baik-baik saja. Aku sudah mengobati dengan ganoderma merah," ucap dewa bintang.
"Apa yang terjadi dengan pendekar Astara?" tanya Xiao Yu khawatir.
"Dia bertarung dengan Soma dan terkena tombak dewa bermata tiga," jawab dewa bintang.
"Putri Jiarong pasti akan sedih jika tau pendekar Astara terluka parah seperti ini," ucap Xiao Yu.
"Jiarong tidak akan tau karena dia berada di ruang waktu. Di ruang waktu tidak ada hal yang berhubungan dengan dunia," balas dewa bintang.
Tiba-tiba dewa bintang memejamkan mata.
"Kau kenapa dewa bintang?" tanya Suli khawatir.
"Aku merasakan energi jahat berada di sekitar sini," jawab dewa bintang.
Dewa pagoda dan dewa hujan telah sampai di gunung emei atas perintah kaisar kegelapan. Kaisar kegelapan tau persembunyian dewi bulan dan dewa bintang karena dulu pernah jadi pengawal pribadinya.
"Sepertinya di sini tidak ada siapa-siapa," ucap dewa hujan.
"Kita jangan menyerah, kata kaisar kegelapan dewa bintang pintar bersembunyi," balas dewa pagoda.
"Bagaimana kalau kita hancurkan tempat ini, supaya dewa bintang keluar dari persembunyiannya," usul dewa hujan.
__ADS_1
Dewa pagoda setuju. Sebuah energi api dengan skala besar membakar seluruh hutan emei.