
"Itu lebih baik, aku akan mengantar kalian ke perbatasan langit," ucap dewa bumi.
Beruang kutub itu mengecilkan tubuhnya seukuran tikus, lalu naik di pundak Jiarong. Dewa bumi memanggil awan untuk membantu Jiarong terbang menuju perbatasan Kahyangan. Setelah sampai di perbatasan, dua orang prajurit kahyangan menghalangi langkah Jiarong.
"Hei manusia, mau apa kamu datang kemari?" tanya salah satu prajurit kahyangan dengan tegas.
"Mohon prajurit membukakan pintu, saya ingin bertemu dengan permaisuri," ucap Jiarong.
Dua penjaga kahyangan itu tertawa. "Seorang manusia ingin bertemu dengan dewi langit. Jangan mimpi kamu."
"Kenapa tidak bisa, dia adalah reinkarnasi dewi kesuburan," sahut Xiao Yu.
"Jangan berbohong kau!" Xiao Yu membuat dua penjaga itu marah.
Di sisi lain, Dewa bumi tampak was-was menunggu kedatangan Jiarong.
"Dewa bumi duduklah, aku yakin Jiarong akan kembali," ucap Bailin.
__ADS_1
"Kau tidak tau, aturan kahyangan itu sangat ketat, apalagi Jiarong hanya seorang manusia, secara logika mustahil seorang manusia bisa bertemu dengan permaisuri kaisar langit," ucap dewa bumi.
"Terus kenapa tidak dewa bumi saja yang meminta daun phon kehidupan itu," balas Bailin.
"Aku ini seorang dewa bumi, tugasku menjaga bumi ini supaya tetap aman. Kalau aku ikut urusan manusia, itu melanggar aturan langit," jawab dewa bumi.
"Ngomong-ngomong Jiarong akan mendapatkan kesulitan apa?" tanya Bailin penasaran.
"Jiarong sangat mencintai Astara, dia pasti akan melakukan apa saja untuk mendapatkan daun pohon kehidupan. Aku takut dia akan di tangkap prajurit langit, kalau dia tertangkap dan dikurung di dalam penjara bagaimana dengan Astara. Pil pengikat roh yang ada di dalam tubuhnya semakin hari akan mengikis jiwanya hingga habis," ucap dewa bumi.
"Ini gara-gara dewa perang sialan itu!" pekik Bailin menunjuk ke atas.
"Putri cepat pergi, aku akan menyusul!" teriak Xiao Yu.
"Hati-hati!" Jiarong melompat melewati perbatasan, lalu dengan sekuat tenaga berlari.
Beberapa prajurit langit menghadang Jiarong. Beruang kutub yang sedari tadi di pundak Jiarong berubah menjadi hewan besar yang siap mempora-porandakan prajurit langit yang menghadang.
__ADS_1
"Jiarong, cepat kau pergi, biar aku yang akan menghadapi prajurit ini," ucap beruang kutub.
Jiarong mengangguk, lalu berlari menaki tangga pertama. Di sana sudah ada ksatria langit selatan yang tidak sengaja melihat Jiarong.
"Kau hanya manusia biasa, apa yang membuatmu nekat menerobos tempat suci ini?" tanya ksatria langit selatan.
"Maafkan saya, Dewa. Saya hanya ingin bertemu dengan permaisuri kaisar langit untuk menyelamatkan suami saya," jawab Jiarong.
Ksatria langit selatan terkekeh. "Mana mungkin seorang manusia bisa bertemu dengan dewi agung. Lebih baik kau kembali sebelum aku berubah pikiran."
Xiao Yu terbang menghampiri Jiarong. "Kenapa tidak bisa. Suaminya tidak sengaja meminum pil pengikat jiwa. Lalu kenapa pil pengikat jiwa yang sangat berbahaya itu bisa berada di tubuh seorang manusia."
"Xiao Yu kau bisa mengalahkan penjaga itu," ucap Jiarong senang.
Xiao Yu mengangguk tersenyum kepada Jiarong.
"Kau jangan mengarang, mana mungkin pil yang berada di dasar neraka itu bisa muncul di bumi," ucap ksatria langit selatan.
__ADS_1
"Saya tidak mengarang ,Dewa. Suami saya dijebak dewa perang sehingga meminum pil pengikat jiwa," ucap Jiarong dengan tatapan tajam.