
Namun, suara ketukan pintu terdengar dari luar. Bailin segera kabur dengan langkah seribu.
"Senior Hai Xuan, ada apa?" tanya Jiarong heran.
"Aku mencium bau siluman di sini," jawab Hai Xuan dengan tatapan tajam melihat ke segala arah ruangan.
"Dari tadi aku di sini sendirian, tidak ada siapa-siapa," ucap Jiarong.
Hai Xuan menerobos masuk, memeriksa sudut-sudut ruangan. "Hawa siluman di sini sangat pekat." Hai Xuan nenemukan bulu coklat di lantai, lalu dia mencium aroma bulu itu. "Siluman tikus."
Hai Xuan segera keluar dari ruangan mencari siluman tikus itu.
Di taman kecil sekte Lin'an, Bailin menemui Astara dengan napas tersengal.
"Ada apa denganmu, Bailin?" tanya Astara.
"Aku hampir saja ketahuan, ada orang yang mengetuk pintu, aku segera kabur ke sini," ucap Bailin.
"Tunggu, bagaimana kalau dia mencium bau silumanmu?"
Bailin membulatkan mata.
Tiba-tiba tali emas milik Hai Xuan mengikat tubuh Bailin.
"Dasar siluman, beraninya kau masuk ke kamar putri Jiarong," hardik Hai Xuan.
"Senior Hai Xuan, tolong lepaskan Bailin, ini hanya salah paham saja," ucap Astara.
__ADS_1
Para penghuni sekte Lin'an pun menghampiri sumber suara keributan.
"Kau jangan membela siluman ini, dia telah lancang masuk ke kamar Seorang wanita," ucap Hai Xuan tidak mau kalah.
Yutang dengan luka yang belum sembuh datang di tengah kerumunan. "Dari kemarin aku sudah curiga dengan mereka, pasti ada tujuan tertentu."
"Tangkap mereka berdua, jebloskan di penjara," seru murid sekte Lin'an yang telah terprovokasi.
Astara ikut diikat bersama dengan Bailin.
Jiarong datang. "Tunggu, ada apa ini?"
"Mereka menuduh kami masuk di kamarmu!" teriak Bailin.
"Senior Hai Xuan, aku 'kan sudah bilang tidak ada yang berbuat kurang ajar kepadaku. Saat senior Hai Xuan datang, aku juga baru pulang," ucap Jiarong berusaha membela Astara.
"Terus kenapa kalau itu bulu tikus," ucap Jiarong.
"Ini bulu tikus siluman." Hai Xuan melempar bulu tikus itu ke udara, lalu bulu itu berubah menjadi tikus kecil berlari masuk ke semak-semak."
Jiarong dan para murid sekte Lin'an pun terkejut.
"Itu adalah bulu siluman tikus," ucap Hai Xuan.
"Tangkap mereka!" seru Yutang disertai teriakan murid sekte Lin'an.
"Ada apa ini?" tanya Gongfu yang datang melihat kericuhan.
__ADS_1
Jiarong menghampiri Ayahnya. "Ayah, mereka mau membawa pendekar ikat kepala dan Bailin ke penjara."
"Hai Xuan, jelaskan kepadaku," ucap Gongfu
"Siluman tikus ini telah menyelinap di kamar putri Jiarong, Ketua?"
"Pendekar Astara apa benar yang dikatakan Hai Xuan?" tanya Gongfu sambil mengelus janggut panjangnya.
Astara terdiam sejenak. "Saya minta maaf ketua, Bailin memang masuk ke kamar Jiarong, tapi dia tidak bermaksud buruk."
"Bailin, apa yang kamu lakukan di kamar putriku?"
Bailin bingung harus menjawab apa. Dengan spontan Bailin hanya tersenyum nyengir.
"Ketua lihatlah, dia terlihat gugup. Pasti mereka sedang mencari pembenaran," ucap Yutang.
"Yutang, kenapa kau ada di sini, lukamu belum sembuh. Cepat kembali ke kamarmu. Biar ini menjadi urusanku," ucap Gongfu.
"Tapi Ketua ..."
"Yutang, apa kau mau membantahku," ucap Gongfu.
Yutang dengan terpaksa kembali ke kamarnya.
"Bailin kau belum menjawab pertanyaanku?"
"Aku tidak bisa menjelaskan di sini. Terlalu banyak orang." jawab Bailin dengan nada pelan.
__ADS_1