
Ternyata dinding pelindung itu adalah pagoda milik dewa pagoda yang di ubah menjadi dinding tebal. Aura dewa Astara yang sempat dihisap pun kembali. Dewa pagoda bangkit terlihat begitu marah.
"Beraninya kau menghancurkan pagoda dewaku." Aura dan cambuk api biru menyelimuti tubuh dewa pagoda.
"Astara hati-hati, jangan sampai terkena cambuk itu, cambuk api biru milik dewa pagoda tidak bisa di padamkan!"seru dewa bintang.
Astara mengangguk. "Serahkan padaku."
Dewa pagoda mulai bertarung secara serius. Cambuk api biru itu bisa memanjang. Astara menggunakan aura hijau untuk menghindarinya. cambuk api biru itu meninggalkan bekas api di bebatuan yang tidak bisa padam.
Astara menggunakan tehnik membagi tubuh untuk mengecoh lawan. Dewa pagoda memutar cambuk ai biru untuk menghancurkan cloningan Astara.
__ADS_1
"Jurusmu itu tidak ada artinya bagiku." Tatapan mata waspada terlihat pada diri dewa pagoda.
Astara keluar dari tanah dan menggunakan tebasan pedang angin Narendra. Tebasan pedang angin itu mengenai punggung dewa pagoda yang membuatnya terpental menyusur ke tanah. Astara melesat dan menancapkan pedang Narendra ke tubuh dewa pagoda yang masih tergeletak.
Namun, Tubuh dewa pagoda berubah menjadi kobaran api biru yang membakar Astara. Astara berteriak kepanasan, zirah emas tidak cukup melindungi tubuh Astara dati panasnya api biru. Kristal Narendra yang ada di dalam tubuh Astara bereaksi menyerap api biru yang membakar.
Astara berdiri terengah-engah menatap tajam dewa pagoda. Dewa pagoda terbelalak melihat tatapan Astara. Dewa pagoda memperkuat ketahanan tubuhnya untuk menyerang Astara. Cambuk api biru dengan kilatan petir melesat kuat. Astara dengan tenang menangkap cambuk itu. Aura coklat diaertai kilatan petir menyelimuti tubuh Astara.
Astara dengan kecepatan kilat terus menghajar dewa pagoda hingga api biru yang ada di tubuhnya semakin mengecil. Dewa pagoda tidak berdaya, dia terlihat lemas. Astara melempar bola energi melakukan serangan terakhir. Bola energi itu telak mengenai tubuh dewa pagoda hingga tidak sadarkan diri. Rantai emas dikeluarkan untuk mengikat dewa pagoda.
"Dengan ini selesai sudah." Astara mendongak menatap pertarungan antara dewa hujan dan dewa bintang.
__ADS_1
Jurus membagi tubuh digunakan Astara untuk melawan ribuan monster air yang menyulitkan itu. Dengan ini dewa bintang bisa berkonsentrasi melihat tubuh Asli dewa hujan.
"Astara tancapkan pedangmu ke tanah, tubuh aslinya bersembunyi di bawah tanah!" seru dewa bintang.
Astara terbang mengangkat pedang Narendra. Dengan kekuatan penuh, Astara menghujamkan pedang Narendra ke tanah. Ledakan pun terjadi, dewa hujan terpental. Monster air pun menghilang. Dewa bintang segera menggunakan energi bintang lima untuk melumpuhkan dewa hujan.
Dewa hujan yang sedang terluka, tidak berkutik menerima serangan energi bintang lima. Ledakan energi bintang lima membuat dewa hujan tidak sadarkan diri. Segera, dewa bintang mengeluarkan rantai emas untuk mengikat dewa hujan. Astara dan dewa hujan tersenyum riang karena berhasil mengalahkan kedua dewa tingkat tinggi itu.
"Akhirnya semua dewa yang telah dirasuki aura kegelapan bisa kita sadarkan. Dengan ini kita bisa menyerang Soma," ucap Astara.
"Jangan dulu, kita buat rencana terlebih dahulu," balas dewa bintang.
__ADS_1