Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Rencana Soma.


__ADS_3

Astara mendekat perlahan. "Jiarong ... Jiarong istriku."


Jiarong tersenyum sambil mengangguk. Astara tanpa ragu memeluk tubuh indah istrinya. Suasana menjadi haru. Astara dan Jiarong yang sama-sama berlatih di ruang waktu menghabiskan waktu yang tidak sebentar untuk kembali bertemu.


Astara dan Jiarong saling menatap dalam-dalam. menyalurkan kerinduan yang selama ini terpendam. Jiarong mendongak merasakan ada yang aneh di sekitar area.


"Apa yang terjadi dengan hutan yang ada di sini?" tanya Jiarong heran.


"Dewa pagoda membakar semua hutan yang ada di sini," jawab Astara.


Jiarong keluar dari portal pelindung. Dengan kekuatan dewinya yang sudah kembali, Jiarong mampu menumbuhkan tanaman di hutan kembali seperti semula. Para dewa yang melihatnya kagum dengan tehnik langka yang dimiliki dewi kesuburan.


"Ini adalah tehnik kehidupan milik dewi kesuburan," ucap dewa bintang.


Dewi bulan pun tidak kalah histeris saat kembali melihat dewa bintang. Mereka berpelukan erat setelah sekian lama tidak bertemu.


Dewa bumi datang, membawa dewa pagoda dan dewa hujan. Dewa bintang keluar dari portal untuk mengajak dewa bumi masuk ka dalam.


"Aku ke sini membawa dua dewa yang masih dalam pengaruh aura kegelapan." Dewa bumi menyerahkan dewa pagoda dan dewa hujan kepada dewi bulan.

__ADS_1


Dewi bulan mengeluarkan tangkai bunga lotus untuk menetralkan aura kegelapan. Dewi kesuburan menggunakan energi alam untuk memulihkan tenaga dewa pagoda dan dewa hujan. Mereka berdua pun tersadar dan terheran karena ada banyak dewa di sekitarnya.


"Dimana ini?" tanya dewa pagoda.


"Kau sudah sadar, dewa pagoda? Kami telah menunggumu untuk bertarung melawan Soma," ucap dewa bintang.


"Kau adalah, Tao Feng?" Dewa pagoda menatap dewa bintang dengan seksama.


"Kakak, bangunlah." Dewa angin memapah dewa hujan yang masih belum mengerti.


"Lebih baik kalian istirahat sebentar, biar nanti Tao Feng yang menjelaskan kepada kalian," ucap dewi bulan.


Dewa angin mengantar mereka berdua untuk istirahat.


"Pergilah, aku tunggu kabar baik darimu," balas dewa bintang.


Astara mengangguk memanggil hewan spiritualnya singa berkepala tiga. Segera Suli, Jiarong, dan Astara naik di gunggung Changguan dan melesat.


"Suli, apa yang kamu rasakan?" tanya Astara.

__ADS_1


"Kristal itu ada di sebelah tenggara," jawab Suli berkonsentrasi.


"Kau memiliki kemampuan yang unik, Suli." Jiarong memuji.


"Dibanding kemampuan Putri Jiarong kemampuan saya tidak ada apa-apanya." Suli merendah.


Jiarong tersenyum menatap Suli.


"Suamiku, berapa lama kita sampai ke arah tenggara?" tanya Jiarong.


"Mungkin satu hari," jawab Astara.


Jiarong menggunakan pelindung air penyembuhan untuk menjaga tenaga mereka tetap terjaga.


"Ini air penyembuhan," ucap Changguan dengan suara garangnya. Changguan pun melesat dengan kecepatan penuh.


"Tubuhku terasa lebih segar," ucap Suli kagum.


"Kita akan sampai lebih cepat dengan bantuan air penyembuhan," ucap Astara.

__ADS_1


Sedangkan di istana langit, kaisar kegelapan membacakan mantra di sebuah tungku untuk membangkitkan makluk neraka dengan elemen kebenciannya. Maklum itu tidak punya belas kasihan, yang ada dipikiran mereka hanya menghancurkan dan memakan semua yang ada.


Jutaan makhluk kecil berkulit hitam, bermata satu bulat besar serta memiliki gigi lancip seperti gergaji keluar dari tungku. Mereka terlihat lapar memakan apapun yang ada di sekitar. Dengan sekejap mata istana langit yang megah hilang karena kerakusan mereka.


__ADS_2