
Suli dan raja asyura terlihat tidak sadarkan diri. Tubuh mereka berlumuran darah. Raja asyura melihat nanar tubuh Suli yang tergeletak lemas. Ning Qing kembali mengeluarkan bola api hitam raksasa menghantam segel pembatas. Para dewa sekuat tenaga menahan serangan dari Ning Qing.
"Kita tidak mungkin terus-terusan menahan serangan sebesar ini," ucap dewa hujan.
"Tidak ada cara lain, kalau melawan kita bukan tandingannya. Kita harus bisa bertahan sampai Astara kembali pulih," balas dewa pagoda.
"Baiklah kalau itu mau kalian, akan aku percepat." Ning Qing kembali mengeluarkan dua energi bola hitam raksasa melesat ke arah para dewa.
"Gawat, kita tidak bisa menahannya lagi!" pekik keempat ksatria langit.
Dari arah samping kilatan cahaya emas menendang ketiga energi bola hitam itu. Ning Qing terbelalak dengan siapa yang datang.
"Kau, bagaimana mungkin bisa pulih secepat itu."
__ADS_1
"Aku punya kristal putih yang mampu mengembalikan energi ki ku dan juga istri seorang reinkarnasi dewi kesuburan. Tidak butuh waktu lama jika istriku ingin menyembuhkanku," ucap Astara.
"Walaupun kau telah kembali, hasilnya akan sama saja." Ning Qing meningkatkan energi ki menyerang Astara dengan tangan yang diubah menjadi pedang.
Astara melompat menghindari serangan Ning Qing. Namun, dengan cepat Ning Qing sudah berada di atas Astara. Ning Qing meninju Astara hingga terlempar jauh. Astara mengeluarkan aura emasnya dan membuat ribuan energi cincin yang di masukan ke dalam tanah. Ning Qing kembali melesat meninju Astara hingga tubuhnya tertancap di tebing.
Ning Qing berjalan pelan sambil tertawa terbahak. "Aku adalah kaisar kegelapan yang memiliki kekuatan tiada tara. Kau hanyalah debu di mataku. Sekarang bersiaplah untuk mati. Kali ini aku akan membuatmu hancur lebur."
Ning Qing kembali mengeluarkan bola hitam raksasa dengan kepadatan sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Namun, sebelum Ning Qing melempar bola itu. Ratusan energi cincin muncul dari tanah dan mengunci pergerakan dari Ning Qing.
"Akhirnya, jebakanku berhasil," ucap Astara menyeringai.
Ning Aing berusaha lepas dari ikatan yang membelenggunya, namun cincin itu kembali lagi karena saling berhubungan satu sama lain.
__ADS_1
"Aku memang belum bisa mengalahkanmu, tapi kau lihat saja nanti," ucap Astara yang langsung pergi meninggalkan Ning Qing.
Para dewa yang sudah membentuk formasi segera menyalurkan semua energi ki kepada Astara.
"Waktu kita tidak lama teman-teman, energi cincinku akan segera habis. Ning Qing mampu menghancurkannya dengan cepat," ucap Astara.
"Kita akan mencoba semaksimal mungkin," ucap dewa pagoda.
Sedangkan, Ning Qing terus menghancurkan energi cincin yang di ciptakan Astara dengan energi ki nya. Sampai batas waktu energi cincin itu sudah habis. Ning Qing melihat cahaya di tempat para dewa berada. Segera, dia mengeluarkan energi bola api hitam meluncur deras ke arah cahaya itu.
Para dewa terlihat ketar-ketir dengan energi besar itu. Formasi mereka akan hancur jika bola hitam itu mengenai mereka. Raja asyura dengan energi terakhirnya mengorbankan dirinya untuk menahan bola hitam itu. Dia mampu membelokkan arah bola hitam itu dan ikut meledak dengannya.
"Birawa!" pekik dewa pagoda.
__ADS_1
Ning Qing yang melihatnya pun merasa geram. Dia melesat meninju Astara yang sedang meningkatkan energi dewa. Namun, sebuah tangan menangkap tinju dari Ning Qing. Para dewa berhasil memberikan saeluruh kekuatannya untuk Astara.