Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kelemahan Monster Petir Raizo.


__ADS_3

Astara tercengang tidak menyadari keberadaan Raizo. Raizo memukul punggung Astara hingga terpental jauh menabrak gunung es yang mengeluarkan magma. Raizo tidak memberi Astara kesempatan, dia melesat menggunakan pedang petir menebas gunung es itu. Kali ini Astara bisa menghindar , dia menggunakan tehnik pelindung diri.


"Hampir saja." Astara segera terbang memancing Monster petir Raizo dan dewa petir untuk keluar dari kawasan gunung es itu.


"Mau lari kemana kau!" Dewa petir dan Raizo mengikuti di belakang Astara.


Dewa bumi menembus tanah mengikuti dari belakang. Astara berhenti di sebuah gurun pasir.


"Kau pikir kau akan menang." Monster petir Raizo dan dewa petir turun berhadapan dengan Astara


"Kali ini bersiaplah." Astara mengeluarkan Aura merah yang membuat pasir itu berterbangan.


Raizo menyerang dengan kekuatan kilat. Namun, serangan dari Raizo menatap dinding pasir yang di buat Astara. Petir Raizo pun melemah. Astara kembali menekan pasir menggunakan kedua telapak tangannya. Gelombang pasir raksasa menghantam Raizo dan dewa petir yang tidak siap dengan serangan itu.


Monster petir Raizo dan dewa petir berusaha untuk keluar dari gelombang pasir yang terus menerus datang. Kekuatan petir Raizo semakin melemah, tubuhnya kembali mengecil. Raizo yang tidak bisa lagi menahan gelombang pasir terkubur. Dewa petir melompat dengan napas tersengal.


Darah mengalir di mulutnya. "Sialan kau, aku akan membalasnya."

__ADS_1


Dewa petir pun kabur, tapi dewa bumi yang baru tiba meneriaki Astara untuk jangan membiarkannya kabur. Astara pun menggunakan aura hijau untuk melesat menendang dewa petir yang terluka parah. Dewa petir jatuh di padang pasir. Dewa bumi segera mengikatnya dengan rantai dewa untuk menahan gerakannya.


"Jangan sampai hal ini di ketahui dewa perang yang telah menguasai kahyangan. Kau bukanlah tandingannya sekarang," ucap dewa bumi kepada Astara.


"Kenapa, Dewa Bumi?"


"Dewa perang adalah orang yang membangkitkan aura kegelapan, bahkan kaisar langit tidak mampu mengalahkannya," ucap dewa bumi.


"Terus, apa yang akan kita lakukan dengan dewa jahat ini?" tanya Astara yang melihat dewa petir pingsan dengan luka yang cukup parah.


"Untuk sementara biar aku yang mengurusnya, kau harus segera menemukan dewa bulan karena hanya dia yang mampu menetralkan aura kgelapan yang menutupi bumi ini," jawab dewa bumi.


Dewa bumi mengangguk. "Pergilah."


Astara terbang menggunakan aura hijau menemui Jiarong, Xiao Yu dan Bailin.


"Bagaimana keadaan Jiarong?" tanya Astara yang melihat Jiarong masih lemas di sebuah kuil.

__ADS_1


"Kondisinya masih lemah, mungkin tenaganya terkuras," jawab Bailin.


Astara menyalurkan energi ki untuk memulihkan tenaga Jiarong. Perlahan, Jiarong membuka matanya.


"Astara, kau selamat." Jiarong langsung memeluk Astara dengan erat.


"Tenanglah, Jiarong. Kau aman sekarang." Astara mengusap lembut rambut Jiarong.


Astara mengangkat tubuh Jiarong untuk berdiri. "Kita harus segera mencari dewi bulan untuk menetralkan aura kegelapan."


"Apa pendekar tau dimana dewi bulan berada?" tanya Xiao Yu.


Astara menggeleng.


"Kita ke tempat Tao Feng, dia ada hubungan dengan dewi bulan. Mungkin kita bisa dapat informasi darinya," ucap Bailin.


"Ide yang bagus, Bailin. Mungkin dia punya petunjuk. Kalian tunggu di sini biar aku yang akan menemui Tao Feng," ucap Astara.

__ADS_1


"Tunggu, Astara. Aku ikut. Aku juga ingin menemui Tao Feng. Urusanku belum selesai dengannya," ucap Bailin.


Astara mengangguk mengajak Bailin terbang menuju gunung kulun.


__ADS_2