
Astara yang sedang bermeditasi, merasakan energi ki dari Jiarong. Seketika itu mata Astara membuka.
"Bailin, aku merasakan energi ki Jiarong yang semakin lemah."
"Dimana?" Bailin langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ada di sekitar sini. Kita cari Jiarong. Dia dalam bahaya." Astara dan Bailin segera bergegas.
Sedangkan Jiarong dan Xiao Yu menggunakan energi ki yang tersisa untuk menghancurkan besi yang mengurungnya. Tiga orang prajurit membuka pintu penjara, lalu membawa Jiarong ke suatu tempat.
"Lepaskan aku, mau kalian bawa kemana aku!" pekik Jiarong
"Jangan banyak tanya, ikut saja." Seorang prajurit memasangkan gelang yang terbuat dari batu alam di kedua tangan Jiarong.
"Putri Jiarong!" Xiao Yu tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak sambil terisak. Jiarong hanya menoleh ke arah Xiao Yu dengan wajah sedih.
Ketiga prajurit itu membawa Jiarong ke kamar Perdana Menteri Viktor.
"Tutup rapat-rapat pintu kamar!" perintah perdana menteri Viktor.
__ADS_1
"Baik, Perdana Menteri." serentak prajurit menutup pintu kamar.
Perdana Menteri Viktor tersenyum penuh nafsu menatap Jiarong.
"Mau apa kamu, tidak sepantasnya seorang Perdana Menteri berbuat tidak sopan kepada rakyatnya," ucap Jiarong sambil berusaha menjauh dari perdana menteri Viktor.
"Kau yang memaksaku melakukan ini. Wajahmu yang cantik, terlalu sayang untuk di abaikan," ucap perdana menteri menyeringai menatap nakal Jiarong.
Jiarong menggunakan energi ki untuk membeli pelajaran kepada raja Viktor. Namun, tangannya tiba-tiba terasa sakit.
Perdana Menteri tertawa. "Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu. Gelang itu berasal dari batu alam yasir, jika kau menggunakan tenaga dalam, darahmu akan berontak dan membuat sekujur tubuhnya terasa sakit."
"Hahaha ... ayolah, Sayang. Mari kita bersenang-senang."
Jiarong terus melangkah kebelakang sampai dia menatap dinding yang membuat Jiarong terpojok. Perdana menteri Viktor dengan mata yang penuh syahwat langsung menerkam Jiarong. Dia terus memaksa Jiarong membuka bajunya, tapi Jiarong terus berontak sambil berteriak minta tolong.
"Percuma kau berteriak minta tolong di sini!" Perdana menteri Viktor berhasil menindih tubuh Jiarong, lalu menampar pipinya hingga mulutnya mengeluarkan darah.
Jiarong hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Namun sebuah ledakan terdengar di dalam istana. Perdana menteri Viktor berdiri mengabaikan Jiarong yang sedang terlentang lemas.
__ADS_1
Sebuah angin yang kencang memporak-porandakan istana salju. Seorang pendekar dengan ikat kepala biru mengalahkan kelima ksatria istana. Perdana menteri Viktor yang melihat istananya hancur pun marah kepada pendekar itu yang tak lain adalah Astara.
"Astara, biar aku yang menghadapi Perdana Menteri mesum ini." Bailin menawarkan diri.
"Hati-hati, Bailin." Astara pergi mencari Jiarong dan Xiao Yu.
Perdana Menteri Viktor tidak membiarkan Astara pergi, dia menyerang dengan tinju dengan aura api di kepalan tangannya. Namun, Bailin dengan sigap menahan tinju itu yang membuat perdana menteri Viktor mundur beberapa langkah.
"Lawanmu adalah aku," ucap Bailin dengan tatapan tajam.
"Cari mati kau rupanya." Perdana menteri Viktor kembali menyerang Bailin dengan aura api yang lebih besar lagi.
Bailin terkejut dengan kemampuannya, dia menggunakan ilmu menghilang untuk menghindari serangan cepat itu.
"Cepat sekali gerakannya, untung saja aku tepat waktu," gumam Bailin.
"Hahaha ... ada apa denganmu? Apa hanya segini kemampuanmu, manusia sombong," ucap raja Viktor.
Bailin kembali bangkit. "Perlu kau tau aku adalah siluman tikus!"
__ADS_1
Bailin menyerang dengan cakarnya, perdana menteri Viktor membalas dengan tinjunya. Cakar siluman tikus dan tinju dengan aura api saling beradu.