
"Kau jangan mengarang, mana mungkin dewa perang yang agung itu meracuni seorang manusia." ksatria langit selatan mengeluarkan pedang dari dalam tubuhnya, lalu menyerang Xiao Yu dan Jiarong.
Xiao Yu pun mengeluarkan pedang melawan ksatria langit selatan. "Nona Jiarong, cepat pergi. Biar aku yang menahan nya."
"Tapi, Xiao Yu ..."
"Cepat pergi! Apa Putri Jiarong rela kehilangan pendekar Astara." Xiao Yu memaksa Jiarong pergi.
Dengan wajah iba Jiarong berlari menuju taman permaisuri. Dia tidak ingin mengecewakan pengorbanan Xiao Yu. Beruang kutub datang membantu Xiao Yu melawan ksatria langit selatan.
"Jadi kalian ingin melawanku." Ksatria langit selatan mengeluarkan sebuah gelang emas dari tangannya.
Gelang emas itu terbang menyerang Xiao Yu dan beruang kutub. Xiao Yu mencoba menghentikan putaran gelang emas itu, tapi pedang yang dia gunakan patah seketika. Beruang kutub juga mencoba menghentikan putaran gelang emas itu, namun putaran itu menggesek telapak tangannya hingga terbakar.
Gelang emas itu semakin membesar dan memancarkan sinar yang menyilaukan mata tepat di atas mereka berdua. Kemudian, gelang emas itu menjepit tubuh mereka berdua hingga tidak bisa berkutik lagi.
"Dewa sialan, lepaskan kami!" pekik Xiao Yu.
__ADS_1
Ksatria langit selatan tertawa. "Rupanya wujud aslimu siluman ular ya. Kali ini kalian tidak bisa bergerak.
Ksatria langit selatan terbang menghentikan Jiarong yang ingin masuk ke taman surga.
"Aku tidak akan membiarkan seorang manusia masuk ke taman suci ini," ucap ksatria langit selatan saat berada di depan Jiarong.
Jiarong dengan sekuat tenaga melawan ksatria langit selatan. Ksatria langit selatan dengan mudah menghindari serangan Jiarong. Dia tampak ingin bermain-main dengan Jiarong.
"Ayo keluarkan semua energimu."
Jiarong terus menyerang, tapi tidak satupun serangan mengenainya. Jiarong mulai kekelahan mengatur napasnya. Ksatria langit selatan mengikat tangan dan kakinya dengan gelang emas.
Ksatria langit selatan tersenyum sinis. "Keras kepala."
"Tuan aku mohon, lepaskan aku. Jika aku gagal menyelamatkan suamiku, maka tiga alam ini akan mengalami kekacauan yang besar," ucap Jiarong.
"Kau jangan banyak bicara. Aku bosan dengan cerita tidak masuk akal kalian. Aku akan membawamu dan dua orang temanmu di penjara langit." Dengan ilmu sihirnya ksatria langit selatan memasukan Jiarong dan dua temannya di penjara langit.
__ADS_1
"Lepaskan kami, kalian akan menyesal jika tidak melepaskan kami dari sini!" pekik Xiao Yu.
"Percuma kau teriak, Xiao Yu. Penjara ini di lapisi mantra kedap suara, sekuat apapun kau berteriak, mereka tidak akan mendengarnya," ucap beruang kutub.
Jiarong menatap kosong dengan wajah lemas. Rasa putus asa hinggap di sanubarinya. Matanya terus meneteskan air
mata yang membasahi pipi merahnya
"Nona Jiarong, tenanglah pasti kita bisa keluar dari tempat ini dan menyelamatkan pendekar Astara." Xiao Yu berusaha menghibur hati Jiarong.
"Kita tidak mungkin keluar dari tempat ini, Xiao Yu. Yang bisa kita lakukan hanya berdoa supaya ada keajaiban." Jiarong berkata lirih.
"Putri Jiarong jangan putus asa, pasti ada jalan keluar. Aku yakin pendekar Astara bisa selamat." Xiao Yu menyemangati Jiarong.
Jiarong membalikan tubuhnya terlihat sudah tidak bersemangat lagi.
"Beruang kutub, kenapa kau hanya duduk bersila tanpa memberi solusi," ucap Xiao Yu kesal.
__ADS_1
"Diamlah, aku sedang memfokuskan pikiran untuk menghubungi dewa bumi. Mungkin saja dia bisa membantu kita," jawab beruang kutub.