Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Teman Lama.


__ADS_3

Astara mengeluarkan pedang dewa Narendra untuk menebasnya. Pendekar itu pun terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Tunggu, dari mana asal kalian!?" Pendekar itu mengangkat tangannya tidak mau bertarung lagi.


"Kenapa denganmu?" tanya Bailin kesal.


"Apa kau reinkarnasi dewa Narendra?" tanya pendekar itu.


"Dari mana kau tau?" Astara balik bertanya.


"Pedang yang kau bawa, itu adalah pedang dewa Narendra, Temanku sewaktu di kahyangan," ucap Pendekar itu.


"Teman?" Bailin menyelidik.


Pendekar itu berjalan mendekati Astara. "Aku adalah reinkarnasi Dewa Bintang. Karena suatu kesalahan aku dihukum kaisar langit menjadi siluman wabah."


"Dewa Bintang!?" Bailin semakin terkejut.


Pendekar itu mengangguk. "Aku dihukum di gunung ini selama seribu tahun."


"Kenapa kau tidak keluar saja dari tempat ini," ucap Astara.


Pendekar itu menggeleng. "Jika aku turun gunung, maka tempat yang aku lewati akan terkena wabah dari hembusan napasku."


"Itu sebabnya kau ada di gunung ini," ucap Bailin dengan wajah kesal.

__ADS_1


Pendekar itu tersenyum, lalu mengangguk menatap Bailin.


"Apa kau orang yang bernama Tao Feng?" tanya Astara.


Pendekar itu mengangguk. "Ada apa reinkarnasi dewa Narendra nencariku."


"Istriku sedang tersedot oleh kotak peralihan, aku tidak tau sekarang dia ada dimana. Bisakah kau membantuku memberi petunjuk dimana istriku berada?"


Tao Feng tersenyum tipis. "Tentu saja aku bisa membantumu."


Tao Feng menggunakan ilmu sihirnya melukis sebuah persegi di udara, lalu muncullah gambar Jiarong yang termangu menatap bulan.


Astara dan Bailin pun terkejut. "Itu Jiarong!"


"Tao Feng, dimana itu?" tanya Astara.


"Jarak antara Negeri Bambu dan Negeri Salju ribuan mil, butuh waktu satu bulan untuk sampai ke sana," ucap Bailin.


"Tidak adakah cara lain, Bailin?" tanya Astara.


"Kalau aku menggunakan ilmu menghilangku, itu akan menguras energi ki, jika energi ki ku habis aku butuh istirahat yang lama untuk memulihkannya," jawab Bailin.


"Astara, aku bisa membantumu menempuh jarak lebih cepat ke Negeri Saju. Keluarkan aku dari pedangmu" Singa berkepala tiga berbisik melalui dada Astara.


Astara mengeluarkan pedangnya kembali, lalu mengangkat sarung pedang itu. "Changguan keluarlah!"

__ADS_1


Singa berkepala tiga keluar di sertai raungannya yang begitu keras. Bailin yang melihatnya bersembunyi di balik punggung Astara.


Tao Feng terbelalak. "Kau adalah hewan spiritual dewi Jingga Changguan."


"Lama tidak bertemu Tao Feng," ucap Changguan dengan suara beratnya.


"Apa kau tau, dimana dewi bulan dikurung?" tanya Tao Feng dengan semangat.


"Sayang sekali aku tidak mengetahuinya, kaisar langit menyembunyikan keberadaan dewi bulan," jawab Changguan.


"Sepertinya kau punya hubungan khusus dengan dewi bulan," ucap Astara.


"Dia adalah kekasihku, hanya dia yang mampu mnghancurkan kutukan wabah ini dari dalam tubuku," ucap Tao Feng.


"Bailin, kenapa wajahmu masam seperti itu?" tanya Astara.


"Tidak apa-apa, aku hanya kesal saja dengan dia," ucap Bailin mengendikan kepala ke arah Tao Feng.


"Aku?" Tao Feng tidak mengerti kenapa Bailin kesal kepadanya.


"Hey, dewa sialan, apa kau tidak mengenaliku!" cibir Bailin.


Tao Feng menperhatikan Bailin dengan seksama. "Kau adalah hewan spiritualnya dewi bulan."


"Haiya ... kau keterlaluan sekali. Apa kau lupa, dulu aku sering melayanimu dan dewi bulan," ucap Bailin kesal.

__ADS_1


Tao Feng memegang kedua lengan Bailin. "Seribu tahun aku bersedih mengenang perpisahanku dengan dewi bulan. Wajar saja aku lupa denganmu."


__ADS_2