Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Raja asyura mulai bertindak.


__ADS_3

Sementara di kahyangan, Kaisar langit begitu murka karena keempat ksatria langit di kalahkan raja asyura. Untung saja mereka di selamatkan dewa pagoda di reruntuhan. Sehingga nyawa mereka berempat bisa Selamat.


Kaisar langit memerintahkan pasukan terkuatnya untuk menghadapi bangsa asyura. Ribuan prajurit langit di kerahkan untuk menyerbu istana asyura yang sudah membuat keonaran itu. Dewa Matahari yang bernama Muyuan dipilih untuk memimpin perang ini.


Dewa bumi tiba-tiba datang hendak mengabarkan sesuatu. "Yang Mulia, maaf kalau hamba lancang."


"Ada apa dewa Bumi?" tanya kaisar langit.


"Istana asyura berada di perbatasan dunia manusia, jika yang mulia melakukan penyerangan besar-besaran, hamba takut akan menghancurkan alam manusia secara tidak langsung," ucap dewa bumi.


"Betul yang mulia, jika kita menyerang istana asyura, maka bisa di pastikan alam manusia akan rusak, dan butuh ribuan bahkan jutaan tahun untuk bisa mengembalikannya," tambah dewa petir.


Kaisar langit menatap ke depan, dia tampak berpikir efek yang akan di timbulkan jika melakukan penyerangan.


"Bagaimana kalau kita mengirim dewa tingkat tinggi untuk menyerang istana asyura, dengan begitu kerusakan yang ada di bumi bisa dihindarkan," ucap dewa bumi.


"Terlalu beresiko. empat ksatria langit saja tumbang oleh raja asyura," ucap dewa pagoda.


"Bagaimana kalau kita bantu reinkarnasi dewa Narendra menemukan keempat kristal yang menjadi simbol kekuatannya," usul dewa bumi.

__ADS_1


"Dewa Narendra sedang menjalankan takdirnya, kita para dewa tidak boleh mencampuri urusan manusia, itu melanggar aturan langit. Begini saja, kita awasi pergerakan kaum asyura, jika mereka sedang melakukan kejahatan, segera serang mereka,"


ucap kaisar langit.


"Dewa pagoda, siapkan bola pengintai untuk mengawasi pergerakan dari kaum asyura," perintah kaisar.


"Baik, Yang Mulia."


Di alam asyura, Birawa sang raja asyura tanpa diduga bisa mendengar percakapan para dewa yang ada di kahyangan. Raja asyura hanya tertawa melihat kepanikan di istana langit sekembali dirinya.


"Ada apa Yang Mulia, sepertinya Yang Mulia sedang gembira?" tanya Liyan panglima tertinggi kaum asyura.


"Di langit sedang panik karena aku berhasil mengalahkan empat penjaga langit," jawab raja asyura.


Seorang prajurit asyura pun berlari hendak menghadap. "Lapor, Paduka."


"Ada apa?" tanya Liyan.


"Zhang Yutang tewas tetimbun reruntuhan," ucap seorang prajurit.

__ADS_1


"Apa ... dasar bodoh!" pekik Liyan.


"Kau tenanglah, Liyan. Aku sudah tau sebelum prajurit itu menghadap."


"Maafkan saya, Paduka."


"Zhang Yutang orang yang penuh ambisi, tapi tidak memilki otak yang cerdas, jadi wajar saja dia kalah dari reinkarnasi dewa Narendra."


"Apa berikutnya rencana, Paduka?" tanya Liyan.


"Aku akan menyelinap ke istana langit, dengan kekuatan buah persik, hawa iblisku tidak akan di ketahui oleh para dewa. Aku akan mencuri kembali gulungan budha." Raja asyura tertawa.


"Hamba mengerti paduka."


"Kau dan Rabah aku pasrahkan menjaga istana ini. Sementara ini, kalian tidak usah menyerang manusia karena dewa pagoda sedang memata-matai pergerakan kita," ucap raja asyura.


"Hamba dan paduka Rabah akan menjalalankan perintah Raja asyura," ucap Liyan.


Raja asyura pun mengubah dirinya menjadi prajurit dewa kelas rendah, lalu terbang ke atas langit menuju kahyangan.

__ADS_1


Di alam manusia, Astara Bailin terlihat berkemas hendak mencari keberadaan Jiarong dan Xiao Yu.


"Coba kau panggil dewa bumi, supaya diberikan petunjuk tentang Jiarong," ucap Bailin.


__ADS_2