
Carasco membuka lemari kusamnya, lalu memberikan sebuah plakat identitas kependudukannya kepada Bailin.
"Apa ini?" tanya Bailin.
"Itu identitasku, kau bisa memakainya besok," jawab Carasco.
"Tapi, kau bilang ..."
"Aku hanya bercanda, aku tidak pernah tertangkap okeh prajurit kerajaan. Lagi pula para penduduk sudah tau kalau aku mencuri hanya untuk mengisi perutku," ucap Carasco.
"Kau ...." Bailin melotot ke arah Carasco.
"Sudahlah Bai-bai, yang penting kita bisa masuk ke istana," ucap Xiao Yu.
"Tapi ingat, kalian harus hati-hati. Kalian adalah buronan di negeri salju," ucap Carasco.
"Kenapa kau ingin menolong kami?" tanya Bailin.
Carasco duduk mengangkat satu kakinya di meja tamu. "Karena aku tau kalian orang baik, walaupun suamimu itu menyebalkan. Dulu keluargaku telah menjadi korban kejahatan kerajaan salju, hanya pangeran James lah yang berusaha menolong rakyat negeri salju yang tidak bersalah. Namun, karena pangeran James masih remaja, dia belum punya kekuatan untuk bersuara."
"Jadi kau ingin membalas dendam lewat kami." Bailin memicingkan matanya.
__ADS_1
Carasco terkekeh, dia mengubah posisi duduknya. "Aku tidak membalas dendam terhadap keluargaku, tapi aku ingin membalaskan dendam kepada rakyat negeri salju yang tidak mendapat keadilan."
"Baiklah, kau tenang saja, kami akan berusaha. Tujuan kami di sini hanya ingin mengambil pil api biru," ucap Bailin.
"Lebih baik, kalian tidur terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian," ucap Carasco.
Xiao Yu tersenyum. "Terima kasih, Carasco."
"Kenapa dia tadi memanggil dengan sebutan suami?" tanya Bailin saat berada di dalam kamar.
Wajah Xiao Yu langsung bersemu merah. "Sudah tidak usah dipikirkan.
"Tempat tidurnya cuma ada satu," ucap Bailin.
Bailin tersenyum. "Baguslah, aku lelah."
Xiao Yu cemberut menatap Bailin yang seolah tidak peduli dengannya. Xiao Yu mengikat tali dari saka satu ke saka yang lain, lalu dia tidur di atas tali itu.
Ke esokan harinya, tubuh Xiao Yu dan Bailin sudah terikat dengan tali di sebuah pilar yang sangat kuat. Mereka berdua bingung apa yang terjadi tadi malam.
"Dimana kita, kenapa tubuh kita bisa terikat?" tanya Xiao Yu.
__ADS_1
"Ini pasti perbuatan pencuri itu. Dia telah menjebak kita," jawab Bailin.
Xiao mendongak melihat ke segala arah. "Sepertinya kira berada di ruang bawah tanah."
"Sial, aku tidak akan memaafkan orang itu," ucap Bailin kesal.
Seorang penjaga datang, mengggiring mereka menuju tempat eksekusi.
"Mau dibawa kemana kami!?" pekik Bailin.
"Jangan banyak bertanya!" Prajurit itu menampar pipi Bailin.
Mereka berdua di arak di tempat eksekusi yang sudah banyak orang melihatnya. Di tengah-tengah lapangan terdapat sebuah bejana besar dengan air yang mendidih. Seorang terlihat duduk di singgasana menatap tajam Bailin.
"Kalian telah membunuh perdana menteri Viktor, perbuatan kalian tidak bisa diampuni. Aku akan merebus kalian di bejana yang panas ini!" ucap sang raja.
"Bai-bai, cepat panggil dewa bumi ke sini," ucap Xiao Yu yang mulai panik.
Bailin segera menghentakan kaki sebanyak tiga kali. Dewa bumi pun muncul dari dalam tanah.
"Ada apa kalian memanggil?" tanya dewa bumi kesal.
__ADS_1
"Kau tidak lihat apa, kita ingin direbus oleh raja sialan itu," jawab Bailin ikut kesal.