Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Siapa Kau!?


__ADS_3

Dewa bintang mengalirkan energi ki supaya tubuh Astara tetap hangat.


"Aku ingin bertanya kepadamu, dewa bintang?" Napas Astara masih tersengal.


"Katakanlah?"


"Apa yang kau liat dariku, mengapa semua orang seperti bergantung padaku?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu, bukankah kau sudah tau jawabannya. Kau adalah reinkarnasi dari dewa perdamaian, hanya kau yang bisa mengalahkan Soma," jawab dewa bintang.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa mengalahkannya?"


Dewa bintang menyelidik. "Kenapa kau bicara seperti itu? Apa maksudmu?"


"Aku juga tidak paham, kristal yang ada dalam diriku memberikan pertanyaan yang sulit aku mengerti," ucap Astara.

__ADS_1


"Aku mengerti apa yang kamu maksud. Dewa Narendra orang yang welas asih. Semua makhluk yang ada di alam semesta ini menyukainya. Ini masalah tujuan yang ingn kau capai," ucap dewa bintang


"Apa maksud perkataanmu, dewa bintang. Kau sama menyebalkan dengan ketiga kristal itu," ucap Astara.


"Kau harus melepaskan apa yang menjadi bebanmu. Jangan buat itu sebagai beban. Mungkin selama ini kau melakukan kebaikan karena menganggap itu suatu tugas atau beban bagimu," ucap dewa bintang.


Astara mencoba menelaah ucapan dewa bintang. Dia kembali memejamkan mata dan bertemu dengan kristal Narendra.


"Aku masih banyak belajar. Mohon bantuan kepada para kristal yang tercipta dari alam kesucian," ucap Astara.


"Berjalanlah di atas kebenaran. Mudah-mudahan cahaya dari kami bisa membimbingmu," ucap kristal merah.


Astara kembali membuka mata. Kali ini dia baik-baik saja tidak seperti biasanya. Di tangan kanannya memegang cahaya yang dipantulkan ketiga kristal itu. Astara memasukan cahaya itu ke dada, lalu dia kembali duduk bersila melakukan meditasi.


Kali ini dia berada di sebuah sabana yang sangat luas. Di depannya sudah ada orang yang menyerupai dirinya dengan mata tajam dan senyum yang sinis menatap Astara.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya Astara.


Orang yang menyerupai Astara tidak menjawab. Tanpa basa-basi dia langsung menyerang Astara secara membabi buta. Astara dengan kaget menghindarinya. Bukan hanya wajah yang mirip, jurus serta tehniknya juga sama dengan Astara. Mereka bertarung begitu sengit.


Astara mengeluarkan aura hijau, dia juga mengeluarkan Aura hijau. Pertarungan begitu seimbang. Orang itu tau pergerakan Astara serta strateginya.


Astara mundur memberi jarak kepada orang itu. "Siapa kau!?"


Orang itu meningkatkan energi ki yang sama dengan Astara. Astara juga tidak mau kalah. Mereka berdua melesat besamaan. Astara semakin emosi dengan orang yang menyerupai nya. Tiba-tiba Astara terkena tendangan orang itu dan terpental jauh.


Astara kembali bangkit terengah-engah menatap tajam orang yang menyerupainya.


"Aku tidak akan mengampunimu!" Astara langsung menggabungkan aura hijau, biru, dan merah menjadi coklat yang menyala disertai kilatan petir menyelimuti tubuhnya.


Orang itu juga juga mampu menggunakan tehnik yang sama persis dengan Astara. Astara kembali terkejut, baru kali ini ada orang yang menyamai dirinya. Tanpa pikir panjang mereka melesat saling bertabrakan. Pertarungan di udara terjadi dengan sengit dan tampak berimbang.

__ADS_1


Namun, seiring berjalannya waktu energi ki Astara mulai menurun. Sedangkan, orang yang mirip dengan Astara masih sama dan tampak tidak kelelahan. Astara kembali terkena pukulan telak di perutnya hingga terpental menyusur ke rerumputan.


__ADS_2