
Bailin mengikuti Jiarong dari belakang melewati jalur alternatif.
"Dulu waktu kecil ayahku sering mengajakku lewat jalur ini," ucap Jiarong.
Tak berselang lama, Bailin dan Jiarong tiba di puncak gunung. Mereka bedua melihat pasukan ular yang sudah tumbang. Semuanya sudah mati, Bailin dan Jiarong mencari tubuh Xiao Yu.
"Bailin!" teriak Jiarong yang melihat Xiao Yu terluka parah tidak sadarkan diri. Bailin segera menghampiri Jiarong.
Jiarong memegang nadi Xiao Yu. "Dia masih bernapas."
"Cepat obati dia dengan air penyembuhanmu," ucap Bailin.
Namun dari atas langit, kilatan petir menyambar ke lokasi tempat Bailin dan Jiarong berada. Segera Bailin maengajak Jiarong bersembunyi. Bailin tau siapa yang datang, dia menekan hawa silumannya supaya ksatria langit timur tidak mengetahui keberadaannya.
"Siapa itu?" tanya Jiarong lirih.
"Itu adalah ksatria langit timur, jangan sampai keberadaan kita diketahui olehnya," jawab Bailin.
"Sepertinya dia orang baik," ucap Jiarong.
__ADS_1
"Kau belum saatnya bertemu dengannya," balas Bailin.
Ksatria langit timur terlihat melihat reruntuhan istana ular hijau. Setelah tau apa yang terjadi, ksatria langit terbang menuju kahyangan.
"Ksatria langit timur melapor kepada Yang Mulia," ucap ksatria langit timur memberi hormat kepada kaisar langit.
"Apa kau sudah mendapat jawaban?" tanya kaisar langit.
"Di puncak gunung Lin'an terjadi kekacauan. Istana ular hijau hancur yang mulia."
"Siapa yang menghancurkannya?"
"Cari terus, makhluk apa yang menyebabkan lonceng langit bergetar," ucap kaisar langit.
"Yang Mulia, beberapa waktu yang lalu, laut Hindia bergejolak. Guci budha yang di dalamnya ada jiwa raja asyura telah hilang," ucap raja naga laut barat.
"Apa! Kenapa kau baru bilang!" Kaisar langit tampak kesal.
"Maaf atas kelalaian hamba, Yang Mulia." Raja naga laut barat berlutut memohon ampun.
__ADS_1
"Yang Mulia." Dewa pagoda berbicara. "Walaupun guci itu sudah ada yang menemukan, namun raja asyura tidak mungkin bangkit. Tubuhnya telah hancur terkena api neraka paling bawah. Kecuali ada orang yang bisa mengambil sepuluh darah dewa."
Kaisar langit mengelus janggut panjangnya tampak berpikir. "Utus dewa perang turun ke bumi, ambil guci itu kembali!"
Dewa perang yang sedang patroli menghadap kaisar langit. "Hamba siap melaksanakan perintah, Yang Mulia."
"Turunlah kau ke bumi menjadi seorang manusia, ambil guci milik raja naga laut timur. Aku tanggalkan baju zirah dan setengah kekuatanmu supaya keberadaan dewamu tidak diketahui bangsa asyura." Kaisar langit mengubah penampilan dewa perang menjadi manusia biasa.
"Namamu kini adalah Yang Guo." Dewa perang pun turun ke bumi.
Di tempat lain, Jiarong menggunakan air penyembuhan untuk mengobati luka bakar yang dialami Xiao Yu.
"Aliran napasnya sudah mulai normal. Bailin bawa Xiao Yu ke tempat Astara," ucap Jiarong.
Bailin menggendong Xiao Yu menuju gua. Jiarong berjalan di depan sebagai penunjuk arah.
"Jiarong, dari mana kau belajar mengobati orang dengan air penyembuhan itu?" tanya Bailin.
"Aku tidak tau, ini tiba-tiba saja terjadi. Pertama kali aku mengobati orang dengan air penyembuhan saat ayahku terkena duri ranting pohon di kakinya. Aku tidak sengaja mengambil air di danau Lin'an, lalu mengusap ke kaki ayahku yang terluka, tanpa disadari luka itu tertutupi," ucap Jiarong.
__ADS_1
"Pantas saja dia sangat mencintai Astara, ternyata dugaanku benar, dia reinkarnasi dari dewi Jingga," batin Bailin.