Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Sudah Mulai Nyaman.


__ADS_3

"Paman berapa harga mantel tebal ini?" tanya Jiarong yang tertarik dengan jaket tebal berwarna merah.


"Seratus Crown," jawab pemilik toko.


"Crown, apakah itu jenis mata uang?" tanya Jiarong.


"Kami menggunakan mata uang seperti ini." Pemilik toko menunjukkan mata uang logam bergambar gunung.


"Kami tidak punya mata yang seperti itu, Paman. Kami biasanya menggunakan Yean." Jiarong menunjukan mata uang negeri bambu.


"Mohon maaf, Nona. Saya tidak bisa menerima mata uang seperti itu. Kalian harus pergi ke pemerintahan untuk menukarkan mata uang itu," ucap pemilik toko.


"Apa kita bisa membeli baju paman dengan ini?" Xiao menujukan sisik ular kepada pemilik toko.


"Kristal ular yang langka." Pemilik toko tercengang, dia segera mengambil kristal ular itu untuk mengecek keasliannya. "Ini benar-benar Asli, Nona silahkan ambil mantel yang anda mau."


Xiao Yu dan Jiarong pun tersenyum segera mengambil jaket yang mereka inginkan.


"Terima kasih, Paman." Xiao melambaikan tangan.


"Sering-seringlah kalian mampir di sini," ucap pemilik toko membalas lambaian tangan Xiao Yu.


"Sepertinya kulit ularku berharga untuk mereka, untuk sementara kita cari penginapan sambil mencari cara untuk pulang," ucap Xiao Yu.

__ADS_1


"Ternyata baju tebal ini sangat membantu, tubuhku tidak terasa kedinginan lagi," ucap Jiarong.


"Itu ada penginapan, mari kita ke sana putri Jiarong." Xiao Yu mengandeng Jiarong.


"Nona, kebetulan sekali anda datang ke sini," ucap pemilik penginapan menyambut ramah.


"Apa di sini masih ada kamar kosong, Paman?" tanya Xiao Yu.


"Tentu saja ada, Nona. Mari saya tunjukan. Di sini juga ada pemandian air hangat," ucap pemilik penginapan.


"Benarkah, aku ingin mandi dengan air hangat," seru Xiao Yu.


"Mari saya tunjukan, Nona." Pemilik penginapan menunjukan pemandian air hangat.


"Mari saya tunjukan kamar kalian, Nona?" Pemilik penginapan membuka pintu kamar untuk Xiao Yu dan Jiarong.


"Wah bagus kamarnya." Xiao Yu kembali memuji saat kamar yang mereka tempati luas dan wangi.


"Pasti harganya mahal," bisik Jiarong.


Xiao Yu terdenyum. "Tenang saja, selama sisik ularku masih ada, hidup kita akan terjamin."


"Bagaimana mana Nona, apa kalian ingin menginap di tempat ini?"

__ADS_1


Xiao Yu berdehem. "Berapa lama kami bisa menginap dengan kristal hijau ini?"


Pemilik penginapan takjub. "Ini kristal hijau yang sangat langka. Kalian bisa menginap di sini selama satu bulan."


Xiao Yu menyembunyikan kristal hijau itu kembali. "Putri Jiarong kita cari penginapan lain."


"Tapi Xiao Yu ..." Jiarong tampak tidak rela karena Xiao Yu tidak setuju dengan penawaran pemilik penginapan.


"Baiklah, Nona. Kalian bisa menginap di sini selama enam bulan!"


Xiao Yu tersenyum menghentikan langkahnya. "Baiklah, kami setuju menginap di sini."


Pemilik penginapan pun memberi kunci kamar kepada mereka berdua.


"Xiao Yu, bukankah kamu masih punya banyak sisik ular?" tanya Jiarong.


"Aku hanya menguji, berapa harga sisik ularku ini. Ternyata sangat berharga, bahkan kita bisa menginap di tempat sebagus ini selama enam bulan," ucap Xiao Yu.


"Kau ini memang paling bisa membuat orang terpancing."


"Sudahlah, aku lelah. Aku ingin mandi air hangat dulu."


"Aku juga mau." Xiao Yu dan Jiarong berganti pakaian menuju kolam pemandian air hangat.

__ADS_1


"Ternyata hidup di Negeri air lebih damai dari pada hidup di Negeri bambu," ucap Xiao Yu saat berendam dengan air hangat.


__ADS_2