
Carasco terbelalak. "Jadi kalian yang membunuh perdana menteri Viktor. Kalian kalau nekat masuk ke istana akan dalam ancaman. Lebih baik kalian keluar dari negeri ini."
"Tidak ada di dunia ini yang bisa mengancamku," ucap Bailin dengan tatapan tajam.
"Kalian tau 'kan, kalau perdana menteri Viktor telah semena-neng kepada rakyatnya," ucap Bailin.
"Di negeri salju ini tidak boleh ada yang membunuh para pejabat, kecuali mereka diadili oleh kerajaan. Jika ada yang membunuh pejabat di negeri ini, maka hukuman rebus balasannya," ucap Carasco.
"Aku tidak takut, mereka belum tau saja siapa kami," ucap Bailin menyombongkan diri.
"Dari kemampuan kalian, tidak mungkin bisa mengalahkan jendral di kerajaan salju," balas Carasco.
Bailin meludah. "Coba saja, aku ingin melihat kemampauan pasukan kerajaan salju."
"Bai-bai, kau jangan menyombongkan diri. Saat kita melawan pencuri ini, aku merasakan ilmu bela dirinya lumayan," ucap Xiao Yu.
"Kemampuan bela diriku tidak ada apa-apanya dengan pasukan salju. Aku sarankan urungkan niat kalian," ucap Carasco.
"Kalau kita tidak bisa menghadapinya dengan kekuatan, kita masih bisa menghadapinya dengan otak," ucap Bailin.
Carasco terkekeh. "Dilihat dari gaya bicaramu, aku yakin kau bukan orang yang pintar."
Bailin kembali mencengkram kerah baju Carasco. "Apa katamu, kau meremehkanku."
__ADS_1
"Bai-bai, Sudahlah, apa yang di katakan pencuri itu benar. seharian kau hanya bisa marah-marah dengan sikap temperamenmu," ucap Xiao Yu kesal.
"Nona, ternyata kau lebih jeli daripada Tuan ini," ucap Carasco.
"Kenapa tiba-tiba kau tidak takut dengan kami?" tanya Bailin dengan tatapan tajam.
Carasco terkekeh. "Dari apa yang aku amati, kalian ini bukanlah orang jahat, jadi aku tidak takut lagi pada kalian, cuma sifat kalian yang masih kekanak-kanakan. Ikutlah ke rumahku, akan aku tunjukan sesuatu untukmu."
"Kau mulai berani mengatur kami," hardik Bailin.
Xiao Yu menahan Bailin, lalu tersenyum kepada Carasco. "Baiklah, kami akan ikut denganmu."
"Kenapa kita harus menuruti orang semacam dia," protes Bailin.
Carasco dilepaskan. Bailin dan Xiao Yu berjalan di belakangnya.
"Hey, Carasco. Awas ya kalau kau macam-macam dengan kami. Kami tidak akan segan padamu," ancam Bailin.
"Iya, lagi pula buat apa aku punya niat buruk dengan pendatang yang tidak punya harta benda," jawab Carasco.
"Apa kamu ingin ini?" Xiao Yu memberikan kristal hijau untuk Carasco.
"Keliatan hijau, dari mana kalian bisa mendapatkan benda berharga ini?" Carasco terlihat senang saat menerimanya. "Terima kasih, Nona." Carasco bersujud di depan Xiao Yu.
__ADS_1
"Kau tidak perlu bersyukur kepadaku." Xiao Yu segera mengangkat tubuh Carasco.
Bailin tersenyum sinis. "Sekarang kau susah tau 'kan siapa kami?"
Carasco mengangguk secara cepat. Dia terlihat terlalu senang menerima kristal hijau yang sangat berharga di negeri salju.
"Cepat tunjukan dimana rumahmu?" seru Bailin.
"Kita sudah sampai."
"Dimana?"
"Di depan kita." Carasco menunjuk gubuk yang tidak layak untuk dihuni.
"Kau tinggal di rumah seperti ini?" tanya Bailin kesal.
Carasco mengangguk.
"Bai-bai." Xiao Yu menatap Bailin tajam.
Bailin akhirnya masuk gubuk yang terlihat kumuh dan Bau.
"Lebih baik kita tinggal di gua tadi," gumam Bailin.
__ADS_1
Carasco menyalakan obor untuk penerangan.