
Astara dengan kekuatan aura hijaunya memindahkan manusia ke perbatasan kahyangan. Jiarong dan dewi bulan dengan kekuatan gelembung udara terbang mengangkat manusia ke perbatasan langit. Begitupun dengan dewa yang lainnya.
Dewa bintang dan dewa pagoda melesat ke kahyangan hendak menantang kaisar kegelapan. Soma terlihat siap dengan zirah emasnya menunggu mereka berdua.
"kita bertemu lagi, Guru." Soma tersenyum menyeringai.
"Kita jangan mendekatinya, kita ulur waktu sampai Astara datang," bisik dewa pagoda.
Dewa bintang mengangguk. "Soma, aku ingin bertanya satu hal?"
Soma tersenyum sinis. "Karena kalian sebentar lagi akan mati, aku perbolehkan untuk bertanya."
"Dimana kaisar langit?" tanya dewa bintang.
__ADS_1
"Aku masukan di penjara emas tingkat satu, setiap hari dia akan merasakan siksaan seperti di neraka. Itu sangat pantas untuknya." Soma membulatkan mata.
"Kita tidak bisa menyelamatkan kaisar langit, akan sangat menghabiskan tenaga jika kita ke penjara emas tingkat satu," bisik dewa pagoda.
Tiba-tiba, dari bawah pijakan dewa pagoda keluar api hitam yang mengenai tubuhnya. Dewa pagoda berteriak kepanasan. Api hitam adalah api yang paling panas, walaupun esensi dewa pagoda adalah api biru, tetap saja dia tidak bisa menahan panasnya api hitam. Dewa bintang segera mengeluarkan gulungan untuk menyedot api hitam itu.
Dewa pagoda pun selamat dengan napas yang tersengal. Tubuhnya tidak mengalami luka yang serius. Dewa pagoda berdiri menatap tajam Soma, lalu mengeluarkan aura api birunya. Dengan cepat luka bakar yang di alami dewa pagoda pulih dengan sendirinya.
Soma bisa menghindarinya dengan mudah. Dewa pagoda menambah energi ki nya, lalu mengeluarkan ribuan bola api biru mengelilingi Soma. Dengan sekali gerakan tangan ribuan bola api biru itu meledak ke arah Soma. Ledakannya sampai membuat cahaya di perbatasan langit menyala terang.
Para penduduk bumi yang dipindah mengira itu adalah bintang kejora. Mereka takjub di tengah bumi yang di luluh lantahkan. Para dewa, dewi dan Astara merasakan energi api biru yang besar.
"itu pasti dewa bintang dan pagoda sedang bertarung dengan Soma. Kita harus segera membantu," ucap ksatria langit timur.
__ADS_1
"Tunggu dulu, masih banyak penduduk bumi yang terjebak, kita harus menyelamatkan mereka dulu. Aku yakin dewa bintang dan dewa pagoda punya rencana tersendiri," ucap dewa angin.
Sedangkan di langit ledakan bola api biru terus terjadi. Asap tebal menyelimuti petempuran. Dewa pagoda tersenyum dengan napas tersengal. Energi ki Soma sudah hilang.
Namun suara tawa mengangetkan dewa bintang dan dewa pagoda. Soma sama sekali tidak terluka, dia memakai tehnik pelindung untuk melapisi tubuhnya dari serangan bola api biru.
"Tidak mungkin, harusnya dia terluka dengan serangan sekuat itu." Dewa Pagoda serasa tidak percaya.
"Tehnik pelindung yang hebat," ucap dewa bintang yang ikut kagum.
Soma melesat dan memukul dewa pagoda hingga terpental jauh. Dewa bintang dengan kekuatan cahayanya mencoba menyerang Soma dari belakang, tapi Soma bisa menangkis serangannya dengan mudah. Tangan dewa bintang dicengkram, lalu di banting dengan kuat hingga dewa bintang berteriak mengeluarkan riak.
Dewa bintang sudah merencanakan semua ini. Dari atas, energi bintang lima menyerang Soma bertubi-tubi mengenai kepalanya. Soma kali ini tidak bisa menghindar. Ribuan energi bintang lima telak menghantam tubuhnya.
__ADS_1