Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Danau Hitam.


__ADS_3

"Lepaskan aku!" pekik Jiarong.


"Hahaha ... itu tidak mungkin. Aku akan menjadikanmu permaisuriku," ucap Soma.


"Jangan mimpi kau! Aku tidak sudi menjadi suamimu. Lepaskan aku!"


"Kau pikir aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Aku akan memaksamu supaya kau bertekuk lutut denganku." Soma membawa Jiarong di sebuah danau dengan suara jeritan jutaan manusia. Danau itu berwarna hitam dan berbau pekat. Tubuh Jiarong terikat oleh aura pekat dari danau itu.


"Ini adalah danau hitam. Warna hitam di sini karena jeritan siksa manusia di neraka. Aku bisa memaksamu jatuh cinta kepadaku jika aku menggunakan air danau ini," ucap Soma tertawa.


Jiarong tidak bisa bergerak, tangan, kaki dan mulutnya dikunci oleh aura danau hitam. Jiarong menggunakan kekuatan dewinya memejamkan mata untuk mendengar lebih dalam lagi suara jeritan danau itu. Terlihat sesosok raksasa yang kurus tengah menyiksa jutaan manusia di neraka.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan." Soma segera mencekik Jiarong saat melihat aura hitam danau itu menyusut.


Jiarong tersentak dan tidak sempat berbicara dengan penghuni neraka.


"Ternyata kau sudah menemukan kekuatan dewimu ya. Kalau begitu akan aku percepat mantra pengaruhku," geram Soma.


Jiarong dikurung di sangkar emas supaya tidak bisa menggunakan kekuatannya. Namun, ikatan tangan, kaki dan mulut Jiarong juga ikut terlepas. Sangkar emas adalah benda suci yang memiliki esensi netral untuk mengurung kekuatan para dewa dan budha. Jika seseorang dewa di kurung di sangkar emas, maka kekuatan akan di netralkan. Soma mendapatkan sangkar emas karena dia berkuasa di langit.


"dasar kau manusia licik. Suli begitu tulus mencintaimu, tapi apa balasmu. kau mengambil energi ki nya hingga dia sekarat!" pekik Jiarong.


Jiarong seperti melihat kelemahan dari Soma. "Dasar laki-laki tidak tau balas budi. Kau tidak pantas menjadi kaisar. Kau lebih pantas masuk ke dalam neraka paling dasar!"

__ADS_1


Soma geram, menggunakan kekuatan angin untuk melempar sangkar emas dan Jiarong jauh. Pil pengaruh itu kembali hancur, Soma kembali berkonsentrasi membuat pil itu.


Dewi bulan tiba-tiba datang menggunakan tongkat bulannya menyerang Soma. Soma dengan mudah bisa menghindarinya, namun pil pengaruh itu kembali hancur. Soma betul-betul geram menatap tajam siapa yang menyerangnya.


"Guru Jingyi! Tidak kusangka kau datang ke sini," ucap Soma.


"Aku tau aku tidak bisa mengalahkanmu, tapi setidaknya aku bisa menyelamatkan Jiarong." Jingyi kembali menyerang dengan tongkat Bulan. Tongkat itu memutar menjadi banyak. Soma yang sengaja tidak menghindar terkena telak putaran tongkat itu. Soma tertunduk, tapi itu bukan luka yang serius.


"Kau sangat kuat, bahkan seranganku tidak berarti dihadapanmu." Tiba-tiba sebuah gelembung besar keluar dari tanah dan Menangkap Soma yang lengah. Dewi bulan segera menggunakan jurus terbaiknya untuk mengalahkan Soma.


Sebuah Sinar laser menyala terang di dalam gelembung itu. Soma berteriak kencang kesakitan hingga dia tidak sadarksn diri. Dewi bulan yang melihat ada kesempatan langsung terbang mencari dimana Jiarong. Namun, aura kegelapan menangkap kaki dewi bulan, lalu membantingnya ke tanah.

__ADS_1


Soma tertawa tanpa luka sedikitpun. "Aku tadi hanya bercanda, Guru. Kau terburu-buru sekali. Apa kau tidak merindukanku, murid kesayanganmu ini, aku sangat merindukanmu." Soma tersenyum menyeringai.


Dewi bulan tidak bisa bergerak karena diikat oleh rantai emas.


__ADS_2