
Astara dengan tenang mengeluarkan energi panas dari tubuhnya. Tangan Ning Qing melepuh, dia kembali bersembunyi di dalam tanah. Astara dengan tinju api menghancurkan tanah yang dipijak untuk memaksa Ning Qing keluar. Ning Qing pun terlempar Ashar segera mengeluarkan energi berbentuk pedang, lalu melempar pedang itu tepat mengenai jantung Ning Qing sampai tubuh Ning Qing menempel di tebing.
Ning Qing berteriak kesakitan. Astara mengeluarkan energi petir dari tangannya membentuk bola energi raksasa. Ning Qing yang melihat energi besar itu berusaha lari, tapi pedang yang menancap di jantungnya tidak bisa di cabut. Astara berteriak melempat energi besar itu ke arah Ning Qing.
Bola petir raksasa itu menghancurkan tebing dan bukit yang ada disekitar. air segar keluar dari retakan tanah. Energi Ning Qing sudah menghilang. Namun, Astara masih dalam kewaspadaannya. Astara memejamkan mata untuk memastikan energi ki Ning Qing leyap tidak tersisa.
Sebuah asap hitam keluar dari retakan tanah. Sisa-sisa energi Ning Qing masih terasa. Asap hitam itu cikal bakal Ning Qing akan kembali suatu saat nanti. Astara tidak membiarkan itu terjadi, dia menggunakan energi gravitasi untuk memadatkan asap hitam itu menjadi sebuah bola kecil.
"Apa yang kau lakukan padaku, kurang ajar kau. Aku akan membalasnya suatu hari nanti," ucap Apa hitam itu dengan suara garangnya.
"Aku akan melemparmu ke galaxi yang lain, dengan ini kau tidak akan bisa kembali ke bumi," balas Astara.
"Tidak! Jangan lakukan itu. Aku berjanji tidak akan mengganggu makhluk yang ada di tiga alam ini," mohon asap hitam itu.
Astara tersenyum sinis, dia terbang ke lubang hitam untuk membuang pil asap itu.
"Dengan ini semua sudah berakhir," ucap Astara.
__ADS_1
Berikutnya Astara terbang ke langit barat untuk untuk menutup danau hitam yang merupakan aura kebencian dari neraka dengan energi es. Seluruh permukaan Danau hitam itu pun tertutupi dengan es. Astara dengan energi kristal hijaunya terbang menuju langit timur melihat para dewa sedang terluka parah kehabisan energi ki.
Astara dengan kekuatan kristal putih memberikan kembali energi ki yang di salurkan kepada para dewa. Jiarong yang yang melihat suaminya kembali berlari meneluknya.
"Jiarong cepat sembunyikan para dewa, ada, satu hal lagi yang harus aku kerjakan," ucap Astara.
Jiarong mengangguk dengan perasaan haru.
Astara pergi ke penjara emas tingkat satu untuk menyelamatkan kaisar langit dan permaisuri. Tubuh mereka terlihat kurus dengan luka yang ada di sekujur tubuh. Astara membawanya ke langit ke timur untuk mendapatkan pengobatan dari Jiarong.
Kaisar langit menatap sayu wajah Jiarong. "Kau ... Jingga anakku."
"Dimana ini?" Dewi bulan keluar dari sanggar emas.
Astara terkekeh. "Sudah jangan dipikirkan dewi bulan, lebih baik bantu Jiarong menyembuhkan kaisar dan permaisuri langit."
Dewi bulan mengangguk. Para dewa berdiri melihat langit yang kembali memutih.
__ADS_1
"Ini sudah berakhir, aura kegelapan sudah tetap di telan lubang hitam," ucap Astara.
Para dewa bersorak gembira. Xiao Yu dan Bailin uang baru sembuh mendatangi Astara dengan pegasudms milik dewa bintang.
"Hai, ada apa ini kenapa aku tidak diundang," ucap Bailin.
Para dewa tertawa.
Kaisar langit menangis meminta maaf karena merasa dialah penyebab kekacauan ini.
"Sudahlah, Yang Mulia. Lebih baik kita membangun kembali tiga alam ini seperti semula," ucap dewa bintang.
Beberapa bulan kemudian, bumi menjadi hijau kembali karena kekuatan dewi kesuburan dsn dewi bulan. Alam asyura kembali dibangun oleh bangsa asyura yang tersisa, mereka yakin jika suatu hari nanti raja mereka Birawa, akan kembali lagi.
Kaisar langit memutuskan untuk pensiun dan digantikan dewa Tao Feng yang pemerintah langit. Suli yang memilik kekuatan rubah ekor sembilan diangkat kaisar langit yang baru sebagai dewa perang. Bailin dan Xiao diangkat sebagai pendamping dewi Jingga dan Dewa Narendra.
Keadaan tiga dunia kembali normal. Sudah tidak ada lagi kekacauan besar yang melanda dunia.
__ADS_1
...~**Tamat~...
Terimakasih yang sudah mendukung novel ini. Salam dari saya Aris Pujiono.😍😍😍**