Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pengkhianat


__ADS_3

"Ini energi ki milik Soma, tidak mungkin dia bisa lolos dari lembah kematian," ucap dewa bintang lirih.


"Bahkan lembah kematian tidak bisa mengurungnya," ucap raja asyura.


"Tubuhku tidak bisa digerakkan, aku sudah sampai batasnya," ucap dewa bintang.


"Kita hanya bisa berharap pada Astara, mudah-mudahan dia bisa mengalahkan Soma," ucap raja asyura.


Sedangkan, Soma sudah sampai di danau hitam. Aura kegelapan mulai menyerap energi jahat dari danau hitam. Seluruh langit tiba-tiba berwarna hitam dan begetar karena ulah aura kegelapan.


"Berapa lama kau bisa menyerap semua energi jahat ini?" tanya Soma yang membantu aura kegelapan menyerap energi jahat dari danau hitam.


"Aku tidak bisa memastikan, energi jahat ini begitu besar," jawab aura kegelapan.


energi jahat dari danau hitam itu membuat tubuh aura kegelapan semakin lama semakin terbentuk.


"Soma terus alirkan energi jahat ini kepadaku, sedikit lagi tubuh abadiku akan kembali," ucap aura kegelapan.

__ADS_1


"Kenapa rasanya tubuhku terasa lemas?" tanya Soma yang terus mengalirkan energi ki untuk membantu aura kegelapan.


"Itu tidak masalah, Soma. Kau akan mendapat kekuatan hebat setelah tubuhku kembali utuh," jawab aura kegelapan.


Soma terus mengalirkan energi ki ke dalam danau hitam.


Di tempat lain, Jiarong mulai tersadar. Dewa bumi mengobati Jiarong dengan air penyembuhan yang di ambil dari danau Lin'an.


"Dewa bumi, dimana aku?" tanya Jiarong sambil memegangi kepala.


"Kau berada di rumahku, kau aman di sini," jawab dewa bumi.


"Dewi bulan?"


"Dewi Jingyi masih dalam pengaruh pil itu. Aku tidak bisa menyadarkannya, kemungkinan besar jiwanya telah diikat dan diganti dengan jiwa siluman jahat," ucap dewa bumi.


Jiarong menggunakan serulingnya untuk menetralkan jiwa jahat dari dewi bulan. Namun, suara seruling itu terpental oleh pil pengaruh itu. Jiarong mencoba kembali dengan menyebarkan sari bunga lotus. Namun, sari itu menjauh dari dewi bulan.

__ADS_1


Dewa bumi menghela napas panjang. "Sepertinya, pil pengaruh itu terlalu kuat. Satu-satunya cara harus membunuh siluman yang menguasai tubuh dewi bulan."


"Tidak bisa, kalau siluman itu dibunuh dari dalam, dewi bulan pasti juga akan mati. Aku akan mencari cara lain untuk menyadarkan dewi bulan," ucap Jiarong.


"Lebih baik kau membantu para dewa yang terluka terlebih dahulu, tenagamu sangat dibutuhkan di sana. Biarkan aku yang menjaga dewi bulan," balas dewa bumi.


Jiarong melunak. "Kau benar, dewa bumi. Baiklah, aku akan segera tebang ke langit. air penyembuhan ini sangat berguna untuk menyembuhkan luka para dewa."


Di langit aura kegelapan sudah menyempurnakan tubuhnya yang telah lama hilang. Seorang laki-laki gagah dengan zirah emas dan mahkota berbentuk naga melayang di udara. Soma yang terlihat kelelahan tersenyum menyeringai di tepi danau.


"Wahai aura kegelapan, bergabunglah denganku," ucap Soma.


Aura kegelapan tersenyum sinis, lalu menghampiri Soma. "Bergabung denganmu, baiklah."


Soma menyeringai menyambut kekuatan baru dari dirinya. Namun, sebuah tangan tiba-tiba menembus jantung Soma. itu adalah tangan aura kegelapan.


"Apa yang kau lakukan padaku," ucap Soma dengan suara parau yang sudah tidak berdaya.

__ADS_1


"Aku tidak mau bergabung dengan orang lemah sepertimu. Selama ini aku hanya memanfaatkanmu. Sekarang, aku tidak membutuhkanmu lagi." aura kegelapan mencabut tangannya dari jantung Soma yang sudah hancur.


__ADS_2