
Aura kegelapan dewa perang mampu menyerap serangan yang dilancarkan dewa pagoda dan dewa matahari. Kekuatan dewa perang kini sudah melebihi para dewa tingkat tinggi.
"Hahaha ... tak kusangka, aura kegelapan ini menambah daya tempurku dengan signifikan, aku seperti tidak memiliki lelah." Dewa perang kagum dengan kekuatannya yang sekarang.
"Kau jangan sombong dulu Soma!" Dewa matahari dan dewa pagoda menyatukan kekuatan membentuk pagoda raksasa bernyalakan api matahari.
"Coba kau tahan serangan ini!" dewa pagoda dan dewa matahari melepas pagoda raksasa bernyalakan api itu ke arah dewa perang.
Dengan sekuat tenaga, dewa perang menahan laju pagoda itu. Otot-otot tubuhnya keluar karena tekanan dari pagoda itu. Dewa perang terus berteriak menetralkan serangan gabungan dewa pagoda dan dewa matahari. Aura kegelapan yang dipancarkan dewa perang keluar dari tubunya menyelimuti pagoda raksasa itu.
Serangan api pagoda raksasa itu mengecil dan terus mengecil sampai tidak tersisa ditelan aura kegelapan. Dewa pagoda dan dewa matahari terbelalak, serangan sekuat itu bisa dinetralkan oleh aura kegelapan.
Dewa perang tersenyum lebar, matanya membulat. Dewa perang mengembalikan Serangan api pagoda raksasa itu melalui telapak tangannya. Dewa matahari dan dewa pagoda tidak siap untuk menghindar, serangan itu terlalu cepat. Dua dewa itu sekuat tenaga menahan serangannya sendiri.
"Kita harus bertahan!" ucap dewa matahari sekuat tenaga menahan serangannya sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah tidak kuat lagi!" teriak dewa pagoda.
Ksatria langit selatan tiba-tiba muncul dengan pusaka gada raksasa, dihantamnya pagoda api itu hingga hancur. cahaya merah terang pun terpancar sampai ke istana langit. Dewa bumi yang melakukan perjalanan ke kahyangan merasakan energi jahat berada di selatan pintu kahyangan.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya ksatria langit.
Dewa matahari dan dewa pagoda kelelahan, tangannya terlihat lemas.
Sedangkan, Jiarong, Xiao Yu dan beruang kutub merasakan getaran dahsyat di atas sana.
"Sepertinya tempat ini sudah tidak aman lagi, kita harus segera keluar dari tempat ini," ucap Xiao Yu dengan tubuh terombang-ambing.
Di atas penjara langit, ksatria langit utara dan timur datang untuk membantu ksatria langit selatan.
"Dewa matahari dan dewa pagoda, kalian istirahatlah dulu pulihkan tenana kalian, biar kami yang menghadapi dewa busuk ini," ucap ksatria.
__ADS_1
"Berani kau menghinaku, akan aku patahkan tulang-tulang kalian para anjing kahyangan." Mata dewa perang menyala hitam menyerang tiga ksatria langit dengan kecepatan kilat.
Ksatria langit menahannya dengan energi pelindung, namun dewa perang dengan cepat berbalik dan berada di belakang tiga ksatria langit. Dengan kecepatan kaki seribu tendangan, telak mengenai tiga ksatria langit hingga nenghancurkan bangunan penjara langit.
Sebagian tahanan pun terluka terkena reruntuhan bangunan. Jiarong, Xiao Yu dan beruang kutub beruntung mereka bisa selamat dari reruntuhan dan kabur dari tempat itu.
"Kita belum mendapatkan daun kehidupan itu, kita harus tetap ada di sini," ucap Jiarong.
"Tenanglah, Jiarong. Dewa bumi sedang menuju kahyangan untuk meminta daun pohon kehidupan," balas beruang kutub.
"Kita cepat turun ke bumi, untuk menjaga Astara," ucap Xiao Yu.
"Bagaimana kalau dewa bumi tidak berhasil mendapatkan daun pohon kehidupan." Jiarong tampak khawatir.
"Percayalah, Jiarong. Dewa bumi pasti kembali membawa hasil," bujuk beruang kutub.
__ADS_1
Jiarong dengan ragu kembali menemui Astara.