Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tehnik Perubahan.


__ADS_3

Dewa bintang menghampiri Astara. "Kita jangan terbawa permainannya. Dewa pagoda sangat pandai membuat tehnik penggabungan elemen. Kau harus lebih bersabar."


Astara mengangguk. "Kita harus cari cara untuk mematahkan tehnik dewa pagoda dan dewa hujan."


Dari dinding tanah itu muncul ribuan pisau air yang menyerang Astara dan dewa pagoda. Mereka berdua yang belum siap terkena serangan pisau air itu. Tubuh dewa bintang dan Astara dipenuhi luka goresan pisau air.


Astara dan dewa bintang terduduk lemas ke tanah dengan napas yang tersengal. Dewa bintang mengeluarkan energi bintang lima raksasa melempar ke arah dinding pelindung itu. Putarannya mampu membuat dinding tebal itu retak. Namun, tiba-tiba energi bintang lima itu menghilang dan retakan dinding pelindung itu kembali seperti semula.


Dewa bintang terbelalak seolah tidak percaya serangan terkuatnya mampu dihisap oleh dinding pelindung itu. Astara tiba-tiba terlihat kelelahan teduduk lemas.


"Astara jangan kau gunakan aura dewamu. Dinding itu bisa menghisap energi alam!" seru dewa bintang.

__ADS_1


Astara kembali ke mode biasa.


Dewa pagoda yang ada di dalam dinding pelindung itu tersenyum. Sebuah energi bintang lima raksasa keluar dari dinding pelindung menyerang Astara. Astara yang dalam bentuk biasa tidak siap menghindari serangan besar itu. Dewa bintang dengan heroik menyelrmatkan Astara. Dia menahan serangan energi bintang raksasa miliknya.


Dengan kekuatan cahaya yang dewa bintang miliki, energi bintang lima itu bisa di netralkan. Namun, energi ki dewa bintang terkuras cukup banyak.


"Kau tidak apa-apa, Astara?" tanya dewa bintang dengan napas tersengal.


Astara tersenyum mengucapkan terima kasih Kepada dewa bintang.


"Aku mengerti, tanah akan menghantar panas jika diserang dengan api. Kita gunakan energi api kita untuk menghantarkan panas," ucap dewa bintang.

__ADS_1


Astara melayang mengeluarkan pedang Narendra, lalu menggunakan tebasan api secara bertubi-tubi. Namun, tebasan api itu tidak membakar dinding tanah itu, tapi malah menyerapnya.


Astara terkejut. "Terbuat dari apa dinding tanah itu."


Dewa hujan muncul melompat mengeluarkan pedang air ke arah Astara. Dengan sigap Astara bisa menghindarinya, tapi dewa hujan berhasil melesat dan menjatuhkan Astara ke tanah. Astara mengeluarkan zirah pelindungnya..


"Hahaha ... kami adalah dewa dengan strategi terbaik di alam semesta. Kalian tidak akan bisa melawan kami," ucap dewa hujan.


Astara masih tersungkur ke tanah, mengerang. Begitu kesal dengan jurus yang dimiliki dewa pagoda dan dewa hujan. Astara secara spontan mengeluarkan bola energi yang di tepis dengan mudah oleh dewa hujan. Bola energi itu memantul mengenai bagian atas dinding pelindung itu. Dewa bintang melihat ujung lancip dinding pelindung itu.


Dewa bintang terbang mengeluarkan ribuan energi bintang lima menyerang bagian atas dinding pelindung itu. Dewa hujan yang hendak melawan Astara, teralihkan konsentrasinya. Dia melesat menahan ribuan energi bintang lima itu.

__ADS_1


"Astara, cepat keluarkan aura dewamu untuk menyerang bagian atas dinding pelindung itu!" Teriak dewa bintang.


Astara terbang mengeluarkan aura biru menyelimuti tubuhnya. Pedang Narendra menyala terang. Astara mengayunkan dengan kekuatan penuh. Dewa hujan tidak sempat untuk menghentikan serangan itu. Aura bulan sabit melesat menghancurkan dinding pelindung itu yang seketika berubah menjadi pagoda. Dewa pagoda terpental bersaaman dengan hancurnya pagoda miliknya.


__ADS_2