Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Bertemu Ketua Sekte Lin'an.


__ADS_3

Bailin bebabalik tubuh bersandar di tubuh Astara sambil menghabiskan dua buah bakpao.


"Bailin?"


"Hmmm."


"Apa kau tau tentang sekte Lin'an?" tanya Astara.


Bailin mengubah posisi duduknya menghadap Astara. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Aku tadi bertemu dengan Jiarong, dia mengundangku bertemu dengan ketua sekte," jawab Astara.


"Sudah ku duga, pasti kau tadi bertemu dengannya."


"Hey, kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Astara.


"Kau tenang saja, sekte Lin'an itu aliran putih. Memang ada apa?" tanya Bailin.


"Aku di undang Jiarong untuk menemui ketua sektenya. Katanya leluhur sekte Lin'an berasal dari Negeri Sabit," ucap Astara.


"Baguslah, berarti kita tidak usah tinggal di gua yang bau ini," ucap Bailin.


Astara berdiri dari tempatnya. "Aku mau ke sekte Lin'an. Apa kau mau ikut?"


"Tentu saja," ucap Bailin dengan suara kerasnya.


Mereka berdua berjalan menuju sekte Lin'an.


Astara memberi salam penghormatan kepada dua penjaga gerbang. "Kami di undang oleh putri Jiarong untuk bertemu dengan ketua sekte."

__ADS_1


"Mana buktinya," ucap penjaga gerbang dengan wajah sangar.


Astara terlihat tidak paham, melirik ke Bailin. Pintu gerbang tiba-tiba terbuka, Jiarong dan dua pengawas berdiri tersenyum menatap Astara.


Jiarong memberi salam penghormatan kepada Astara. "Kakak pengawal, biarkan mereka masuk."


Dua pengawal itu menurunkan tombaknya mempersilahkan Bailin dan Astara masuk.


"Aku minta maaf, atas sambutannya yang tidak sopan Tuan Pendekar."


Tiba-tiba, ada tali berwarna emas melesat ke udara, lalu mengikat tubuh Bailin sehingga tidak bisa bergerak.


"Apa-apaan ini!" seru Bailin.


Jiarong dan Astara pun terkejut. Terlihat seseorang dengan rambut panjang lurus serta kunciran di belakang memakai baju hanfu berwarna coklat mengendalikan tali itu.


"Senior Hai Xuan, apa yang senior lakukan," ucap Jiarong.


Astara memberi salam. "Tuan, walaupun temanku siluman, tapi dia tidak menyakiti manusia."


"Siluman tetaplah siluman." Hai Xuan bersikeras.


"Senior tolong lepaskan saudara temanku, mereka dari sekte bunga teratai," bujuk Jiarong.


Hai Xuan melunak menatap Jiarong dan Astara, lalu melepasksn ikatan Bailin.


"Kau ada masalah denganku ya," ucap Bailin sambil menggerak-gerakan tubuhnya karena terasa pegal.


Hai Xuan terlihat tidak peduli dengan Bailin, lalu mempersilahkan mereka menemui ketua sekte.

__ADS_1


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Ayah!" panggil Jiarong.


Seorang berjenggot dan berkumis lebat membuka pintu. "Jiarong, ada apa?"


"Lihat siapa yang aku bawa," ucap Jiarong tersenyum manis.


"Siapa mereka?" tanya sang Ayah.


"Ini namanya Astara dan ini Bailin pendekar dari sekte Bunga Teratai."


Astara dan Bailin menundukkan setengah badannya memberi penghormatan.


Sang Ayah tersenyum riang dan mempersilahkan masuk Astara dan Bailin. Jiarong membuatkan teh hijau untuk Astara dan Bailin yang tengah duduk dengan sang ayah.


"Perkenalkan, namaku Gongfu ketua sekte di lereng gunung Lin'an.


"Hormat murid kepada ketua sekte," ucap Astara.


"Waktu kecil aku pernah mengunjungi Negeri Sabit dan punya teman di sana. Bagaimana keadaan guru Dwi Pala?" tanya Gongfu dengan riang.


Astara menunduk, seketika itu wajahnya terlihat sedih. "Guru telah meninggal dibunuh asyura."


Gongfu pun ikut sedih sambil mengelus jenggot panjangnya. "Aku turut bersedih dengan kematian guru Dwi Pala."

__ADS_1


Bailin memukul meja yang membuat ketua sekte dan Astara terperanjat. "Ini gara-gara kaum asyura yang kejam itu!"


"Bailin jaga sikap," tegur Astara lirih.


__ADS_2