Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tali Emas.


__ADS_3

Seribu Lima Ratus Tahun Yang Lalu.


Suli mematung, dia tidak percaya kalau sedang berhubungan dengan dewa.


"Suli." Soma mendekat berusaha menyakinkannya.


"Kau adalah ..."


Soma memegang tangan Suli. "Aku tidak peduli statusku saat ini, selama aku bisa bersamamu, itu sudah cukup bagiku."


Suli menatap Soma dalam-dalam, lalu tersenyum. Soma pun memeluk Suli.


"Kita akan melewati rintangan bersama." Suli tenggelam di dada bidang Soma.


"Setelah tugasku selesai, aku akan menikahimu. Kita akan menjadi pasangan yang paling bahagia." Soma mengusap lembut rambut panjang Suli.

__ADS_1


Suara petir menggelegar tanda alam menolak hubungan mereka. Kaisar Langit di kahyangan yang merasakan aura dewa dari bumi menyuruh dewa pagoda untuk memeriksanya. Bola pengintai di keluarkan untuk mencari tau siapa pemilik aura dewa itu.


Kaisar langit marah saat tau itu adalah perbuatan Soma yang berani mengganggu kehidupan di bumi. Tabib Jianli selaku guru yang menugaskan Soma belajar di bumi memangilnya untuk menghadap Kaisar Langit.


Siluman rubah putih diam-diam mengikuti Soma menuju langit. Namun, kulitnya terbakar saat melewati gerbang pembatas langit. Siluman rubah putih terluka parah dan kembali ke tempat asalnya. Sejak saat itu Soma tidak pernah kembali menemuinya.


Suli bertekad untuk menjadi seorang dewi dengan melakukan pertapaan selama seribu tahun, tapi di tengah perjalanan dia membunuh seekor siluman harimau yang hendak mengganggunya. Aura dewinya pun hancur. Suli hanya mendapat esensi kekuatan melalui pertapaannya. Sejak saat itu dia tidak suka melihat pengantin pria dan meneror manusia yang sedang melangsungkan pesta pernikahan.


Flash Back Off.


Astara selaku pengantin pria dibawa terbang menuju istana rubah putih.


"Tuan Pengantin mau kah kau menemaniku untuk satu malam ini." Siluman rubah putih menggunakan tehnik penggoda dengan suara yang manja. Tehnik ini bisa menghipnotis lawannya untuk melakukan apa saja yang dia perintahkan.


Astara yang merupakan reinkarbasi seorang dewa menghembuskan napas untuk menangkis tehnik penggoda dan membuka penutup wajahnya. Siluman rubah yang melihatnya pun terkejut.

__ADS_1


"Rupanya itu kau!" Siluman rubah memasang kuda-kuda bersiap melawan Astara.


"Majulah." Astara bersiap.


Siluman rubah itu menggunakan bulunya yang bisa merubahnya menjadi jarum tajam yang bisa menghancurkan bebatuan. Namun, itu bukanlah tandingan Astara. Dengan menggunakan tehnik pelindung, Astara mampu melumpuhkan jurus siluman rubah putih.


"Tehnik pelindung yang kuat." Siluman rubah putih kembali terkejut dengan kemampuan Astara.


Siluman rubah putih mengeluarkan pedang dari tangannya dan menyerang Astara dari segala arah. Serangan itu dengan mudah mampu di tepis oleh Astara. Bahkan, tendangan dari Astara mengenai perut siluman rubah putih.


Merasa tidak mampu mengalahkam Astara, siluman rubah putih pun berusaha kabur. Namun, Astara sudah tau akan hal itu. Dia menggunakan tehnik membagi tubuh untuk mencegah siluman rubah putih kabur. Siluman rubah putih kebingungan karena di setiap sudut ruangan selalu ada Astara yang berhasil mendahuluinya.


"Mau lari kemana kau, Siluman jahat." Astara menendang tepat di dadanya hingga siluman rubah putih membentur dinding istananya.


Siluman rubah putih terkulai lemas. Astara mengeluarkan tali emas untuk mengikatnya.

__ADS_1


"Tali emas, siapa kau sebenarnya?" tanya siluman rubah putih terkejut.


__ADS_2