Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Gongfu Yang Repot.


__ADS_3

Sebuah putaran gravitasi yang sangat kuat menyedot jutaan Zhuyan yang berada di sekitar. Makhluk hitam dari neraka itu lari ketakutan, namun putaran gravitasi tunggku itu terlalu kuat. Anehnya tungku penyedot itu hanya menyedot Zhuyan. Benda lain yang ada di sekitar tidak merasakan tarikan gravitasi itu.


makhluk dari dasar neraka itu pun tidak bisa lagi membuat keonaran di bumi. Dewa bintang segera menutup tungku penyedot itu dengan mantra budha, lalu dengan kekuatan cahaya tungku itu dikembalikan di dasar gunung purba.


Bumi pun kembali hijau, dinding pelindung di lepaskan. para dewa dan penduduk bumi untuk sementara bisa bernapas lega. Kekacauan untuk sementara berakhir, namun masih ada kekacauan yang lebih besar selama sang kaisar kegelapan masih ada.


Jiarong yang sudah lama tidak bertemu dengan Gongfu memeluk haru sang ayah. Astara yang baru saja tiba di sekte Lin'an juga ikut terharu saat melihat ayah dan anak itu saling melepas rindu.


"Jiarong," panggil lembut Astara yang berada tepat di belakangnya.


Jiarong berbalik, lalu memeluk suaminya. "Akhirnya setelah sekian lama kita bisa berkumpul lagi."


"Anakku, bukankah kita baru berpisah selama empat bulan?" tanya Gongfu heran.


"Ayah ini merusak suasana saja." Jiarong terisak sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Gongfu jelas tidak tau kalau selama ini Jiarong dan Astara berlatih di ruang waktu. Jika dibandingkan satu hari di dunia manusia, sama saja satu tahun di ruang waktu.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan, lebih baik kita ke ruang makan," ucap Gongfu.


"Tunggu, Bapak mertua. Kebetulan kami membawa beberapa teman. Bisakah Bapak Mertua menyiapkan hidangan besar untuk teman kita?" pinta Astara.


"Tentu saja bisa, persedian makanan di sini melimpah. Aku akan menyiapkan hidangan besar di aula," seru Gongfu.


Para dewa pun datang lewat atas. Gongfu yang melihat teman Astara sangat terkejut. Dia langsung bersujud di hadapan para dewa.


Dewa bintang mengangkat tubuh Gongfu. "Hey, tidak usah sungkan. Anda adalah mertua dan ayah dari Astara dan Jiarong. Saya Tao Feng sangat berterima kasih kepada anda."


Jiarong yang melihat ayahnya hilang wibawanya tertawa kecil.


"Sepertinya Mertuamu itu gugupbmelihat kita," ucap dewa bintang.

__ADS_1


"Dia terkejut melihat para dewa ada di tempatnya."


"Suamiku, aku ingin ke dapur melihat ayah," ucap Jiarong.


Astara mengamini, lalu mengajak para dewa menuju aula.


Gongfu terlihat sangat mengawasi pegawai dapur supaya jangan sampai masakannya tidak enak. Dari belakang Jiarong memegang bahu Ayahnya. Gongfu sedikit teeperanjat.


"Haiya ... apa yang kau lakukan di sini, Jiarong?"


Jiarong tersenyum tipis menatap dalam-dalam ayahnya. "Ayah tidak usah memarahi pegawai dapur, biarkan mereka memasak seperti biasanya. Kami dan para dewa sudah biasa makan dengan seadanya."


Gongfu sejenak mematung. "Haiya ... apa yang kau katakan. Ayah harus menjamu tamu spesial ini."


"Kalau begitu biar aku membantu, Ayah." Jiarong menggerakan tangan menyebarkan benih kesuburan di dalam hidangan, seketika itu hidangan yang tersaji terlihat mewah dan wangi.

__ADS_1


Gongfu yang melihatnya terkejut. "Da-dari mana kau mendapatkan kemampuan seperti itu?"


Jiarong hanya tersenyum tanpa memberi tau sang ayah. "Pelayan, bawa semua makanan ini ke aula.


__ADS_2