
Di Alam Dunia, semua sekte tengah melakukan peningkatan kekuatan untuk menghadapi kaum asyura. Mereka sudah mengetahui kalau dewa Narendra sudah terlahir dan mencari kekuatannya kembali. Seorang pemuda dengan rambut panjang digulung ke belakang sedang mencari tau tentang keberadaan reinkarnasi dewa Narendra.
Sang pemuda sudah berada di kota Lin'an menuju lembah Lin'an. Dua orang penjaga menahan untung menanyakan perihal kedatangannya
"Saya seorang pendekar dari gunung emei hendak bertemu dengan ketua sekte Lin'an," ucap pendekar itu memberi salam penghormatan.
"Kami menghargai kedatangan pendekar, tapi sekte Lin'an tidak bisa menerima tamu sembarangan," ucap salah satu penjaga.
"Saya dengar sekte Lin'an terkenal dengan pengobatan medisnya. Saya datang ke sini membawa ganoderma merah dari gunung emei." Pendekar itu membuka bungkus yang dibawanya, lalu memperlihatkan ganoderma langka itu.
Kedua penjaga itu terkejut melihat ganoderma langka sebanyak itu.
"Baiklah, silahkan masuk." Kedua penjaga itu membuka pintu gerbang.
Pendekar itu tersenyum ramah berjalan menemui ketua sekte Lin'an. Dia mengelilingi keindahan sekte Lin'an yang banyak ditumbuhi tanaman obat. Sudut matanya tiba-tiba terhenti saat melihat wajah wanita yang pernah dicintainya di alam surgawi. pendekar itu terus memandang perempuan yang tak lain adalah Jiarong tanpa berkedip.
Seorang menepuk pundak pendekar itu. "Aku tidak pernah melihatmu, siapa kau?"
Pendekar itu memberi salam. "Namaku Yang Guo dari gunung emei."
Bailin memicingkan matanya. "Ada urusan apa kau ke sini?"
__ADS_1
"Saya mengantar ganoderma merah dari gunung emei untuk ketua sekte," jawab Yang Guo pendekar jelmaan dari dewa perang.
Bailin melihat pendekar itu dari atas ke bawah tampak berpikir.
"Pendekar, bisa antar aku ke ketua sekte," ucap Yang Guo.
"Baiklah, ikut aku." Bailin mengantar Yang Guo ke ruangan ketua sekte. Yang Guo berjalan di belakang Bailin sambil matanya terus melihat ke arah Jiarong.
Gongfu terlihat sedang bermain Xiangqi dengan Astara.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
"Biarkan saya yang membukanya Bapak Mertua." Astara beranjak membuka pintu.
"Bailin, kau rupanya. Ada apa?" tanya Astara.
"Ada orang ingin bertemu dengan ketua sekte," jawab Bailin.
__ADS_1
Yang Guo terkejut dengan siapa yang membukakan pintu. Wajah itu mirip sekali dengan orang yang pernah dia benci.
"Pendekar, ada keperluan apa kau ingin bertemu denganmu?" tanya Gongfu membunyarkan lamunan Yang Guo.
"Sa-saya datang kemari untuk memberi hadiah ganoderma merah ini," ucap Yang Guo.
Gongfu pun terkejut mendapat ganoderma merah yang pernah menyelamatkan nyawanya itu.
"Dari mana kau bisa mendapat ganoderma langka sebanyak ini?" tanya Gongfu terbelalak.
"Saya berasal dari gunung emei, jadi tidak sulit menemukan ganoderma ini," jawab Yang Guo.
"Mari silahkan masuk. Bailin buatkan minum untuk pendekar ini!" perintah Gongfu.
"Aneh sekali, kenapa sikapnya tiba-tiba berubah," gerutu Bailin sambil menuju ke arah dapur.
Astara, Yang Guo dan Gongfu duduk saling berhadapan.
"Pendekar, kenapa kau memberikan ganoderma merah sebanyak ini. Bukankah ganoderma ini sangat susah di dapat?" tanya Gongfu.
"Saya Yang Guo pendekar dari gunung emei berterima kasih kepada ketua sekte Lin'an karena telah memberitahu ke seluruh perguruan silat tentang kelemahan asyura."
__ADS_1
Gongfu tertawa sambil mengelus janggut panjangnya. "Jadi karena itu. Aku terima ganoderma merah ini. Kebetulan sekte Lin'an sangat membutuhkannya."