Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Mencari Dewi Bulan


__ADS_3

Dengan aura kristal hijau Astara memegang pundak Bailin, lalu melesat ke gunung kulun.


"Cepat sekali, baru sekejap kita sudah sampai." Rambut panjang Bailin terlihat acak-acakan


"Ayo kita masuk, Bailin." Astara dan Bailin masuk ke rumah kayu yang tampak lusuh.


"Tao Feng, dimana kau!?" teriak Bailin mencari Tao Feng ke sudut rumah.


"Saya Astara hendak menemui audara Tao Feng."


Tao Feng keluar dengan bau yang tidak sedap.


"Bau apa ini?" tanya Bailin menutup hidungnya.


"Ini aromaku, itu kenapa kalau siang aku bersembunyi," jawab Tao Feng.


"Saudara Tao, kami butuh informasi tentang dewi bulan," ucap Astara.


"Bukankah kau susah kuberitahu kalau dewi bulan ada di negeri salju," ucap Tao Feng.

__ADS_1


"Tapi, tanpa petunjuk yang jelas kami susah untuk menemukan keberadaan dewi bulan," ucap Astara.


Tao Feng menghela napas. "Maaf saudara Astara, setelah aku dihukum oleh kaisar langit, aku sudah tidak tau tentang dewi bulan."


"Kalau kau tidak tau apalagi kami," celetuk Bailin.


"Langit sudah dikuasai aura kegelapan, hanya dewi Jingga dan dewi bulan yang bisa bisa menetralkannya. Tapi, reinkarnasi dewi Jingga telah kehilangan kekuatannya, hanya dewi bulan satu-satunya harapan kita," ucap Astara.


"Aku tau sedang terjadi sesuatu yang besar di kahyangan, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa selama kutukan wabah yang ada di tubuhku belum menghilang," ucap Tao Feng.


"Bukankah kau bisa melihat lewat lukisan sihir," sahut Bailin.


Tao Feng mengeluarkan kuas sihirnya melukis di udara memperlihatkan kondisi negeri salju. Bailin dan Astara mengamati letak geografi negeri salju dengan serius.


"Tidak ada tanda-tanda keberadaan dewi bulan. Semua tampak biasa saja, hanya reruntuhan bangunan dan kerusakan alam karena ulah dewa petir bodoh itu," ucap Bailin.


Lukisan sihir itu hilang, Tao Feng terlihat kelelahan.


"Kau kenapa Tao Feng?" tanya Bailin khawatir.

__ADS_1


"Energi ki ku sudah sampai batasnya. Aku siluman wabah hanya bisa hidup di malam hari, di siang hari aku hanya bisa bertahan satu jam." Tao Feng menghilang kembali bersembunyi di suatu tempat.


Bailin berdecak kesal.


"Kita pulang, Bailin. kita diskusikan masalah ini dengan Xiao Yu dan Jiarong." Astara menggunakan kekuatan kristal hijau kembali ke negeri salju.


"Astara kau sudah datang, bagaimana, ada petunjuk?" tanya Jiarong yang langsung mencecar dengan pertanyaan.


Astara menggeleng. "Tao Feng hanya bilang dewi bulan berada di negeri salju. Selain itu, tidak ada petunjuk lagi."


"Terus bagaimana kita mencarinya kalau tidak ada petunjuk yang pasti," ucap Xiao Yu.


"Besok kita berpencar mencari keberadaan dewi bulan ke seluruh pelosok negeri ini. Aku dengan Jiarong mencari ke timur, kamu dengan Bailin mencari ke barat."


"Setuju. Ambil sisik ularku biar kita bisa saling terhubung." Xiao Yu memberikan sisik ular itu kepada Jiarong.


"Lebih baik kita istirahat di kuil ini dulu," ucap Astara.


Di istana asyura, Rabah begitu marah saat mengetahui Liyan panglima kepercayaannya tewas di tangan dewa perang. Dia berniat untuk menyerang istana langit dengan semua prajurit asyura yang ada sekarang. Namun, raja asyura yang belum pulih dari lukanya melarang Rabah untuk melakukan itu.

__ADS_1


"Kahyangan sedang di kuasai aura kegelapan, kau dan prajurit kita tidak akan mampu mengalahkannya," ucap raja asyura.


__ADS_2