
Malam hari tepat bulan purnama, Zhang Yutang dan Hai Xuan menuju puncak gunung Lin'an untuk melakukan rencananya. Hai Xuan duduk bersila dikelilingi ratusan lilin.
"Lilin ini akan membantumu menuju alam surgawi.
Zhang Yutang tengah bersiap, Hai Xuan dengan ilmu sihirnya menerbangkan Zhang Yutang ke langit. Zhang Yutang melihat prajurit dewa sedang istirahat sambil bercengkrama.
"Akhir-akhir ini alam dunia sedang tidak baik-baik saja. Hawa hitam Asyura menyelimuti samudra yang ada di bumi," ucap salah satu prajurit langit.
"Semenjak dewa Narendra tiada, asyura sesuka hati menebar teror ke alam manusia," timpal yang lainya.
"Kita hanya prajurit kecil, mana bisa menang melawan kaum asyura."
Zhang Yutang dengan tekad yang bulat datang membawa pedang ruyi dengan kilatan petir di sekitarnya.
"Siapa kau!? hardik salah satu prajurit dewa.
"Aku adalah orang yang akan membunuhmu," jawab Zhang Yutang.
__ADS_1
"Beraninya kau masuk ke wilayah dewa." Parajurit dewa menyerang Yutang bersamaan. Namun, dengan pedang ruyi dan menurunnya kekuatan para dewa, Zhang Yutang akhirnya berhasil mengalahkan dewa tingkat rendah itu dan mengambil darah mereka.
Ratusan lilin yang dijaga Hai Xuan menyala dengan terang. Ini menandakan Zhang Yutang berhasil menjalankan misinya. Hai Xuan segera menarik Zhang Yutang turun ke bawah. Zhang Yutang pun tertawa karena berhasil membunuh prajurit dewa.
"Kerja bagus Yutang, mana darah dewanya," pinta Hai Xuan.
Zhang Yutang memberikan darah dewa itu kepada Hai Xuan. Hai Xuan memasukan darah dewa itu ke guci tempat jiwa raja asyura dikurung. Asap hitam keluar dari guci itu, lalu membentuk wajah hitam bertanduk satu di keningnya. Zhang Yutang terkejut dengan apa yang dia lihat. Itu adalah wajah asyura.
"Senior Hai Xuan apa maksudnya ini?" tanya Zhang Yutang.
Asap Tebal yang membentuk wajah raja asyura itu berbicara. "Rabah, kau baru meneteskan lima darah dewa kenapa kau memanggilku."
"Ka-kau, adalah Asyura." Zhang Yutang ketakutan, lalu mencoba berlari. Namun, Rabah segera menghentikan langkahnya.
"Kau sudah mengetahui wujud asliku, aku tidak membutuhkanmu lagi."
"Tunggu, aku bisa membantu mengeluarkan makhluk itu dari dalam guci, asal kau tidak membunuhku," ucap Zhang Yutang.
__ADS_1
Rabah melunak.
"Aku hanya ingin Jiarong menjadi milikku, masalah dunia ini aku tidak peduli," ucap Zhang Yutang.
Rabah kembali merubah dirinya menjadi Hai Xuan. "Baiklah, aku terima tawaranmu, apa yang kau inginkan dariku?"
"Aku ingin memiliki kekuatan besar supaya bisa membunuh Astara," ucap Yutang.
"Baiklah."
"Rabah, biar aku masuk kedalam tubuh manusia ini, walaupun wujudku belum pulih, tapi aku bisa membuat anak ini mendapatkan kekuatan yang besar."
"Tunggu, Kakak. Jika kau masuk ke dalam tubuhnya, Aura iblismu akan tercium."
"Seratus tahun yang lalu aku memakan buah persik, Jangankan manusia. dewa pun tidak akan mengetahui keberadaanku," ucap raja asyura dengan suara menggema.
"Baiklah, Kakak." Hai Xuan dengan ilmu sihirnya memindahkan jiwa raja asyura ke dalam tubuh Zhang Yutang."
__ADS_1
Zhang Yutang berteriak karena menerima kekuatan besar dari raja asyura. Matanya berubah menjadi merah, wajahnya terlihat sedikit tua. Dengan tatapan tajam, Zhang Yutang berteriak lantang.
"Senior Hai Xuan terima kasih, aku merasakan kekuatan mengalir dari dalam darah," ucap Zhang Yutang merasakan energi ki yang besar dari dalam tubuhnya.