
"Kau ... mirip dengan orang yang aku kenal," ucap dewi bulan.
Jiarong terpaku menatap dewi bulan.
"Ini Jiarong, dia reinkarnasi dewi kesuburan," sahut Bailin.
"Pantas saja aku begitu mengenal wajahmu. Dulu kau sering bermain di tempatku untuk dibuatkan lentera," ucap dewi bulan tersenyum.
"Salam hormat kepada Dewi Bulan." Jiarong memberi salam penghormatan.
"Dewi bulan mohon bantuannya, sekarang ini istana langit telah dikuasai aura kegelapan yang tumbuh dari diri dewa perang. Mohon dewi bulan nenetralkan aura kegelapan ini," ucap Astara.
"Dewa perang, siapa namanya?" tanya dewi bulan.
"Soma, dia dalang dari semua ini," sahut Bailin.
"Soma." Dewi bulan tampak berpikir.
__ADS_1
"Kenapa dewi bulan, apa kau ada masalah dengan nama yang aku sebutkan?" tanya Bailin.
"Soma adalah salah satu murid dewa bintang. Dia adalah murid kesayangan dewa bintang karena kecerdasannya. Aku tidak menyangka ternyata sekarang dia diangkat menjadi dewa perang," ucap dewi bulan.
"Ini bukan saatnya memuji dewa laknat itu. Soma adalah dalang dari semua ini. Dia membangkitkan aura kegelapan untuk mencapai ambisinya," ucap Bailin kesal.
"Bailin." Astara menyengol lengan Bailin untuk berbicara yang sopan terhadap dewi bulan.
Bailin menunjukkan kepala menggerutu tidak jelas.
Dewi bulan mendongak melihat langit yang hitam pekat. "Ternyata keadaan langit sudah separah ini. Aku akan mencoba menetralkan aura kegelapan yang ada di bumi."
Para penduduk bumi yang tadinya tidak berani keluar rumah, akhirnya bersuka cita karena langit kembali cerah. Dewa angin yang melihat itu geram dan mencari siapa pelakunya. salah seorang prajurit langit menghadap kepada kaisar kegelapan bahwa awan hitam yang ada di bumi telah kembali normal.
Raja kegelapan pun marah. "Siapa yang melakukan itu!"
Dewa pagoda maju satu langkah. "Di alam ini hanya satu makhluk yang bisa menetralkan aura kegelapan, Yang Mulia."
__ADS_1
"Siapa itu?" tanya kaisar kegelapan.
"Dia adalah dewi bulan," jawab dewa pagoda.
"Tapi dewi bulan telah dikurung oleh kaisar langit yang tidak diketahui oleh makhluk siapapun," sahut dewa hujan.
"Kemungkinan besar ada orang sakti yang membangkitkan dewi bulan," ucap dewa pagoda.
Kaisar kegelapan Soma pun teringat kenangan saat bersama dewi bulan. Dulu dewi bulan sudah dianggap ibu baginya. Dewi bulan begitu perhatian dengan Soma dan selalu memberi hadiah berupa lentera putih saat Soma naik tingkat.
Namun, Aura kegelapan tiba-tiba berbisik ke dalam dada untuk melupakan semua yang ada. Pikiran dan hati Soma kembali berubah menjadi jahat. Matanya menyala hitam penuh dengan aura kebencian. Kaisar kegelapan berbicara melalui telepati kepada dewa angin untuk membunuh dewi bulan dan orang yang menghalangi rencananya.
Dewa angin memanggil angin badai untuk memancing dewi bulan keluar menemuinya. Badai yang diciptakan dewa angin mampu merobohkan rumah dan pepohonan yang ada di negeri salju.
Astara, Jiarong, Xiao Yu, dan dewi bulan merasa ada yang aneh dengan badai ini.
"Kenapa tiba-tiba ada Badai!" pekik Xiao Yu yang penglihatannya terhalang karena badai ini.
__ADS_1
"Cepat gunakan tehnik pelindung kalian," ucap Astara memeluk tubuh Jiarong karena dia manusia biasa.