Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Xiao Yu Terluka Parah.


__ADS_3

Bailin dengan ilmu sihirnya kabur membawa Astara dan Jiarong.


Sedangkan Xiao Yu dan prajurit ular masih berjuang menahan serangan dari Zhang Yutang.


"Prajuritku, gunakan tombak untuk menyerangnya!" perintah Xiao Yu.


Sebagian prajurit ular menerbangkan tombaknya, Zhang Yutang dengan mudah membakar tombak itu dengan kekuatan apinya. Zhang Yutang menambah aliran apinya ke arah Xiao Yu. Pelindung sihirnya mulai retak, Xiao Yu dan prajurit ularnya sudah tidak bisa menahan lagi.


Zhang Yutang kembali menambah kekuatan apinya. Pelindung sihir pecah dan mereka semua terlempar dengan luka bakar yang serius, beberapa prajurit ular meninggal. Xiao Yu terlempar membentur batang pohon, dia mengalami luka parah.


Zhang Yutang turun menghampiri Xiao Yu dan bersiap melakukan serangan pamungkas. Xiao Yu sudah pasrah dengan nasibnya. Namun, aura hitam yang mengelilingi Zhang Yutang tiba-tiba menghilang dan membuat Zhang Yutang pingsan. Xiao Yu yang melihatnya pun tersenyum, lalu dia tidak sadarkan diri karena luka yang dialaminya.


Gumpalan asap hitam datang dan membawa Zhang Yutang pergi. Itu adalah Rabah adik dari raja asyura. Rabah membawa Zhang Yutang ke istana asyura.


"Paduka Rabah, mengapa engkau membawa anak manusia datang ke sini?" tanya panglima asyura Liyan.


"Di dalam dirinya ada raja asyura yang bersemayam," jawab Rabah.


"Maksud kamu, raja asyura telah memilih anak ini menjadi wadahnya," ucap Liyan penasaran.


Rabah mengangguk.

__ADS_1


"Anak ini habis bertarung dengan reinkarnasi dewa Narendra, Kakak meminjamkan kekuatannya, tapi karena jiwa kakak belum sempurna, kekuatannya habis dan mengakibatkan dia pingsan. Butuh waktu beberapa hari supaya anak ini siuman," ucap Rabah.


"Tak kusangka, raja asyura harus melindungi anak manusia," ucap Liyan.


"Kau jaga dia, kalau sudah siuman beritahu aku," perintah Rabah.


"Baik, Paduka."


Rabah menghilang kembali ke sekte Lin'an.


Di tempat lain, Bailin membawa Astara dan Jiarong ke sebuah gua. Jiarong masih tidak sadarkan diri. Astara pingsan dengan luka bakar yang ada di punggungnya.


"Jiarong, apa kau bisa mendengarku." Bailin menepuk pipi Jiarong supaya sadar.


"Kau sudah berada di tempat aman. Apa kau bisa bangun?"


Jiarong berusaha bangun dan melihat Astara terluka parah. Dia teringat saat Astara melindunginya dari serangan petir yang dilancarkan Zhang Yutang.


"Cepat obati Astara dengan air penyembuhanmu," ucap Bailin.


Jiarong segera mengeluarkan air penyembuhan dari kantongnya, dengan

__ADS_1


energi ki, air itu masuk ke dalam luka Astara.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Bailin.


"Dia mengalami luka bakar yang cukup serius, untung saja kau segera membangunkan, kalau tidak luka bakarnya akan menyebar ke organ dalam," ucap Jiarong mengusap kening Astara yang penuh dengan keringat.


"Kita harus menyelamatkan Xiao Yu," ucap Bailin tiba-tiba teringat Xiao Yu.


"Dimana Xiao Yu?" tanya Jiarong.


"Dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita, kita harus cepat sebelum terlambat," ucap Bailin.


Jiarong mengangguk menatap Bailin.


"Pegang pundakku," ucap Bailin.


Jiarong menegang pundaknya Bailin, tapi Bailin tidak bisa lagi menggunakan ilmu sihirnya karena kehabisan tenaga.


"Kenapa di saat genting seperti ini ilmu sihirku tidak bisa di gunakan," ucap Bailin kesal.


"Kita jalan saja," ucap Jiarong.

__ADS_1


"Berapa lama kita sampai kesana?" tanya Bailin.


"Tenang saja, aku tau jalur pintas menuju puncak gunung," ucap Jiarong berjalan keluar gua diikuti Bailin di belakangnya.


__ADS_2