
Bola api biru raksasa memantul ke arah Soma. Soma berusaha menahannya. Melihat ada kesempatan, empat ksatria kangit dengan formasi perseginya melempar jaring itu ke arah Soma. Soma yang tengah menahan bola api biru raksasa, tidak bisa menghindar. dia terkena jaring persegi dari empat elemen. Jaring itu bisa menyerap kekuatan lawan.
"kurang ajar lepaskan aku!" pekik Soma.
Empat ksatria langit segera menarik hasil tangkapannya. Soma terus memberontak mengeluarkan energi ki, namun setiap mengeluarkan energi ki, energinya selalu terserap oleh jaring empat elemen itu.
"ini kesempatan kita, keluarkan kekuatan terbaik kalian!" pekik dewa bintang.
Para dewa meningkatkan energi ki sampai batasnya. Lalu mengeluarkan kekuatan terbaiknya. Dewa petir mengeluarkan monster Raizo, dewa hujan naga air raksasa, dewa angin mengeluarkan ribuan tebasan pedang angin, dewa bintang mengeluarkan energi bintang lima raksasa dengan kilatan petir.
Semua jurus itu bersatu untuk mengalahkan Soma. Ledakan dahsyat terjadi hingga perbatasan langit terguncang hebat. Suli, Jiarong dan Xiao Yu yang berada di sana melindungi penduduk bumi dengan dinding pelindung. Energi dinding pembatas antara langit dan bumi roboh. Ini mengakibatkan para siluman dan makhluk asing lainnya, bisa memasuki istana langit dengan sesuka hati.
"putri Jiarong, kita harus ke atas membantu para dewa," ucap Suli.
__ADS_1
"Tidak perlu, kita bukan tandingan Soma. Kita cukup melindungi penduduk bumi yang ada di sini," balas Jiarong.
"Apa yang di katakan Jiarong benar, Suli. Kita percayakan urusan Soma kepada para dewa," timpal dewi bulan.
Suli mengulum bibirnya, wajahnya terlihat cemas. Dia sebenarnya ingin bertemu Soma. Suli ingin melihat wajah Soma yang sekarang setelah seribu tahun tidak bertemu.
Di istana langit, asap tebal menyelimuti pertemuan.
"Apakah kita berhasil?" tanya dewa angin penasaran.
"Energi jahat dari Soma menghilang. Aku yakin tubuh Soma hancur menerima serangan kita," ucap ksatria langit timur dengan percaya dirinya.
Tanpa terduga, Aura kegelapan muncul dari bawah menenggelamkan dewa petir yang tampak kelelahan. Para dewa yang marasakan kembali energi jahat Soma pun mundur beberapa meter.
__ADS_1
"Hahaha ... kalian pikir serangan menjijikan seperti itu bisa mengalahkanku." Soma keluar dari dalam tanah dengan tubuh yang sama sekali tidak terluka.
Dewa petir terus memberontak di dalam kurungan aura kegelapan. Dia tidak mau untuk yang kedua kalinya dikendalikan oleh Soma. Sebuah kilatan hitam melesat dengan gada mengenai telak wajah Soma hingga terlempar jauh. Aura kegelapan yang mengurung dewa petir pun hilang.
Soma terlihat berdarah. "Kurang ajar kau makhluk rendahan."
"Dia mengeluarkan darah." Dewa pagoda terkejut.
"Tubuh Soma kuat karena menyatu dengan energi kegelapan, saat energi itu terlepas dari tubuhnya kekuatsnnya akan melemah. Soma sepertinya terlalu sombong menghadapi kita," ucap raja Asyura.
"Kalau begitu kita harus bisa memisahkan aura kegelapan yang melindungi Soma," ucap dewa bintang.
"Sepertinya itu mustahil. Soma sendirilah yang melakukan perjanjian darah dengan aura kegelapan. Secara otomatis jiwa mereka sudah terikat. Satu-satunya cara mengalahkannya atau mengurungnya di suatu tempat," jawab raja asyura.
__ADS_1
"Teman-teman, kita pancing Soma ke lembah kematian. Hanya ini satu-satunya cara untuk membendung kejahatannya," ucap dewa bintang.
"Baik." Para dewa serentak setuju.