Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Lepaskan Kristal Itu.


__ADS_3

"Saya hanya ingin kristal biru Narendra kembali ke tangan saya," jawab Astara.


"Pasti dia menyembunyikan tubuhnya dengan cangkang gaib milikku," ucap raja naga laut timur terlihat emosi.


"Apa itu cangkang gaib?" tanya dewa bintang.


"Cangkang itu bisa menghilangkan hawa keberadaan seseorang, bahkan dewa sekalipun tidak akan mampu untuk melihatnya," jawab raja naga laut timur.


"Apa tidak ada cara untuk melihat cangkang itu?" tanya Astara.


Raja naga laut timur mengelus janggut panjangnya. "Cangkang itu milik selirku, mungkin dia tau cara untuk menangkalnya. Tapi ..."


"Tapi apa raja naga?"


"Selirku, sedang berada di laut selatan untuk menemui ayahnya yang sedang sakit. Mungkin, satu minggu lagi dia akan datang ke sini," jawab raja naga laut timur.


"Kita tidak ada waktu untuk menunggu selama itu. Kalau boleh tau siapa nama selir raja naga?" tanya Astara.


"Jinhe, seorang putri duyung laut selatan."


"Terima kasih atas informasinya. Kami permisi dulu," ucap Astara.

__ADS_1


"Tunggu dulu!"


"Astara dan dewa bintang menoleh.


"Bawalah ini, jika kalian ada kesulitan di sana, tunjukan ini kepada prajurit duyung." Raja Naga laut timur memberikan sebuah plakat kecil berbentuk segi enam.


Astara dan dewa bintang menuju laut barat dengan menggunaksn pegasus.


Sedangkan raja naga laut utara terbang menuju kahyangan menggunakan cangkang gaib milik putri duyung Jinhe. Cangkang itu tidak bisa dilihat oleh mata dan tidak bisa dirasakan okeh prajurit langit. Setelah sampai di istana kahyangan raja naga laut utara membuka cangkangnya menghadap kaisar kegelapan.


"Hormat kepada kaisar kegelapan," ucap raja naga laut utara.


"Hamba ingin memberikan hadiah untuk, Yang Mulia."


"Apa itu?" tanya kaisar kegelapan menyelidik.


Raja naga laut timur memperlihatkan kotak yang dilapisi mantra budha.


"Kotak apa itu?" tanya kaisar kegelapan.


"Di dalam kotak ini terdapat kristal Narendra berwarna biru, Yang Mulia," jawab raja naga laut utara."

__ADS_1


"Bagaimana bisa kristal Narendra kau netralkan?"


Raja naga laut utara tersenyum lebar. "Kotak ini adalah milik budha rulai. Benda apapun bisa di netralkan oleh kotak ini. Ditambah mantra pengikat dari budha yang mmbuat reinkarnasi dewa Narendra tidak mampu merasakan aura kristal biru ini."


"Hahaha ... kau memang bisa di andalkan. aku akan memberi hadiah untukmu. Tapi, aku ingin memastikan apa benar di dalam kotak itu kristal biru Narendra?"


Raja naga laut utara terbelalak. "Yang Mulia, kalau kotak ini dibuka, maka kristal biru ini akan kabur dan kembali ke pemiliknya."


Kaisar kegelapan menatap tajam raja naga laut utara. "Kau meremehkanku!"


Raja naga laut utara menunduk tidak berani menatap kaisar kegelapan. "Ba-baik, Yang Mulia."


Raja naga laut utara membuka mantra budha serta membuka kotak yang mengurung kristal biru Narendra. Sontak kristal biru itu terbang dan melesat menuju bumi. Kaisar kegelapan menggunkan aura kegelapan untuk menahan pegerakan kristal biru itu. Kening Astara pun menyala menuju atas.


Dewa bintang yang melihatnya terkejut. "Ada apa denganmu Astara?"


"kristal Narendra ada di atas langit."


"Gawat, jangan-jangan ..." Dewa bintang mengutus pegasus terbang menuju langit.


Sedangkan, kaisar kegelapan dengan sekuat tenaga menahan pergerakan kristal biru itu. Namun, nyala kristal biru itu semakin terang dan putarannya pun semakin kencang seiring semakin dekatnya Astara ke langit.

__ADS_1


__ADS_2