Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kejutan Untuk Jiarong.


__ADS_3

Esok harinya, Zhang Yutang terkapar dengan kedua tangan diikat. Wajahnya terlihat pucat karena menerima seratus cambukan. Namun, matanya tajam menatap penuh dendam.


"Astara, aku tidak akan melepaskanmu," ucapnya dengan nada bergetar.


Hai Xuan datang membebaskan Zhang Yutang yang sedang tidak berdaya. Zhang Yutang menatap lamat-lamat siapa yang menemuinya.


"Senior Hai Xuan," ucapnya lirih.


"Aku datang kesini untuk menjemputmu. Hukumanmu sudah selesai, ikut denganku."


Zhang Yutang berjalan di belakang Hai Xuan menuju ruangannya. Ruangan itu sudah dipenuhi sihir pelindung supaya tidak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


Hai Xuan tersenyum sinis melihat kondisi Yutang. "Aku tau apa yang ada dibenakmu. Dengan kemampuanmu yang sekarang, kau tidak mungkin mengalahkan Astara."


Zhang Yutang berlutut. "Senior Hai Xuan, tolong bantu saya untuk mengalahkan Astara."


Hai Xuan mengembangkan kipasnya, lalu mengibaskan di dekat wajahnya. "Tehnik kultivasi Astara setara denganku, satu-satunya cara kau harus mengambil sepuluh darah dewa."


"Bagaimana saya bisa melakukannya, saya hanya manusia biasa. Tehnik kultivasi saya juga masih rendah," ucap Zhang Yutang.

__ADS_1


"Aku akan memberimu senjata yang bisa melukai para dewa." Hai Xuan mengeluarkan pedang dengan kilatan petir di sekitar pedang itu.


Zhang Yutang pun kagum dengan bentuk pedang itu. dia terus melihat bentuk pedang itu.


"Ini adalah pedang ruyi, pedang ini dulu dimiliki dewa bintang, namun karena dewa bintang berkhianat pedang ini akhirnya tertancap di dasar gunung berapi. Aku mengambilnya atas perintah dewa perang," alasan Hai Xuan.


"Senior Hai Xuan berteman dengan dewa perang?" Astara semakin kagum dengan cerita bohong Hai Xuan.


"Ambillah pedang ini dan pergilah ke langit untuk mencari dewa yang sedang bertugas. Tapi ingat, jangan sampai rencana ini bocor ke telinga kaisar langit," ucap Hai Xuan.


"Tapi bagaimana saya bisa membunuh dewa di atas langit senior Hai Xuan," ucap Yutang.


"Baik senior Hai Xuan." Zhang Yutang telah terkena bujuk rayu Hai Xuan.


Di sisi lain, Astara berniat memberi hadiah kepada Jiarong. Dia terlihat sibuk memikirkan hadiah apa yang pantas untuk pujaan hatinya itu. Astara teringat sesuatu tentang benda yang sering dipakai oleh Jiarong. Tusuk rambut, Jiarong selalu memakai tusuk rambut di kepalanya.


Astara pun keluar untuk mencari ranting kayu terbaik. Namun, Jiarong melihat Astara sedang keluar dari Balai Lin'an.


"Astara kau mau kemana?" tanya Jiarong menghampiri Astara.

__ADS_1


Astara menggaruk tengkuknya. "A-aku mau keluar dulu cari angin."


"Aku ikut ya," ucap Jiarong sambil mengedipkan mata secara cepat.


Astara terbelalak, Jiarong seharusnya tidak boleh tau kalau astara ingin memberi kejutan kepadanya. Namun, Jiarong memaksa ikut. Astara tidak ada pilihan lain.


"Kenapa kita berada di hutan, kau sedang cari apa?" tanya Jiarong.


"Aku ingin mencari ranting kayu," jawab Astara.


"Buat apa?" tanya Jiarong.


"Aku ingin memberi kejutan untukmu." Astara langsung menutup mulutnya. Namun, Jiarong sudah terlanjur mendengarnya.


"Kejutan apa," ucap Jiarong dengan wajah sumringah.


Astara menggaruk rambutnya. "A-aku tidak bisa mengatakannya."


Jiarong menyelidik. "Kalau begitu biar aku tebak. Kau ingin mencari ranting kayu. Pasti mau membuat tusuk rambut, kan?"

__ADS_1


__ADS_2