Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pertarungan Di Lautan


__ADS_3

"Tapi Kakak, mereka sudah sewenang-wenang terhadap bangsa kita," ucap Rabah.


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi dalam kondisi kita seperti ini, rasanya tidak mungkin bisa mengalahkan para dewa. Kita harus cari sekutu," ucap raja asyura.


Sebuah ledakan terjadi di pintu gerbang. Rabah dan raja asyura melihat apa yang terjadi. Empat ksatria langit datang merusak pintu gerbang istana.


"Kalian empat ksatria langit," ucap raja asyura.


"Kali ini kami akan memusnahkan bangsamu, Birawa." Empat ksatria langit mengeluarkan aura hitam pekat mengelilingi tubuh mereka.


Ribuan prajurit asyura datang melindungi raja dan wakil mereka. mereka membentuk formasi tameng raksasa untuk menghadapi ksatria langit.


"Percuma saja kalian melindungi raja asyura." Ksatria langit barat menggunakan gada api untuk menghancurkan formasi dinding raksasa itu. prajurit asyura luluh lantah tidak kuat menahan serangan ksatria langit.


"Kalian menyingkirlah, lindungi raja asyura." Rabah maju menghadapi empat ksatria langit.

__ADS_1


"Hahaha ... ada apa dengan raja kalian, kenapa dia tidak berani melawan kami, apa dia sudah impoten," ucap ksatria langit timur.


"Hadapi aku dulu dewa busuk," umpat Rabah.


"Kalau kau ingin mati akan kami kabulkan." Empat ksatria langit secara bersamaan menyerang Rabah mengunakan senjatanya masing-masing.


Rabah terbang ke udara untuk menghindarinya. Ksatria langit selatan melempar pedang emasnya ke arah Rabah. Rabah menangkisnya dengan gada yang ada di tangannya.


Rabah mengerang, menaikan energi ki untuk menambah daya tempurnya. Aura merah menyelimuti tubuh Rabah.


"Kurang ajar, beraninya kau!" Empat ksatria langit menambah daya tempurnya, aura hitam dan mata menyala hitam dengan otot-otot yang lebih kekar, sempurna untuk melawan Rabah.


Empat ksatria langit bersamaan menyerang Rabah. Pertarungan di udara terjadi, mereka saling menggunakan tehnik masing masing. Sekilas pertarungan terlihat seimbang, namun karena Rabah melawan empat dewa, staminanya pun semakin terkuras, gerakannya semakin lambat. Rabah sudah tidak mampu mengimbangi kecepatan empat ksatria langit. Tendangan dan pukulan diterima Rabah dengan telak, dia jatuh ke dasar lautan.


"Hahaha ... jadi hanya ini kemampuan adik raja asyura," ucap ksatria langit timur.

__ADS_1


Sebuah gemuruh di dalam air tiba-tiba terlihat, Rabah keluar dari lautan dengan napas tersengal. Luka akibat pukulan ksatria langit pun menghilang.


"Lihatlah saudaraku, lukanya tiba-tiba menghilang," ucap ksatria langit utara.


"Mungkin dia telah mempelajari gulungan langit," jawab ksatria langit barat.


"Tidak masalah dia menguasai gulungan langit. Sehebat apapun seorang bisa melakukan penyembuhan diri, tapi aku yakin energi ki nya sudah terkuras," ucap ksatria langit timur.


"Kalau begitu kita serang dengan membabi buta supaya dia kehabisan energi ki," ucap ksatria langit selatan.


"Aku suka idemu. Kita siksa dia." Empat ksatria langit menyerang bersamaan.


Rabah menggunakan senjata gada, lalu memutar dengan kecepatan tinggi membentuk tornado raksasa menghantam ksatria langit. Ksatria langit sengaja tersedot ke dalam angin tornado itu. Mereka membentuk formasi persegi dengan energi listrik listrik sebagai pengikat.


Mereka berempat saling memusatkan pikiran, lalu dengan kompak empat ksatria langit menghantarkan energi listrik yang besar masuk ke dalam angin tornado. Rabah pun tersengat dan berteriak kesakitan. Raja asyura yang melihat sang adik tersiksa tak kuasa melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2