Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Mengambil Kembali Darah Dewa.


__ADS_3

Yang Guo kembali ke kamar membanting apa yang ada di depannya. Dia sudah terlambat, ternyata reinkarnasi dewi Jingga dan Dewa Narendra sudah menikah di alam dunia. Yang Guo pergi karena tidak bisa menahan rasa cemburunya.


"Urusanku belum selesai, aku harus membunuhnya, kalau tidak kau akan mengancam posisiku," gumam Yang Guo mengepalkan tangannya secara kuat.


Yang Guo kembali mendengar seruling yang dimainkan oleh Jiarong. Dia segera menutup telinganya karena akan mengingatkan rasa sakit hatinya pernah di tolak dewi Jingga.


Sedangkan, Jiarong dan Astara tengah berada di atas bangunan menikmati keindahan bulan purnama.


"Kau tau tidak, saat melihat bulan purnama sepertinya tehnik pengobatanku meningkat," ucap Jiarong bersandar di pundak Astara.


"Mungkin karena istriku ini reinkarnasi dari dewi kesuburan," jawab Astara.


"Tapi aku pernah mendengar dari cerita ayah, kalau setiap bulan purnama kekuatan para dewa melemah."


"Hanya sebagian, untuk dewa tingkat tinggi itu tidak berlaku." Astara mencium rambut indah Jiarong .

__ADS_1


Di istana asyura, Zhang Yutang tengah bersiap mengambil darah parah dewa. Ratusan Lilin sudah disiapkan oleh Rabah untuk menjaga Zhang Yutang jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan.


Rabah duduk di tengah ratusan lilin yang melingkarinya sambil duduk bersila. "Apa kau sudah siap?"


Zhang Yutang mengangguk mantap.


"Ingat kau tidak boleh menggunakan kekuatan asyura," ucap Rabah.


"Baik, Paduka. Saya yakin malam ini bisa membangkitkan raja asyura," ucap Zhang Yutang memberi salam penghormatan.


"Siapa kau, beraninya memasuki kawasan para dewa!" hardik salah satu dewa


Zhang Yutang tersenyum sinis, tanpa basa-basi dia langsung menyerang para dewa itu. Pedang ruyi milik dewa bintang menjadi senjata andalannya untuk mengambil darah dewa tersebut.


Para dewa itu menghindar dengan susah payah saat kibasan pedang ruyi menghantam ke arah mereka. Para dewa itu pun terkejut, dari mana manusia itu mendapat pedang milik dewa bintang.

__ADS_1


"Sepertinya dia memang sengaja menunggu kesempatan ini," ucap salah satu dewa yang terluka.


"Tapi kita tidak ada cara lain selain melawannya." timpal dewa yang lainnya.


"kalian para dewa rendahan tidak akan bisa mengalahkanku," ucap Zhang Yutang menyombongkan diri.


"Kau jangan berlagak anak manusia. Kenapa kau lancang memasuki kawasan para dewa!?."


"Karena aku ingin membunuh kalian." Dengan tatapan tajam Zhang Yutang menyerang para dewa itu. Para dewa itu hanya bisa menghindar, pedang ruyi yang dimiliki Zhang Yutang terlalu kuat untuk dewa yang kehilangan setengah kekuatannya.


"Cepat panggil ksatria langit, kita butuh bantuannya!" Salah satu dewa meniupkan terompet ke arah timur. Kastria langit timur yang mendengarkan panggilan itu segera bangun dari meditasinya dan terbang menuju sumber suara itu.


Di tengah pertarungan para dewa satu persatu mulai tumbang oleh tebasan angin yang dilancarkan Zhang Yutang. raja asyura mulai membisikan ke dada Zhang Yutang untuk mengambil darah mereka . Zhang Yutang pun mengikuti perintah raja asyura dan meminum para darah dewa yang telah tumbang.


Tubuh Zhang Yutang mengalami reaksi yang panas, dia berteriak mencoba menetralkan energi ki yang besar dari dalam dirinya. Namun, tubuhnya tidak mampu menahan kekuatan besar itu.

__ADS_1


__ADS_2