Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Rencana Berikutnya.


__ADS_3

Di sisi lain. Xiao Yu mulai membuka matanya. Seorang pelayan memanggil Jiarong untuk memberitahu kabar ini. Jiarong bergegas menuju ruang perawatan.


"Xiao Yu." Jiarong memeluk tubuh Xiao Yu, lalu memeriksanya.


"Jiarong, aku pikir aku sudah tidak bisa melihatmu," ucap Xiao Yu lirih.


"Kau jangan berkata seperti itu, kau sudah janji padaku 'kan ingin melihatku menikah dengan Astara," ucap Jiarong sambil membuat ramuan obat untuk Xiao Yu.


"Bagaimana dengan yang lain, prajuritku, Astara."


"Kau tidak usah berpikir berat dulu, sembuhkan dulu keadaanmu," ucap Jiarong.


Xiao Yu melihat anggota tubuhnya yang tanpa luka, padahal dia terkena semburan api dari Zhang Yutang. Harusnya tubuhnya mengalami luka bakar.


"Sudah tidak usah dipikirkan, lebih baik kau kembali beristirahat, besok aku akan bercerita kepadamu," ucap Jiarong sambil merebahkan tubuh Xiao Yu.


Jiarong pamit, Xiao Yu tersenyum menatap punggung Jiarong yang sudah tidak terlihat saat Jiarong keluar dari kamarnya.


Sedangkan Astara sudah bangun dari lelahnya. Dia bersandar di dinding melakukan meditasi untuk memulihkan tenaga dalamnya.


"Kau sudah bangun?" Bailin tiba-tiba muncul sambil memakan buah apel.

__ADS_1


Astara menghela napas. "Ada apa, Bailin. Aku sedang melakukan meditasi."


"Iya aku tau. Aku hanya ingin bertanya satu hal denganmu."


"Apa?"


"Siapa asyura yang tidak tercium baunya olehku itu?"


"Dia adalah Rabah, adik raja asyura. Dia sudah menguasai gulungan langit hingga bisa mengubah tubuhnya menjadi Hai Xuan," jawab Astara.


Bailin melempar apel itu ke lantai. "Sudah kuduga! Dari awal aku sudah curiga dengannya."


"Kekuatannya sangat hebat, aku tidak bisa menghadainya saat mode manusia. Kekuatan dewaku muncul saat aku tenggelam di danau Lin'an. Aku merasakam ada kristal Narendra di sana."


Astara mengangguk.


Jiarong dan Gongfu datang membawa teh hijau untuk Astara.


"Jiarong, ketua sekte."


"Kau sudah siuman? Aku bawakan teh hijau buat memulihkan tenagamu," ucap Jiarong.

__ADS_1


"Terima kasih, Jiarong."


"Astara, apa yang terjadi?" tanya Gongfu.


"Hai Xuan adalah asyura yang mencuri galungan langit. Aku bertarung dengannya menggunakan mode dewa sehingga badanku lemas karena kekuatannya terlalu besar."


Gongfu mengelus janggut panjangnya. "Tak kusangka selama dua puluh lima tahun ini aku diperdaya olehnya."


"Zhang Yutang menjadi jahat mungkin juga pengaruh dari Asyura itu," tebak Astara.


"Aku dan Bailin saat kembali ke pertempuran tidak melihat Zhang Yutang. Kami malah bertemu dengan ksatria langit," ucap Jiarong.


"Ini aneh, di dalam diri Zhang Yutang ada asyura yang bersemayam. Cepat atau lambat tubuh Zhang Yutang akan habis digerogoti asyura yang ada di dalam tubuhnya," ucap Bailin.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Jiarong.


"Asyura terlahir dari batu hitam yang memancarkan aura negatif. Batu itu menyerap energi di sekelilingnya untuk makanan mereka. Jika ada manusia yang menyatu dengan asyura maka energinya sedikit demi sedikit akan diserap hingga manusia itu mati," ucap Bailin.


"Kita harus waspada, ada kemungkinan mereka akan kembali lagi," ucap Astara.


"Aku sudah memberitahu kepada setiap sekte untuk waspada dan meningkatkan keamanan. Kita akan bersama melawan asyura," ucap Gongfu.

__ADS_1


"Dunia sejak ditinggal dewa Narendra betul-betul kacau. Ini gara-gara dewa perang busuk itu, harusnya para dewalah yang bertanggung jawab, bukan manusia," cibir Bailin menunjuk ke atas.


__ADS_2