Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Perasaan Yang Dalam.


__ADS_3

Suli terus menyerang, Soma terus menghindari serangan.


"Gunakan tombak dewamu untuk melawannya," ucap aura kegelapan.


Soma mengeluarkan tombak dewa dari dalam tubuhnya. Tombak dewa itu berputar tajam melawan aura api emas milik Suli. Pertarungan sengit di udara terjadi. Para dewa yang melihatnya tidak menyangka kalau Suli memiliki kekuatan sebesar itu. Aura kegelapan berjibaku melindungi tubuh Soma dari percikan api emas itu.


"Soma, menjauh darinya, aku tidak bisa menahan api emas ini lebih lama lagi," ucap Aura kegelapan.


Soma terbang menjauh, Suli tidak membiarkan Soma lolos.


"Siapa sebenarnya dia, kenapa kau menghindarinya?"


"Dia adalah siluman rubah ekor sembilan yang sudah mencapai tehnik tertinggi. Aku tidak bisa menetralkan kekuatan alamnya. Jika kau sekali saja terkena seranganya, aku tidak bisa menyembuhkanmu dalam waktu singkat," jawab Aura kegelapan.


"Merepotkan sekali," ucap Soma yang terus di kejar Suli.


"Soma lawan aku!" pekik Suli.


Soma mengeluarkan ribuan bola energi untuk menghambat pergerakan Suli. Namun, itu bukan masalah baginya, Suli bisa mementalkan serangan Soma lewat ekornya. Ribuan bola energi itu berbalik menyerang Soma. Soma menggunakan tehnik pelindung diri untuk menahan serangan sendiri.

__ADS_1


Pergerakan Soma terhenti. Suli menyatukan sembilan ekornya menciptakan bola hitam raksasa disertai kilatan petir.


"Terima ini!" Bola itu melesat cepat ke arah Soma.


Soma dengan kekuatan penuhnya menangkis bola hitam itu. Namun, kepadatan bola hitam itu membuat Soma ikut terbawa dan meledak saat membentur sebuah bukit.


"Ini kesempatan kita untuk mengalahkan Soma," ucap dewa bintang yang melihat pertarungan Suli menggunakan bola pengintai.


Para dewa pun bergegas bergabung dengan Suli.


"Suli kau hebat, Nak," ucap dewa pagoda yang baru bergabung.


Suli hanya tersenyum simpul, terlihat ada keraguan dalam dirinya.


"Ayo kita segera selesaikan pertarungan ini," ucap dewa bintang.


"Tunggu dulu!" seru Suli.


Para dewa pun berhenti menoleh ke arah Suli.

__ADS_1


"Biar aku yang menyelesaikan, kalian para dewa cukup melihat saja," ucap Suli


Suli terbang melanjutkan pertarungan yang belum usai. Sedangkan, Soma meningkatkan energi ki sampai batas tertinggi dengan perpaduan aura kegelapan.


"Kita akan buktikan siapa yang paling kuat!" pekik Soma dengan mata membunuhnya.


"Soma sadarlah, apa kau tidak ingat siapa aku?" Suli justru berubah menjadi mode biasa.


Para dewa yang melihatnya pun bertanya-tanya. Ada apa dengan Suli? Mengapa dia menurunkan energi ki.


"Suli cepat bunuh Soma! Dia bukanlah Soma yang kau kenal!" pekik dewa pagoda.


Suli malah membuat dinding pelindung supaya tidak ada lagi suara yang terdengar. Dewi bulan dan Xiao Yu bergabung dengan para dewa melihat prmandangan yang tidak biasa.


"Ada apa dengan Suli?" tanya dewi bulan.


"Sepertinya Suli masih mengharapkan Soma. Ini adalah kisah cinta seribu lima ratus tahun yang lalu," jawab dewa pagoda.


"Tidakkah dia mengerti Betapa berbahayanya aura kegelapan dan Soma," ucap dewi bulan kesal.

__ADS_1


"Kita tidak bisa berharap dari Suli, dinding pelindung ini begitu susah untuk di tembus. Suli menggunakan mantra budha untuk membuatnya. Kita hanya bisa melihat mereka dari luar," ucap dewa bintang menepuk bahu dewi bulan.


Dewa pagoda dan dewa yang lain berusaha membuka dinding pelindung ini, tapi hasilnya nihil.


__ADS_2