Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Lembah Kematian.


__ADS_3

Bailin yang berteduh di bawah pohon kelapa merasakan getaran dan teriakan Soma. Bailin pun berdiri, dengan emosi mengutuk dewa perang itu. Dengan mata berat, Suli terbangun dari pingsannya karena merasakan goncangan.


"Ada apa ini?" tanya Suli lirih.


"Kau sudah bangun istirahatlah dulu." Bailin menyandarkan tubuh Suli di batang pohon kelapa.


"Apa yang terjadi?"


"Sepertinya di langit sedang terjadi sesuatu," jawab Bailin.


"Aku ingin ke sana," ucap Suli.


"Tubuhmu masih lemah, lagi pula kita tidak mungkin bisa menembus pembatas langit," balas Bailin.


Suli menatap Bailin dengan wajah Sayu. "Bailin, apa kau pernah jatuh cinta?"

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Aku pikir kau belum pernah jatuh cinta?"


"Haiya ... kau membuatku semakin bingung. Lebih baik kau istirahat dulu. Aku disuruh Astara untuk menjagamu," ucap Bailin.


Sedangkan di kahyangan, dewa bintang, Astara dan kaisar kegelapan meningkatkan aura dewa mereka bersiap untuk bertarung.


"Itu aura kegelapan, Astara kita harus hati-hati, energi ki Soma meningkat sangat pesat saat aura kegelapan menyelimuti tubuhnya," ucap dewa bintang.


Astara mengangguk.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini, Soma? Aura kegelapan begitu lekat menguasaimu."


"Ini semua gara-gara kaisar langit yang telah menghukumku di lembah kematian," ucap kaisar kegelapan.

__ADS_1


Seribu Lima Ratus Tahun Yang Lalu


Soma dibawa oleh dewa pagoda untuk mendapat pengadilan dari kaisar langit.


"Kau mendapat tugas dari tabib Jianli untuk mendamaikan klan api dan klan tanah sebagai syarat menjadi dewa tingkat tinggi. Tapi, kau malah berhubungan dengan seekor siluman rubah, aku tidak bisa mentolerir tindakanmu. Kau akan dihukum menjadi manusia biasa dan menjalani penderitaan di bumi," ucap kaisar langit.


dewa bintang maju satu langkah untuk membela Soma. "Yang Mulia, mohon beri keringanan untuk Soma. Bagaimanapun juga, dia masih muda dan belum mengerti alam manusia. Mungkin, Soma hanya terbawa perasaan."


"Betul, Yang Mulia. Soma termasuk murid yang berbakat dan punya budi pekerti yang luhur. Kita hanya perlu mengarahkannya supaya tidak mengulang kesalahannya," ucap tabib Jianli.


Kaisar langit mengelus janggut panjangnya mempertimbangkan pendapat dari dewa bintang dan tabib Jianli.


"Baiklah, karena kedua guru ini telah meminta. Aku akan memperingan hukumannya. Aku akan mengirimmu ke lembah kematian selama seratus tahun untuk merenungi kesalahanmu," ucap kaisar langit.


Soma dengan pasrah dibawa dua prajurit langit menuju lembah kematian. Disana tidak ada makhluk yang hidup, hanya ada padang gurun yang gersang jika siang hari udara terasa sangat menyengat dan jika malam hari udara dingin yang membekukan tubuh. Soma harus bertahan selama seratus tahun di tengah dua cuaca yang ekstrem itu.

__ADS_1


Dia hampir mati karena tidak ada tempat perlindungan untuknya. Tubuhnya begitu kurus seiring dia berjalan mencari tempat berteduh dan makanan untuk bertahan hidup. sampai suatu ketika, Soma melihat sebuah gua kecil, dia berjalan tiarap menuju gua itu karena sudah tidak punya kekuatan untuk berjalan menggunakan kakinya.


Soma merasa senang tatkala dia mendapat tempat berteduh. Di gua itu juga ada tetesan air embun dan lumut yang menempel di bebatuan. Soma setiap hari bisa makan dan minum dari lumut dan air embun itu. Sampai suatu ketika, gumpalan asap tebal berwarna hitam pekat menghampirinya. Soma menatap asap hitam itu dengan tatapan waspada.


__ADS_2