
Seribu Lima Ratus Tahun Yang Lalu.
Kaisar langit mengutus dewa matahari untuk menyelidiki siapa pemilik energi jahat ini. Dewa matahari menuju taman persik, tidak ada siapa-siapa hanya ada para pelajar sedang menerbangkan lentera. Aura jahat itu tiba-tiba menghilang.
"Paman matahari, apa kau ingin menerbangkan lentera bersama kami?" tanya Narendra remaja menghampiri dewa matahari.
Dewa matahari terkekeh sambil mengacak-acak rambut Narendra. "Maaf ya, hari ini paman sedang sibuk."
Narendra memajukan bibir bawahnya, lalu tangannya ditarik oleh Jingga untuk kembali bermain lentera.
Sedangkan Soma berhasil kabur sebelum dewa matahari mengetahuinya. Dia berhasil menekan aura kegelapan yang ada dalam dirinya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak membunuh dewa kecil itu. Aku bisa membantu membunuhnya," ucap aura kegelapan berbicara dari dalam diri Soma.
"Narendra dilindungi empat kristal dari empat galaxi, aku tidak bisa mendekatinya," jawab Soma.
"Kurang ajar, sepertinya para dewa telah mengistimewakan anak itu. Kau harus bisa merebut kekuasaan dari raja langit supaya bisa memerintah dengan aturanmu sendiri," ucap Aura kegelapan.
Soma terus terprovokasi dengan bisikan aura kegelapan. Kebencian terhadap Narendra semakin kuat. Ambisinya membuat dia berlatih dan terus berlatih untuk mencapai level tertinggi.
Mereka saling adu ilmu dan tenaga dalam. Pertarungan antara dewa dan asyura berlangsung selama satu bulan yang pada akhirnya dimenangkan oleh para dewa yang dipimpin oleh Tao Feng si dewa bintang. Raja asyura tewas di tangan dewa bintang, sedangkan Rabah dan Birawa melarikan diri bersama prajurit asyura yang tersisa.
Atas kemenangan ini, kaisar langit memberikan hadiah kepada dewa bintang sebagai dewa perang. Upacara pengangkatan akan dilakukan seusai pernaisuri langit tiba di kahyangan. Sedangkan Soma merasa iri karena pengorbanannya tidak dianggap kaisar langit. Aura kegelapan kembali berbisik ke dalam dada Soma untuk menjebak dewa bintang.
__ADS_1
Pada saat malam hari tanpa bintang dan tepat di bulan purnama. Soma menuju ke taman keabadian. Dia merubah dirinya menjadi dewa bintang. Tujuannya adalah ingin menebang pohon bodhi. pohon dewa yang tidak bisa mati. Dari pohon inilah para dewa memiliki kekuatan yang tidak terbatas.
Soma dibantu kekuatan aura kegelapan berhasil menebang pohon bodhi itu, kemudian sari-sari kekuatan dari pohon itu diserap dengan aura negatif membentuk pil pengikat roh.
"Dengan ini semuanya akan selesai," gumam Soma.
Seorang prajurit langit yang bertugas memergoki Soma yang menyamar sebagai dewa bintang. Soma pun dengan segera membunuh prajurit langit itu dengan energi bintang lima.
Esok harinya Soma menemui dewa bintang dan dewi bulan yang sudah menjadi sepasang suami istri untuk memberikan hadiah karena prestasi dewa bintang yang mengalahkan raja asyura. Dewa bintang tanpa ragu menerima hadiah dari pengawal setianya itu.
"Soma, wajahmu terlihat pucat, pasti kau belum makan. Aku telah mempersiapkan makanan spesial untukmu," ucap dewi bulan.
__ADS_1
Soma tersenyum simpul, lalu masuk ke dalam rumah yang ternyata di sana sudah ada Narendra dan Jingga. Rasa dengki Soma kembali tumbuh saat Narendra dan Jingga bercanda bersama saat menunggu makanan datang.