
"Bagaimana caranya saya bisa berdiri di atas air, Dewi?" tanya Jiarong.
Dewi bulan terbang dan berjalan di atas danau. "Gunakan energi ki mu untuk menyeimbangkan tubuh."
Jiarong mulai mencoba. Dan gagal. Dia mencoba lagi dan terus mencoba.
"Fokuskan energi ki di kakimu," ucap dewi bulan.
"Baik." Jiarong mencobanya lagi dan berhasil berdiri di air, tapi setelah itu kembali tenggelam.
"Sedikit lagi, Jiarong. Kendalikan energi ki mu," ucap dewi bulan.
Di istana langit, empat ksatria langit sudah pulih sepenuhnya dari luka bekas pertarungan dengan raja asyura. Mereka berempat mendapat perintah dari kaisar kegelapan untuk mencari Astara untuk dibunuh. Kaisar kegelapan tau, kalau Astara sedang mencari kristal Narendra.
Empat ksatria langit berangkat menuju alam manusia. Mereka berpencar menuju empat sisi dunia. Sedangkan, Astara dan teman-temannya kembali melanjutkan perjalanan menuju arah utara. Bailin tiba-tiba melihat dewa yang terbang melewati mereka. Segera Bailin menyuruh Astara dan Suli menutup wajah.
"Itu ksatria langit utara, dia pasti diperintah kaisar kegelapan untuk mencari, Astara," ucap Bailin.
"Selama kita tidak menampakkan wajah, mereka tidak akan tau," balas Astara.
__ADS_1
"Kalau begitu kita segera lanjutkan perjalanan," ucap Bailin.
"Hey Bailin, siapa itu kaisar kegelapan, aku baru mendengar namanya?" tanya Suli.
"Dia adalah dewa jahat, yang ingin menguasai tiga dunia menjadi gelap dan brutal. Jika sampai tiga dunia dikuasai oleh kaisar kegelapan, maka tidak akan ada lagi kebaikan lagi di alam ini. Kita akan bertarung satu sama lain tidak ada habisnya," jawab Bailin.
"Kejam sekali, mendengar ceritamu aku jadi ingin menghajar kaisar kegelapan itu," ucap Suli.
"Kau tidak akan sanggup, para dewa dan kaisar langit saja tidak mampu mengalahkannya," balas Bailin.
"Bahkan kaisar langit tidak bisa mengalahkannya, kuat sekali dia," ucap Suli.
"Dewa Narendra bisa mengalahkannya?" tanya Suli.
Bailin mengangkat bahunya. "Aku tidak tau, tapi yang jelas, Kekuatan dewa Narendra melebihi kaisar langit," jawab Bailin.
"Kalau dewa Narendra lebih hebat dari pada kaisar langit, kenapa bukan dia yang menjadi kaisar?"
"Karena dewa Narendra patuh kepada aturan langit. Menjadi seorang kaisar langit harus mengalami seribu cobaan dunia, seribu cobaan neraka, dan seribu cobaan kahyangan. Sedangkan, dewa Narendra mendapat kekuatannya karena dia sering berlatih dan mempunyai bakat alam untuk menjadi yang terkuat."
__ADS_1
Suli menghela napas. "Ternyata menjadi seorang dewa sangatlah susah. Aku bertapa selama seribu tahun, gagal hanya karena membunuh siluman harimau yang hendak menggodaku."
"Jadi kau ingin menjadi seorang dewi?" Bailin tertawa.
"Hey, kenapa kau menertawakanku!" Suli melotot ke arah Bailin.
"Aku beri tau ya. Menjadi seorang dewi itu tidak enak, lebih baik menjadi seorang siluman bisa bebas kemana saja," bisik Bailin.
"Sebenarnya, aku ingin menemui seseorang," ucap Suli lirih, wajahnya bersemu merah.
"Siapa?" tanya Bailin penasaran.
"Dia bernama Soma, dia sangat tampan dan baik," jawab Suli.
Bailin terkejut, Astara yang berjalan di depan menghentikan langkahnya.
"Kau tau tidak, nama yang kau sebut adalah kaisar kegelapan!" teriak Bailin.
Suli terbelalak, seakan tidak percaya. "Tidak mungkin, dia berjiwa ksatria, tidak mungkin dia bisa sekejam itu."
__ADS_1
"Dia adalah orang yang membuat dewa bintang dan dewi bulan dihukum, dia juga yang memfitnah dewa Narendra dan dewi kesuburan sehingga bereikarnasi ke bumi," ucap Bailin dengan nada tinggi.