Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Sebuah Goncangan.


__ADS_3

"Bagaimana cara menghentikan Aura kegelapan?" tanya Astara.


"Dewi bulan dan dewi jingga mampu menetralkan aura kegelapan. Tapi, Jiarong sekarang tidak punya energi ki lagi. Satu-satunya cara harus membunuh dewa yang dirasuki aura hitam, atau akan terjadi kerusakan yang semakin parah," jawab dewa bumi..


"Mungkin dewi bulan bisa membantu kita," ucap Astara.


"Tapi, sekarang kita tidak tau dimana dewi bulan berada," balas dewa bumi.


"Disana ada cahaya!" seru Xiao Yu.


"Syukurlah." Bailin berlari riang. Dia melihat sebuah gunung es besar dan air terjun yang membeku.


Astara dan dewa bumi menyusul Bailin dan Xiao Yu. Tanda V di kening Astara bersinar. Astara merasakan sedikit pusing. Sinar tanda itu mengarah ke gunung es.


"Bailin, jaga Jiarong," ucap Astara berusaha mengendalikan diri.


"Tanda di keningnya bersinar, kristal Narendra ada di sekitar sini," ucap dewa bumi.


Astara melayang, gunung es itu tiba-tiba retak. Goncangannya sampai terasa di kota. Dewa petir yang sedang mencari Jiarong, melihat dari kejauhan energi kuat di perbatasan negeri salju. Segera dia terbang mencari tau.


Astara berteriak mengendalikan dirinya dari kekuatan besar yang seakan menariknya. Astara terdedot masuk melalui retakan gunung es itu.

__ADS_1


"Astara!" Teriak Bailin.


"Tenang Bailin Astara akan baik-baik saja," seru dewa bumi.


Kristal Narendra berwarna hijau ada di depan Astara.


"Aku sudah lama menunggumu," ucap kristal itu


"Kau bisa berbicara?" Astara seolah berada di alam lain.


"Aku bagian dari dirimu. seratus dua puluh tahun yang lalu, aku jatuh di sebuah kawah yang besar. Dengan energi saljuku, seiring berjalannya waktu, kawah ini aku buat menjadi gunung es." Kristal berwarna hijau itu memutari Astara.


"Sekarang bersiaplah memiliki kecepatan yang tak terkalahkan." Kristal Narendra hijau itu masuk ke dalam tubuh Astara.


Astara tersentak, mencoba menetralkan energi ki yang besar dari kristal hijau. Dengan sekali teriakan ledakan terjadi di tengah gunung es itu. Astara keluar dengan dengan kilatan petir hijau di sekelilingnya.


Bailin, Xiao Yu, dan dewa bumi tercengang dengan kekuatan Astara. Kecepatan Astara bertambah sepuluh kali lipat.


"Ini luar biasa!" Astara memamerkan kecepatannya kepada teman-temannya. Dia mengambil air penyembuhan dari kota Lin'an dan sampai di negeri salju tidak kurang dari lima menit.


"Itu 'kan air penyembuhan. Kau semakin hebat, Astara. Jarak dari kota Lin'an dan Negeri Salju ribuan mil, tapi kau bisa mencapainya hanya lima menit saja," ucap Bailin.

__ADS_1


"Sebenarnya aku menggunakan tehnik menghilang," ucap Astara.


"Kau bisa menggunakan tehnik menghilamg sampai ribuan mil, kekuatan apa itu," ucap Bailin sedikit iri.


"Ada energi jahat menuju ke sini." Astara mendongak ke atas.


Dewa petir menatap tajam Astara. "Kau telah menipuku."


"Siapa kau?!" pekik Astara.


"Itu dewa petir!" sahut dewa bumi.


"Hati-hati, Astara. Dia sangat kuat!" teriak Bailin.


"Xiao Yu, Bailin bawa Jiarong ke tempat yang aman. Biar aku menghadapi dewa jahat ini," titah Astara.


Bailin dan Xiao masuk ke dalam gua magma kembali. Sedangkan dewa bumi, menggunakan energi ki untuk menutup bola pengintai yang bersembunyi di balik gunung.


"Hehehe ... sekarang dewa yang ada di langit tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi," ucap dewa bumi


Kaisar kegelapan Soma pun marah karena tidak bisa melihat situasi yang ada di bumi.

__ADS_1


__ADS_2