Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Mencari Tao Feng.


__ADS_3

Astara menghentakkan kaki sebanyak tiga kali. Dewa bumi pun muncul dari dalam tanah.


"Ada perlu apa kau memanggilku, Astara?"


"Jiarong dan Xiao Yu tersedot di dalam sebuah kotak, mohon dewa bumi membantu saya untuk menemukan keberadaan mereka," ucap Astara.


"Haiya ... mana aku tau. Tugasku hanya menyeimbangkan alam manusia supaya tidak terjadi bencana alam," jawab dewa bumi.


"Jiarong dan Xiao Yu tersedot ke dalam kotak peralihan dewa bumi," ucap Bailin.


"Kotak peralihan? Itu kotak milik dewa pagoda." dewa bumi mengerutkan dahi.


"Zhang Yutang yang membawa kotak itu," ucap Astara.


"Dari mana dia mendapatkan kotak itu?" tanya dewa bumi.


"Mana ku tau, kami memanggilmu mau mencari petunjuk keberadaan mereka berdua," sahut Bailin dengan nada kesal.


"Kalau begitu pergilah ke gunung kulun, di sana ada seorang peramal yang bernama Tao Feng. Mungkin dia tau keberadaan Jiarong dan siluman ular hijau itu."


Astara terlihat sumringah dan mengucapkan terima kasih kepada dewa bumi.


"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap dewa bumi.


Astara dan Bailin pun terbang menuju gunung kulun.


"Astara, kita harus hati-hati. Gunung kulun adalah daratan berpasir yang terletak di kota Bangau, di sana banyak sekali perompak," ucap Bailin.

__ADS_1


"Iya, aku tau. Aku juga sudah membawa ganoderma merah untuk berjaga-jaga," ucap Astara.


"Kita sudah sampai." Kekuatan sihirnya Bailin dan Astara sampai di kota Bangau.


"Mana gunung kulun itu?" tanya Astara.


"Itu." Bailin menunjuk gunung dengan bentuk budha yang sedang tertidur.


"Seperti ukiran patung budha raksasa." Astara takjub.


"Ayo kita tanya orang," ucap Bailin.


Astara melihat seorang yang menggendong kayu bakar di punggungnya.


"Saudara, apa kau pernah melihat peramal yang bernama Tao Feng?" tanya Astara.


"Ada apa dengan mereka." Bailin bingung menggaruk belakang kepalanya.


"Kita lanjutkan perjalanan saja," ucap Astara.


"Kita tanya lagi," ucap Bailin.


"Paman, apa paman tau di mana Tao Feng tinggal?" tanya Astara ramah.


"Si-siapa kau. Jangan menyebut nama itu di kota ini." Paman itu terjatuh, lalu segera berlari menjauh dari Astara dan Bailin.


"Siapa sebenarnya Tao Feng itu?" Bailin terlihat bingung bertolak pinggang.

__ADS_1


"Sepertinya orang yang bernama Tao Feng memiliki reputasi buruk di sini," ucap Astara.


"Kalau tidak ada yang memberi informasi, bagaimana kita bisa menemukannya," ucap Bailin kesal.


"Dewa bumi bilang, Tao Feng ada di gunung kulun, lebih baik kita ke sana," ucap Astara.


"Itu berarti kita hatus menghadapi perompak pasir itu."


"Tidak ada cara lain, Bailin."


Bailin mengikuti langkah Astara dengan malas.


Di lembah gunung kulun, Terdapat penduduk yang menggunakan rumah kerucut. Penduduk itu terlihat tajam menatap Astara dan Bailin.


"Hati-hati, Astara. Sepertinya mereka tidak ramah terhadap kita," bisik Bailin.


Tiba-tiba seorang pria setengah baya yang membawa gerobak gandum terjatuh karena tidak kuat menarik beban. Astara dan Bailin dengan sigap menolong pria setengah baya itu.


"Terima kasih, pendekar."


"Tidak masalah paman. Mari saya antar gerobak ini ke tempat tujuan," ucap Astara.


"Sekali lagi terima kasih," ucap Pria setengah baya itu.


Setelah mengantar gerobak berisi gandum ke seorang tengkulak. Astara dan Bailin kembali melanjutkan perjalanan.


"Tunggu pendekar!" panggil pria paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2