Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kebencian Yang Tidak Akan Hilang.


__ADS_3

Tanah yang dibawa raja asyura terus berontak.


"Bisakah lebih cepat?" tanya raja asyura saat melihat dewa bintang terbang dengan pelan.


"Aku belum pulih sepenuhnya, untuk saat ini aku hanya bisa terbang dengan kecepatan seperti ini," jawab dewa bintang.


"Apa kita bisa sempat ke lembah kematian dalam waktu setengah jam?" tanya raja asyura.


Dewa bintang mengangguk. "Tenanglah, setelah kita sampai di sana aku akan membuka pintu lembah kematian, pada saat itulah semua akan kembali seperti semula."


Setelah berbicaa panjang, Sebuah pintu kecil yang terbuat dari emas mulai terlihat.


"Itu lembah kematian," tunjuk dewa bintang.


Mereka berdua berhenti di depan pintu.


"Bagaimana bisa memasukan bola sebesar ini?" tanya raja asyura.


Dewa bintang menggunakan mantra untuk memperbesar pintu masuk itu. Badai pasir menerjang saat dewa bintang membuka pintu. Segera, raja asyura segera melempar bola rakssaa yang berisikan Soma ke dalam lembah kematian.

__ADS_1


Dewa bintang dengan kekuatan yang tersisa menghancurkan pintu itu. Soma dari dalam bola itu terus mengutuk perbuatan raja asyura. Mereka berdua terlihat kelelahan.


"Dengan ini Soma tidak akan pernah kembali lagi," ucap dewa bintang berbaring di tanah.


"Dendamku telah terselesaikan, setelah ini aku akan membangun kembali alam asyura seperti dulu lagi," ucap raja asyura dengan napas tersengal.


"Bagaimana keadaan Astara?" tanya dewa bintang.


"Keadaaanya kritis, tapi kau tidak usah khawatir, dia memiliki tehnik menyembuhkan yang sama baiknya denganku," jawab raja asyura.


Di dalam lembah kematian, Soma mulai bisa melepas bola belenggu yang mengurungnya. Matanya terlihat merah, rahangnya mengeras mengisyaratkan kemarahannya.


"Ini adalah lembah kematian, kita harus cari pintu keluarnya," ucap aura kegelapan dengan suara garang yang muncul dari dalam diri Soma.


"Pintunya sudah dihancurkan dari luar, badai ini mengganggu sekali," jawab Soma.


"Gunakan aura emasmu supaya bisa membuka lubang dimensi," ucap aura kegelapan.


Soma meningkatkan aura emasnya, lalu dia berteriak sekuat-kuatnya, terciptalah lubang kecil antar dimensi yang tiba-tiba kembali tertutup. Soma terengah-engah menatap ke depan.

__ADS_1


"Sepertinya kau harus menggunakan kekuatan penuh untuk membuat lubang yang lebih besar," ucap aura kegelapan dengan ganasnya.


"Tunggu dulu, Astara masih hidup. Jika aku bisa keluar dari sini, dia pasti sudah pulih dari lukanya," ucao Soma.


Aura kegelapan mengelilingi Soma. "Kenapa, kau takut dengannya."


"Aku butuh kekuatan lebih untuk mengalahkannya," ucap Soma.


"Kau tenang saja, Soma. Di dalam danau hitam ada jutaan kebencian dari sana. Aku akan menyerap aura kebencian di danau hitam dan akan memberikan kepadamu, maka kau akan menjadi makhluk kuat yang tak tertandingi," ucap aura kegelapan.


Soma tersenyum menyeringai. "Baiklah, aku percaya padamu. Aku ingin sekali mengalahkan Astara dan mengambil empat kristal itu, agar mereka sadar kalau akulah penguasa dunia yang baru!"


Soma meningkatkan aura emasnya dibantu aura kegelapan. Dengan sekuat tenaga dia berteriak hingga memunculkan gelombang angin. Lubang dimensi terbuka lebar. Soma dan aura kegelapan berhasil keluar dan tiba di dunia asyura.


"Ini alam asyura," ucap Soma.


"Kau harus segera ke danau hitam, jangan buang waktumu," ucap Aura kegelapan.


Soma menggunakan energi kilat untuk mencapai danau hitam. Dewa petir dan raja asyura yang masih dalam pemulihan merasakan energi jahat dari arah barat.

__ADS_1


__ADS_2