Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Hubungan Suli.


__ADS_3

Suli pun terbangun dari tidur panjangnya menatap nanar Astara dan dewa bintang.


"Suli, kau sudah bangun?" Dewa bintang terkejut melihat energi lembut dari Astara.


Suli tersenyum tipis. "Aku pikir aku tidak bisa terselamatkan."


"Kau jangan berpikir seperti itu, Suli. Kita semua di sini adalah keluargamu, jadi kita tidak akan membiarkanmu menderita," ucap Astara.


"Benarkah, terima kasih," jawab Suli lirih.


Astara mengangguk, lalu menepuk pundak dewa bintang. Dewa bintang terperanjat, lalu berdehem dengan canggung dia tersenyum menatap Suli.


"Tubuhmu masih lemas, Bailin dan Xiao Yu sedang berusaha mencari pemilik kekuatan api biru supaya tubuhmu kembali seperti dulu lagi," ucap Astara.


"Apa wajahku terlihat jelek?" tanya Suli sambil memegang wajahnya.


"Kau masih tetap cantik, Suli. Cuma jika kau tidak memiliki api biru di dalam tubuhmu, maka kau akan menderita, tubuhmu tidak akan kuat," ucap Astara.


Suli tersenyum tipis. "Aku tau itu. Api biru ini diberikan oleh dewa pagoda saat aku berlatih di gua pasir. Tanpa api biru tubuhku akan segera menghilang."


"Kau tidak perlu bersedih, Bailin dan Xiao Yu pasti akan segera kembali menyelamatkanmu," ucap Astara memberi semangat untuk Suli.

__ADS_1


"Kau terlihat berbeda dari sebelumnya," ucap Suli yang melihat perubahan Astara.


Astara menggaruk tengkuknya. "Ini berkat dewa bintang yang melatih kemampuanku."


"Aku mulai lelah berbicara dengan kalian, aku ingin tidur sebentar." Suli menarik selimutnya, lalu memejamkan mata.


"Ternyata kau pintar juga membuat wanita nyaman," ucap dewa bintang.


Astara mengangkat bahunya.


Di dalam mimpinya, Suli bertemu dengan Soma muda yang terlihat tampan. Soma tersenyum memanggil nama Suli.


"Soma!" Suli berlari menghampiri Soma, lalu saling berpegangan tangan.


Suli menggeleng sambil terisak. "Aku menunggumu di gua pasir. Kenapa kau tidak kunjung datang?"


Tiba-tiba Soma tersenyum licik menatap tajam Suli. Aura kegelapan menyelimutinya Suara tawa terdengar mnggema saat Soma menghilang. Suli tampak bingung mencari keberadaan Soma. Dia terus memanggil nama Soma yang tiba-tiba menghilang bersama aura kegelapan. Suli berlari mencari Soma ke alam yang tidak bertepi.


"Soma, jangan tinggalkan aku!" Tiba-tiba sebuah energi gelap menyeret kaki Suli. Dia berteriak meminta tolong. Dan, saat Suli terbangun Astara sudah berada di sampingnya memberikan energi ki untuk menenangkan Suli


"Tenanglah, Suli. Kau sedang bermimpi," ucap Astara.

__ADS_1


Napas Suli tersengal. "Mimpi itu terlihat jelas bagiku."


"Wajar saja, kau kehilangan api birumu, itu membuat jiwamu gelisah. Minumlah obat ini, dewa bintang telah membuatkan ramuan ini untukmu." Astara memberikan mangkok kecil berisi ramuan racikan dari dewa bintang.


Suli pun segera meminum obat itu. Tubuhnya sedikit lebih tenang saat menenggak ramuan itu. Astara kembali membaringkan tubuh Suli yang masih lemah.


"Sekarang, kau tidak akan bermimpi buruk lagi," ucap Astara.


Astara menghampiri dewa bintang.


"Bagaimana keadaannya?" tanya dewa bintang.


"Keliatannya sedikit membaik," jawab Astara.


"Dia harus sering meminum ramuan bambu muda supaya energi api yang ada di dalam tubuhnya tidak membakar dirinya," ucap dewa bintang.


"Mohon bantuannya," ucap Astara memohon.


"Tentu saja aku akan membantunya. Bagaimanapun juga, Suli telah berkorban untukmu. Walaupun kita tidak tau niatnya untuk apa?"


Astara memicingkan mata. "Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Dia pernah ada hubungan dengan Soma. Terlihat sekali dia masih mencintainya."


__ADS_2