Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Mata-Mata.


__ADS_3

"Aku tidak ingin menjadi dewa, aku adalah pembunuh para dewa. Aku bisa mengampuni nyawamu, asalkan kau menuruti perintahku," ucap Zhang Yutang dengan wajah seram.


Gadis siluman ular itu pun berlutut meminta maaf dan bersedia menjadi bawahannya. Zhang Yutang tertawa, siluman ular hijau itu membawa Zhang Yutang ke istananya. prajurit di istana ular terheran karena ada manusia yang memasuki istana mereka.


"Prajuritku, aku membawa seseorang raja yang akan membantu kita mencapai keabadian," ucap siluman ular dengan lantang.


Zhang Yutang duduk di singgasana dengan bangga. "Jika kalian menuruti perintahku, aku akan memberikan buah persik ini. Ini adalah buah dari kahyangan yang hanya berbuah seribu tahun sekali. Jika seorang siluman memakan buah ini, maka dia akan hidup abadi."


Zhang Yutang yang sudah dikendalikan raja Asyura memperlihatkan buah persik yang dulu pernah dimakannya. perajurit ular terpukau melihat buah berwarna merah muda yang bercahaya terang.


"Bagaimana cara kami memiliki buah itu, Paduka?" tanya salah satu prajurit ular.


"Kau harus pergi ke kahyangan," jawab Zhang Yutang.


"Kami ini siluman, tidak mungkin bisa menerobos kahyangan. Yang ada prajurit kahyangan akan mencium keberadaan kita, Paduka," ucap salah satu prajurit siluman ular.


"Kita bisa masuk ke sana dengan meminum darah dewa, maka hawa siluman kalian tidak akan diketahui," ucap Zhang Yutang.


ratu ular hijau berlutut. "Kami tidak mungkin bisa mengalahkan dewa. Kami hanyalah siluman kecil dengan pertapaan ratusan tahun, Paduka."


"Kekuatan beberapa dewa akan melemah saat bulan purnama. Kita akan menyerangnya saat bulan purnama. Dan aku yakin, kalian bisa melakukannya."

__ADS_1


Prajurit yang ada di istana pun bersorak.


"Hamba ratu ular hijau dari gunung Lin'an akan mengikuti perintah, Paduka."


"Aku punya tugas untukmu, cari informasi tentang sekte Linan. Makanlah ginseng merah ini supaya hawa silumanmu tidak diketahui. Aku akan memberimu nama Xiao Yu."


"Baik, Paduka." Xiao Yu sang ratu ular hijau terpaksa menuruti perintah Yutang menuju sekte Lin'an untuk menjadi mata-mata. Dia berubah menjadi gadis lusuh dengan baju compang-camping membawa keranjang buah apel.


"Tuan, aku ingin menawarkan buah segar untukmu."


"Berapa harganya?" tanya sang penjaga.


"Lima yean."


"Namaku Xiao Yu, Tuan. Aku dari kota bangau."


"Kenapa kau kesini, Bukankah jarak antara kota Lin'an dan Bangau ratusan kilo meter?"


Xiao Yu pura-pura menangis. "Ayah ibuku, dibunuh oleh siluman, Tuan. Aku menjual buah untuk bertahan hidup."


Penjaga gerbang itu merasa iba. "Kau sudah makan?"

__ADS_1


"Belum, Tuan," jawabnya.


"Kau masuklah, kebetulan di sini ada banyak makanan." Penjaga membuka pintu gerbang.


"Terima kasih, Tuan." Xiao Yu masuk, dia melihat suasana di sekte Lin'an sangat ramai


Seseorang mencengkram pundak Xiao Yu dari belakang. "Kau siapa?"


Xiao Yu menoleh, lalu menangis kencang di hadapan orang itu yang tak lain adalah Bailin.


"Hey, kau kenapa?" Bailin mulai panik.


Penjaga gerbang menghampirinya. "Ada apa?"


"Dia mau berbuat kurang ajar padaku," ucap Xiao Yu.


Bailin terkejut dengan pengakuan Xiao Yu. "Aku hanya memegang pundakmu."


"Tuan Bailin tolong jangan sakiti gadis ini, ayah ibunya dibunuh siluman dia sangat menderita," mohon penjaga gerbang.


"Hey wanita gila, kau jangan memfitnahku ya," hardik Bailin.

__ADS_1


Xiao Yu berteriak. "Dia mau mencelakaiku!"


__ADS_2