
Dari bawah lubang itu ribuan pedang muncul secara tiba-tiba. Astara terbang menghindari serangan itu. Dari lubang dimensi Ning Qing keluar tepat dibelakang Astara. Astara yang tidak menyadari terkena tendangan dari belakang dan meluncur ke arah ribuan pedang yang siap merobek tubuhnya.
"Gawat!" Astara menggunakan tehnik pelindung diri secara berlapis supaya tidak terkena goresan pedang itu.
Astara segera menjauh mendongak menatap Ning Qing.
"Astara gunakan kecepatanmu untuk melawannya," ucap kristal galaxi dari dalam diri Astara.
Ning Qing kembali menghilang melalui lubang dimensi. Astara waspada melihat ke segala arah.
"Aku tidak bisa merasakan energi ki nya, dia tiba-tiba datang melalui lubang dimensi itu," ucap Astara.
__ADS_1
"Angakat tanganmu, biar aku mengawasi dari belakang," ucap pedang Narendra.
Astara mngangkat tangan kanannya. Sebuah cahaya terang datang dari bawah tanah. Ribuan bola energi menyerang Astara bertubi-tubi. Astara terkena ledakan hingga terpental jauh. Ning Qing mengubah tangannya menjadi pedang untuk menebas Astara. Namun, pedang Narendra dengan cepat menangkis serangan itu.
Ning Qing mundur beberapa meter, lalu bergumam. "Dia lebih kuat dari yang sebelumnya, apa setiap kali dia pulih kekuataannya akan bertambah? Sial, aku meremehkannya, ini tidak akan mudah."
Astara berdiri merapikan bajunya yang kotor. "Untunglah ada kau pedang Narendra, aku selamat kali ini. Dia bisa melakukan serangan secara tiba-tiba."
Ning Qing kembali meningkatkan energi ki. Kali ini dia menarik semua bebatuan yang ada di sekitarnya dan membentuk monster batu raksasa. Monster batu itu bisa menyemburkan api. Astara melompat, lalu dengan sekali tebasan petir pedang Narendra, monster batu raksasa itu terbelah.
Ning Qing melesat menyerang Astara mengubah tubuhnya menjadi suriken dengan aura api hitam yang kuat. Astara melompat menghindari serangan itu, tapi suriken itu berbalik menyerang Astara. Sebuah tangan raksasa menghantam Astara hingga meluncur deras membentuk lubang besar. Monster batu itu kembali ke bentuk semula. Astara terkubur di reruntuhan tanah dari lubang besar itu.
__ADS_1
Astara kembali bangkit sambil terbatuk. "Kalau begini terus, aku tidak bisa menyerangnya.
"Kita harus cari kelemahannya," ucap pedang Narendra.
Astara meningkatkan energi ki hingga penuh, lalu dengan cepat menyerang Ning Qing. Namun, Ning Aing masuk ke lubang dimensi. Monster batu itu kembali menyerang Astara, tapi Astara berhasil mememegang satu tangannya, lalu melemparnya sampai hancur berantakan.
Ning Qing kembali muncul dari atas Astara, kali ini Astara bisa menghindari serangannya. Astara mencoba untuk meninjunya, namun Ning Qing kembali masuk ke lubang dimensi yang semakin mengecil itu. Monster batu itu kembali bangkit, lalu menyemburkan api ke arah Astara. Astara memotong serangan api itu, lalu melesat menebas monster api menjadi empat bagian.
Bola api hitam disertai kilatan petir hitam muncul dari tanah mengenai Astara. Astara sekuat tenaga mencoba menahannya, tapi karena kepadatan bola itu, Astara ikut terlempar dan meledak bersama bola hitam itu. Astara terbang terluka parah. Kristal putih bekerja menyembuhkan lukanya.
"Kalau begini caranya energi ki ku akan habis." Astara terbang, lalu menggunakan jurus membagi tubuh. Ribuan cloningan Astara muncul menatap waspada. Monster batu raksasa itu kembali bangkit untuk melawan cloningan Astara. Ning Qing dari belakang muncul dan bersiap menusuk tubuh Asli Astara.
__ADS_1