
"Dan Kau bisa masuk bersama Jiarong di tempat yang jauh dari kota Lin'an," ucap Yang Guo.
Zhang Yutang tersenyum licik menatap ke depan, lalu dia membuka kotak kecil berwarna hitam itu dan mengarahkannya ke Yang Guo. Yang Guo yang tidak siap tersedot ke dalam kotak itu dan terlempar ke tempat yang jauh dari Lin'an.
Zhang Yutang berdiri, lalu tertawa lepas di antara hutan yang telah hancur. "Dasar bodoh! Iblis di ajak kerja sama?"
Zhang Yutang pun kembali ke sekte Lin'an hendak menuntaskan dendamnya. Dia melayang di atas bangunan megah sekte. Para murid sekte pun terkejut melihat Zhang Yutang melayang di udara.
Zhang Yutang mengumpulkan energi ki di tangannya membentuk aura api dan menghempaskannya ke arah para murid yang sedang berlatih. Sontak mereka berteriak mencoba menghindari serangan dari Zhang Yutang. Bangunan di sekitar tempat pelatihan pun terbakar. Gongfu yang keluar dari Aula segera menggunakan energi ki untuk memadamkan bangunan.
Dia melihat Zhang Yutang dengan wajah penuh amarah. "Zhang Yutang, apa yang kau inginkan dari sekte Lin'an?"
Zhang Yutang turun di depan Gongfu. "Aku hanya ingin Jiarong menjadi milikku dan bisa membunuh Astara!"
"Kalau begitu langkahi mayatku." Gongfu bersiap memasang kuda-kuda, dia tidak rela putri semata wayangnya jatuh di pelukan manusia seperti Zhang Yutang.
__ADS_1
"Apa kau yakin akan melawan ku, Guru?" Zhang Yutang terlihat percaya diri.
Gongfu mulai melakukan penyerangan dengan ilmu bela diri yang dia kuasai. Zhang Yutang bisa menghindari serangan Gongfu dengan mudahnya.
"Apa tidak ada lagi serangan yang lebih berbahaya," ucap Zhang Yutang sambil menangkis serangan Gongfu.
Gongfu mulai menjaga jarak, dia hendak mengeluarkan serangan terbaiknya. Gongfu mengepalkan kedua tangannya, dia berteriak, aura berwarna keemasan terlihat di kedua tangannya yang mengepal.
"Jurus pukulan dewa!" Gongfu menyerang pukulan dari tangannya yang mampu membuat Zhang Yutang menghindari serangan itu.
"Aku akan mengakhiri semua ini!"
"Jangan mimpi kau iblis!" seru Gong fu.
Kekuatan pukulan dewa milik Gongfu dan Cakar iblis milik Zhang Yutang beradu. Terlihat sama kuatnya. Namun, Gongfu mulai kwalahan ketika dia menambahkan energi ki ke dalam serangannya itu. Gongfu berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, tapi pada akhirnya dia terpental menatap pilar bangunan. Darah segar mengalir di mulutnya.
__ADS_1
Zhang Yutang Tertawa sambil melangkah pelan menghampiri Gongfu. "Harusnya kau sudah pensiun, Pak Tua. Biarkan aku yang meneruskan menjadi ketua sekte Lin'an.
Gong fu hanya menatap tajam Zhang Yutang sambil memegang dadanya yang terkena luka dalam.
"Karena kau telah merawatku dari kecil, aku akan segera mencabut nyawamu supaya kau tidak kesakitan lagi," ucap Zhang Yutang tersenyum menyeringai.
Zhang Yutang merapatkan kedua jemarinya dan hendak memghabisi Gongfu dengan pedang Angin, tapi Astara yang baru saja memulihkan kondisi Jiarong dengan sigap menangkis serangan Zhang Yutang.
"Ayah!" Jiarong berlari menolong Gongfu.
Zhang Yutang tersenyum sinis melihat Astara.
"Bailin, bawa ketua sekte dan Jiarong ke tempat yang aman," perintah Astara.
"Baik." Bailin pun menghilang membawa Gongfu dan Jiarong ke ruang bawah tanah. Xiao Yu mengambil air penyembuhan menyusul Bailin, Jiarong dan Gongfu.
__ADS_1
Kini di lapangan pelatihan hanya ada Astara dan Zhang Yutang.