Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Rencana Yang Guo


__ADS_3

Esok harinya keadaan Bailin sudah lebih baik, dia sudah bisa menggerakkan anggota badannya, walaupun tubuhnya masih lemah. Astara dan Jiarong berada di kamar Bailin untuk mengecek kondisinya.


"Kau sudah lebih baik, Bailin," ucap Jiarong.


"Ini berkat kalian yang merawatku."


"Aku akan menyalurkan sedikit energi ki, supaya sel yang ada di tubuhmu berkerja dengan baik," ucap Astara.


Bailin duduk bersila di depan Astara. Dengan gerakan kedua telapak tangan menempel di punggung Bailin, Astara menyalurkan energi ki. Bailin merasakan hangat di tubuhnya, keringat muncul melalui pori-pori Bailin. Setelah itu, Astara mengatur napas untuk menetralkan energi ki nya.


"Tubuhku terasa hangat, terima kasih, Astara," Bailin menepuk pelan pundak Astara.


"Besok mungkin tubuhmu akan pulih seperti semula," ucap Astara tersenyum tipis.


Xiao Yu datang menyampaikan sarapan sudah siap. Astara dan Jiarong keluar dari kamar untuk sarapan.


"Xiao Yu, sarapanku sekalian kamu antar ke sini," ucap Bailin.


"Enak saja, ambil sendiri," balas Xiao Yu dingin.


"Aku 'kan lagi sakit, mana bisa aku membawa ke kamarku sendiri," alasan Bailin.


"Kau pikir aku tidak tau apa tadi pendekar Astara menyalurkan energi ki nya untukmu," ucap Xiao Yu.

__ADS_1


Bailin pun tersenyum nyengir, tidak bisa mengelak lagi. Niat hati ingin menggoda Xiao Yu, tapi Bailin malah kena omel. Bailin beranjak dari kamar menuju tempat makan. Bau makanan yang harum menggoda Bailin untuk segera menyantapnya.


"Tunggu dulu!" sergah Xiao Yu.


"Tunggu apa lagi," seru Bailin.


"Yang Guo belum datang," ucap Xiao Yu.


"Sejak kapan kau akrab dengan pendekar Yang Guo?" tanya Bailin.


"Bukan urusanmu," jawab Xiao Yu dingin.


"Jadi kalian sudah saling tau perasaan masing-masing," Jiarong menebaknya.


Xiao Yu mengangguk mantap dengan wajah bersemu merah.


Bailin memalingkan wajah, terlihat kesal.


"Kau tidak memberikan Selamat untukku, Bailin." Xiao melirik Bailin yang berwajah masam.


"Buat apa. Aku tikus yang mengabdi kepada dewa bumi, tidak tau masalah percintaan dunia," jawab Bailin.


Yang Guo datang dengan pakaian rapi.

__ADS_1


"Pendekar Yang Guo pagi-pagi sudah rapi, mau kemana?" tanya Astara.


"Nanti siang aku ingin mengajak Xiao Yu jalan-jalan," jawab Yang Guo sambil duduk di meja makan.


"Kebetulan sekali, kami juga nanti mau jalan-jalan, kebetulan hari ini salju tidak turun," sahut Jiarong.


"Kalau kalian jalan-jalan, aku di sini sendirian, apa kalian tega meninggalkan siluman yang sedang sakit," celetuk Bailin.


Mereka semua tertawa.


"Nanti akan aku suruh Changguan untuk menemanimu, Bailin," ucap Astara.


"Singa berkepala tiga itu, tidak perlu." Bailin bergidik ngeri.


Mereka semua kembali tertawa.


"Sudahlah ayo kita makan," ucap Bailin yang langsung menyantap makanan yang ada di depannya.


Yang Guo melirik ke arah Xiao Yu memberi tanda untuk melakukan rencananya.


"Kalian makan dulu, aku akan membuatkan minuman hangat." Xiao Yu beranjak dari tempatnya.


Dia mencampur minuman milik Astara dengan pil pengingat milik tabib Jianli yang sudah direndam dengan sari bunga mawar merah semalaman. Minuman itu sontak mengeluarkan bau yang sangat harum hingga Astara dan Teman-temannya tergoda dengan bau harum itu.

__ADS_1


"Xiao Minuman apa yang kamu buat, baunya harum sekali," ucap Jiarong.


"Aku membuatkan teh hijau yang aku campur dengan sari bunga mawar," jawab Xiao Yu. p p


__ADS_2