Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Rencana Besar.


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Astara sudah terbangun dari tidurnya.


"Astara, kau sudah bangun? Aku membuatkan sup untukmu," ucap Jiarong yang berada di sampingnya.


Astara tersenyum tipis menatap Jiarong. Bailin dan teman-teman yang lain datang menemu Astara.


"Astara aku membawa kejutan untukmu," ucap Bailin memberikan jalan dewa petir dan dewa angin.


dewa petir dan dewa angin tersenyum menatap Astara.


"Kalian ...?"


"Hormat kami kepada pendekar Astara yang telah menyadarkan saya dan teman saya," ucap dewa petir.


"Syukurlah kalian sudah sadar." Astara terbangun bersandar pada sebuah dinding.


"Kami berdua siap membantu kedamaian tiga dunia dari amukan dewa perang," ucap dewa angin.


Dewi bulan dan dewa bumi datang. "Kita jangan terburu-buru menuju kahyangan. Kekuatan kita saat ini tidak cukup untuk mengalahkan dewa perang."

__ADS_1


"Apa rencana dewi bulan?" tanya Astara.


"Pendekar Astara Teruslah mencari dua kristal Narendra yang tersisa. Dewa angin dan dewa petir bersembunyilah di suatu tempat supaya dewa kahyangan tidak bisa menemukanmu. Sedangkan kau Jiarong, ikut bersamaku di gunung emei untuk mengembalikan energi dewimu," ucap dewi bulan.


Jiarong terkejut, baru saja bertemu dengan suaminya harus dipisahkan lagi.


"Aku tau ini berat untukmu dan Astara, tapi kita harus bekerja sama untuk misi besar ini," bujuk dewi bulan.


"Saya akan menuruti perintah dewi," jawab Jiarong dengan segala hormat.


"Dewi bulan, bolehkah saya menemani putri Jiarong ke gunung emei," pinta Xiao Yu berlutut.


Dewi bulan tersenyum tipis. "Kau sudah bertapa selama lima ratus tahun sebagai siluman ular hijau, aku mengizinkanmu menemani Jiarong pergi ke gunung emei."


"Dewi Bulan, aku pernah berjanji kepada Tao Feng untung membebaskannya dari kutukan wabah jika dewi bulan bebas. Mohon bantu Tao Feng yang ada di gunung kulun," ucap Astara.


"Tao Feng, ada di gunung kulun. Antarkan aku kesana." Wajah dewi bulan terlihat besemu merah.


Bailin dan teman-teman senyum-senyum sendiri melihat expresi dewi bulan. Namun, mereka tidak berani menggoda karena kewibawaan sang dewi.

__ADS_1


Astara memanggil Changguan untuk mengantarkan dewi bulan ke gunung kulun.


"Terima kasih, pendekar Astara. Aku akan kembali membawa Tao Feng ke sini." Changguan terbang melesat dengan kecepatan kilat menuju gunung kulun.


"Sepertinya dewi bulan tidak bisa menyembunyikan perasaan cintanya kepada dewa bintang," ucap Xiao Yu sambil tertawa kecil menutup mulutnya.


"Untuk sementara waktu, dunia kembali normal, tapi kita harus tetap waspada dengan ancaman dewa perang," ucap dewa bumi.


"Berikutnya aku akan menemani Astara pergi mencari kristal Narendra." Bailin sangat bersemangat..


"Bai-bai, sebentar lagi kita berpisah, apa kau tidak merindukanku," ucap Xiao Yu manja.


Bailin terkesiap, dengan tegas dia mengatakan tidak, lalu pergi dari kamar Astara. Xiao Yu pun cemberut menghentakan kedua kakinya mengejar Bailin.


"Pendekar Astara kami permisi dulu," ucap dewa angin mengikuti langkah Xiao Yu.


Jiarong bersandar di dada bidang Astara, dia merasa perjalanan kali ini akan memakan waktu yang lama.


"Kau tenanglah istriku, aku akan baik-baik saja. Aku janji padamu, kita pasti akan bertemu lagi," ucap Astara.

__ADS_1


"Aku akan sangat merindukan wajah suamiku yang tampan ini." Jiarong memegang lembut wajah Astara.


Astara dengan gerakan jarinya menutup pintu kamar. Mereka melakukan hubungan suami istri untuk memuaskan hasrat.


__ADS_2